Category: Global

Sorot Warga Kaltim soal Anggaran Rp 25 M untuk Renovasi Rumdin Gubernur

Jakarta (VLF) – Anggaran Rp 25 miliar untuk renovasi rumah dinas (rumdin) atau rumah jabatan (rumjab) Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) menuai kritik dari warga. Nilai tersebut dinilai terlalu besar jika dibandingkan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Pengamat kebijakan publik dan juga dosen dari Fakultas Hukum Universitas Mulawarman (Unmul), Herdiansyah Hamzah, menilai penggunaan anggaran tersebut tidak tepat sasaran di tengah berbagai kebutuhan masyarakat yang lebih mendesak. Ia bahkan menyinggung soal empati dan arah kebijakan anggaran pemerintah daerah.

Pria yang karib disapa Castro itu menyebut anggaran yang bersumber dari pajak seharusnya dikembalikan untuk kepentingan masyarakat luas, bukan digunakan untuk fasilitas pejabat. Menurutnya, penggunaan dana sebesar itu lebih tepat dialokasikan untuk sektor pelayanan publik.

“Jadi seharusnya uang yang dibayarkan dari pajak-pajak rakyat itu ya dikembalikan ke rakyat lagi dong. Cukup dia menikmati fasilitas seadanya. Seolah-olah gubernur itu hendak memenuhi syahwat pribadinya kan. Ini kan jelas-jelas adalah kepentingan subjektif diri pribadi dari seorang gubernur dengan fasilitas mewah itu. Rp 25 miliar itu kalau digunakan untuk kesehatan, pendidikan, atau infrastruktur itu jauh lebih berguna,” ucap Castro, Kamis (9/4/2026).

Lamin Etam, rumah dinas Gubernur Kaltim yang tengah disorot anggaran perbaikannya senilai Rp 25 miliar. (Riani Rahayu/detikKalimantan)
Selain itu, ia juga menyoroti aspek empati dalam kebijakan tersebut. Castro menilai, keputusan mengalokasikan anggaran besar untuk rumah jabatan menunjukkan ketidakpekaan terhadap kondisi masyarakat yang masih menghadapi berbagai persoalan ekonomi.

“Masih banyak orang-orang yang situasi atau kehidupannya masih memprihatinkan. Guru-guru honorer, kemudian warga masyarakat buruh masih dibayar di bawah upah minimum, belum lagi misalnya persoalan-persoalan lain, kemiskinan, macam-macam lah ya. Rp 25 miliar untuk rumah dinas itu pertanda tidak ada rasa empati terhadap masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, ia menilai kebijakan tersebut bertolak belakang dengan semangat efisiensi yang tengah digaungkan pemerintah pusat. Ia menyinggung sebelumnya juga ada sorotan terhadap pengadaan mobil dinas bernilai miliaran rupiah di Kaltim.

Sejumlah warga Kaltim turut berpendapat. Sebagian mempertanyakan urgensi penggunaan anggaran tersebut. Meski pemerintah telah menjelaskan bahwa dana itu merupakan akumulasi dari berbagai kebutuhan dan tahapan penganggaran.

“Menurut saya, anggaran Rp25 miliar itu termasuk luar biasa besar. Kalau dihitung-hitung, kalau mau dibagi Rp1 juta per keluarga itu bisa sampai Rp25.000 keluarga yang terbantu,” ujar Doni Pasius (33), warga Kutai Kartanegara yang bekerja di Samarinda.

Doni menilai anggaran tersebut akan lebih berdampak jika dialihkan untuk kebutuhan publik. Seperti pembangunan infrastruktur maupun sektor pendidikan.

“Kalau untuk membangun fasilitas jalan, itu cukup untuk 5 sampai 8 kilometer. Kalau untuk fasilitas pendidikan, bisa untuk ratusan kelas. Jadi tidak lazim kalau itu dipakai cuma untuk renovasi rumah jabatan saja,” katanya.

Doni juga menyoroti potensi pemanfaatan anggaran untuk program perumahan bagi masyarakat kurang mampu. Dengan asumsi biaya pembangunan rumah sederhana, menurutnya dana tersebut bisa memberikan manfaat yang jauh lebih luas.

Lamin Etam, rumah dinas Gubernur Kaltim yang tengah disorot anggaran perbaikannya senilai Rp 25 miliar. (Riani Rahayu/detikKalimantan)
“Kalau untuk membangun rumah bagi yang tidak mampu, dengan asumsi harga Rp100 sampai Rp150 juta, itu bisa membangun sekitar 150 sampai 200 rumah. Jadi 200 rumah untuk masyarakat biasa itu dipakai untuk renovasi rumah jabatan, menurut saya tidak masuk akal,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah dapat lebih mempertimbangkan kondisi masyarakat sebelum mengalokasikan anggaran dalam jumlah besar untuk fasilitas pejabat.

“Kalau untuk masyarakat, itu sangat terasa sekali. Kenapa tidak untuk fasilitas umum saja? Semoga pemerintah membuka mata, melihat kondisi jalan dan kehidupan masyarakat di Kaltim. Jangan sampai terkesan berfoya-foya, apalagi ini pakai uang rakyat,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan Bagas (28), warga Penajam yang sehari-hari berprofesi sebagai pedagang UMKM, mengaku mempertanyakan alasan besarnya anggaran perbaikan rumah dinas gubernur. Menurutnya, angka Rp 25 miliar terasa tidak sebanding dengan kondisi kebutuhan masyarakat dibanding untuk renobvasi rumdin.

“Kalau dibilang sudah dijelaskan rinciannya, saya sudah baca juga. Katanya bukan cuma rumah gubernur, ada rumah wakil sama kantor juga. Tapi tetap saja menurut saya terlalu besar,” ujarnya.

Menurut Bagas, pemerintah seharusnya lebih memprioritaskan anggaran untuk kebutuhan yang lebih mendesak bagi masyarakat. Ia pun mempertanyakan urgensi penggunaan dana sebesar itu untuk fasilitas pejabat.

“Di kondisi sekarang, masih banyak yang lebih butuh. Jalan rusak, bantuan masyarakat, itu kan lebih terasa. Jadi wajar saja kalau orang mempertanyakan ini sebenarnya sepenting itu atau tidak,” katanya.

(Sumber:Sorot Warga Kaltim soal Anggaran Rp 25 M untuk Renovasi Rumdin Gubernur.)

Kementan Borong Bibit Padi Penelitian IPB Rp 250 Miliar, Bisa Produksi 11 Ton

Jakarta (VLF) – Kementerian Pertanian (Kementan) membeli bibit padi hasil penelitian Institut Pertanian Bogor (IPB) senilai Rp 250 miliar. Bibit padi hasil penelitian IPB disebut mampu memproduksi 9-11 ton per hektare dalam sekali panen.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Rektor IPB dan seluruh teman-teman Wali Amanah, temen-temen guru besar, ini luar biasa banyak inovasi baru. Yang menarik adalah, karena ada benih padi IPB 3S, sekarang dengan turunannya itu produktivitasnya 9-11 ton. Ini kita langsung transaksi beli nilainya Rp 250 miliar,” kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman seusai kunjungan ke kawasan Techno Park IPB Kota Bogor, Kamis (9/4/2026).

Amran menyebut pembelian bibit merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap para peneliti. Hasil penelitian dari perguruan tinggi lain yang berkontribusi terhadap peningkatan hasil pertanian juga diapresiasi.

“Inilah bentuk penghargaan Kementerian Pertanian, pemerintah terhadap para pendidik kita di seluruh Indonesia, termasuk IPB. Beberapa perguruan tinggi juga sudah kita beli hasil penelitiannya yang bisa berkontribusi besar pada rakyat Indonesia, (seperti) Unhas, ITS, Andalas, dan lain-lain,” kata Amran.

“Kita beli produk-produk yang bisa memberikan added value, nilai tambah sektor pertanian. Produksi rata-rata nasional 5,56 ton, ini bisa produksi 10 ton, ini luar biasa. Kami insyaallah IPB sanggup memenuhi ini tahun dengan nilai 250 Milyar bibit padi,” imbuhnya.

Amran menambahkan saat ini pihaknya mendorong peningkatan produktivitas tanaman jenis bawang putih, gula, hingga tapioka. Khusus bawang, masa istirahat atau dorman diharap bisa ditekan hingga 1 bulan.

“Juga ke depan kita rancang bawang putih, kemudian ada istilah dorman dalam bawang putih itu 6 bulan, ini kami minta agar bisa maksimal 2 bulan, kalau bisa 1 bulan dorman,” kata Amran.

“Nah ini juga bisa mendorong produksi nasional, juga gula, tapioka dan seterusnya, ini banyak kerjasama kita lakukan dan langsung kita tindaklanjuti. Bukan lagi skala percobaan, tetapi skala besar,” sambungnya.

(Sumber:Kementan Borong Bibit Padi Penelitian IPB Rp 250 Miliar, Bisa Produksi 11 Ton.)

Penipuan Haji-Umrah Capai Rp 92 M, Pemerintah Bentuk Satgas Pencegahan

Jakarta (VLF) – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) dan Polri resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan Haji Ilegal. Satgas ini dibentuk untuk melindungi jemaah dari praktik ibadah ilegal dan penipuan.

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan bahwa pembentukan Satgas ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Fokus utamanya adalah menyisir praktik haji non-prosedural sejak dari pintu keberangkatan.

“Kita ingin pastikan tahun ini juga kita harus mencegah praktik-praktik haji ilegal yang kemungkinan akan terjadi dalam bentuk perhajian dan pencegahan-pencegahan di bandara melalui kepolisian dan juga nanti melalui imigrasi,” ujar Dahnil di Kantor Kemenhaj, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2026).

Dahnil memaparkan, pada 2025, pemerintah telah berhasil menggagalkan sekitar 1.200 orang yang nekat berangkat menggunakan visa non-haji. Berkaca dari hal tersebut, pengawasan tahun ini akan diperketat secara berlapis.

Tak hanya soal visa ilegal, Satgas ini juga membidik biro perjalanan nakal yang kerap menipu jemaah umrah. Dahnil menyoroti banyaknya kasus jemaah yang gagal berangkat sementara uang setoran mereka raib ditilep oknum travel.

“Satgas yang dibentuk bersama kepolisian akan melakukan tindakan hukum secara tegas terhadap pelaku penipuan,” tegasnya.

Senada dengan Dahnil, Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menyatakan bahwa Satgas Haji akan dibentuk secara masif dari tingkat pusat hingga ke daerah-daerah. Satgas ini akan mengedepankan langkah preventif melalui sosialisasi masif agar masyarakat tidak terjebak modus operandi oknum travel.

“Kami juga akan melakukan pencegahan di seluruh pintu keluar bagi jemaah yang akan berangkat haji, serta melakukan penindakan tegas terhadap setiap tindak pidana,” kata Komjen Dedi.

Data kepolisian menunjukkan bahwa praktik penipuan ini bukan perkara sepele. Sepanjang tahun 2026, Polri mencatat telah menangani 42 kasus penipuan haji dan umrah. Satu kasus bahkan sudah masuk tahap dua atau P21 dalam proses hukum.

“Total kerugian dari kasus-kasus tersebut mencapai sekitar Rp 92,64 miliar,” ungkap Dedi.

Untuk mempersempit ruang gerak pelaku, Satgas akan memperkuat koordinasi internasional dengan aparat keamanan di Arab Saudi. Selain itu, pemerintah menyediakan layanan pengaduan (hotline) bagi masyarakat yang merasa dirugikan atau menemukan indikasi penipuan.

Dedi pun mengimbau masyarakat untuk selalu mengecek legalitas biro perjalanan sebelum menyetorkan dana.

“Kami harapkan kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati. Karena modus ini akan terus dilakukan oleh para kelompok-kelompok baik legal maupun ilegal yang memanfaatkan situasi tersebut,” pungkasnya.

(Sumber:Penipuan Haji-Umrah Capai Rp 92 M, Pemerintah Bentuk Satgas Pencegahan.)

Harga Batu Bara hingga Nikel Melonjak, Kemenkeu Incar Penerimaan Tambahan

Jakarta (VLF) – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah menyiapkan skema penerimaan negara baru untuk menangkap potensi pendapatan dari sektor sumber daya alam (SDA).

Hal ini seiring dengan lonjakan harga komoditas, seperti batu bara, nikel, hingga Crude Palm Oil (CPO).
Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Febrio Kacaribu mengatakan tren kenaikan harga komoditas global secara otomatis akan mendongkrak penerimaan negara tanpa adanya perubahan kebijakan.

“Jadi, harga batu baranya meningkat, harga CPO-nya meningkat, harga nikel juga meningkat, tembaga juga meningkat. Tanpa ada perubahan kebijakan itu membuat penerimaan kita pasti akan meningkat,” ujar Febrio di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2026).

Di tengah situasi ini, Febrio mengatakan negara juga ingin mendapatkan keuntungan dari sektor tersebut. Ia mengakui skema penerimaan baru ini belum ditentukan.

Saat ini Kemenkeu berkoordinasi intensif dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk merumuskan kebijakan yang paling pas untuk meningkatkan penerimaan negara melalui sektor tersebut. Ada beberapa opsi mulai dari penerapan bea keluar hingga penyesuaian tarif royalti.

“Tapi, kita juga ingin bahwa harga yang meningkat ini juga disertai dengan tambahan windfall. Nah, itu yang nanti akan kita sedang bahas dengan kementerian ESDM, ada berbagai mineral yang sedang kita lihat bisa bentuknya macam-macam. Ada yang royalti, ada yang beka, nanti kita akan finalkan nanti kalau sudah final baru kita umumkan,” tambah Febrio.

Ia tak menampik kenaikan royalti menjadi salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan untuk berbagai komoditas mineral yang harganya sedang melonjak. Kendati begitu, Febrio belum menghitung potensi setoran tambahan ke kas negara dari windfall tax ini.

“Itu (kenaikan royalti) juga dalam pertimbangan, kita sedang pertimbangkan semuanya dengan kementerian ESDM,” tambahnya.

(Sumber:Harga Batu Bara hingga Nikel Melonjak, Kemenkeu Incar Penerimaan Tambahan.)

Kemensos Alihkan Pengelolaan TMP ke Kemenhan, DPD Usul Ubah Undang-Undang

Jakarta – Pemerintah mulai memproses pengalihan pengelolaan Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) dari Kementerian Sosial RI (Kemensos) ke Kementerian Pertahanan RI (Kemenhan).
Hal ini seiring pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial (Kessos) oleh DPD RI.

Ketua DPD RI Sultan B Najamudin mengatakan kesepahaman ini menjadi momentum penting karena selaras dengan agenda legislasi yang tengah disiapkan oleh pihaknya.

“Hari ini kami dari DPD RI diskusi dengan teman-teman Kemenhan dan Kemensos. Poinnya adalah DPD sedang mengajukan revisi undang-undang Kessos, pada saat yang sama juga ada kesepahaman atau kesepakatan antara Kemenhan dan Kemensos terkait dengan pengelola TMPNU,” jelas Sultan, dalam keterangan tertulis, Rabu (8/4/2026).

“Ini momentumnya tepat, secara prinsip kita menerima dengan baik,” sambungnya.

Menurut Sultan, kesepakatan tersebut akan menjadi bagian dari bahan legislasi yang diajukan DPD dalam proses perubahan regulasi.

“Nanti secara legislasi atau perundang-undangan itu masuk pada bagian bahan yang akan diajukan oleh DPD RI,” jelas Sultan.

Sultan menambahkan proses legislasi harus dilakukan secara hati-hati agar tidak menimbulkan tumpang tindih aturan.

Sejalan, Wamensos Agus Jabo Priyono menyebut pengalihan pengelolaan TMPNU merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto.

Agus menjelaskan langkah tersebut dilatarbelakangi keterbatasan sumber daya di Kemensos, serta pertimbangan menjaga kehormatan dan marwah Taman Makam Pahlawan (TMP) dan Makam Pahlawan.

“Proses teknis sudah kita laksanakan, kita sudah melakukan MoU antara Kemensos dengan Kemenhan. Artinya secara de facto sebetulnya arahan dari Pak Presiden untuk pengalihan pengelolaan Taman Makam Pahlawan sudah selesai,” jelas Agus.

Agus menambahkan saat ini tinggal penyelesaian payung hukum melalui perubahan regulasi.

“Jadi kita sedang bersinergi untuk bisa mengubah regulasi tersebut. Supaya dari pengelolaan (TMP) yang selama ini diurus oleh Kemensos kemudian dialihkan ke Kemenhan,” kata Agus.

Senada, Wamenhan Donny Ermawan menilai pengalihan ini akan memperkuat pemanfaatan TMP sebagai ruang edukasi kebangsaan.

Ia juga menilai pengelolaan oleh Kemenhan lebih relevan, mengingat selama ini pemanfaatan TMP, khususnya di Kalibata, banyak melibatkan unsur TNI.

Selama masa transisi, Kemensos dan Kemenhan telah menyepakati pengelolaan bersama selama satu tahun sambil menunggu proses legislasi rampung.

“Untuk pengelolaannya secara bersama sudah kita laksanakan mulai dari awal bulan ini sampai akhir tahun ini,” pungkasnya.

Sebagai informasi, pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Ketua DPD RI Yorrys Raweyai.

(Sumber:Kemensos Alihkan Pengelolaan TMP ke Kemenhan, DPD Usul Ubah Undang-Undang.)

Diborong Proyek MBG, Desain Motor Listrik Emmo Baru Didaftarkan Akhir Tahun Lalu

Jakarta – Puluhan ribu motor listrik Emmo disebut-sebut bakal digunakan buat operasional proyek MBG (Makan Bergizi Gratis). Emmo merupakan merek baru di industri kendaraan elektrifikasi Indonesia, bahkan desain industri motor listrik Emmo sendiri baru didaftarkan ke Pangkalan Data Kekayaan Intelektual akhir tahun lalu.

Dijelaskan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, pengadaan motor tersebut merupakan bagian dari perencanaan anggaran tahun 2025 dan ditujukan buat mendukung operasional pelaksanaan MBG, khususnya bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Dadan juga menampik informasi yang beredar di media sosial terkait jumlah unit pengadaan. Disebutkan dalam video yang viral, ada 70.000 unit motor listrik yang bakal dibagikan. Namun, ternyata jumlahnya 25.000 unit.

“Informasi 70.000 unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025,” sebut Dadan.

Motor listrik yang dibeli buat MBG itu diduga kuat adalah motor listrik merek Emmo. Soalnya, wujud motor listrik ini sudah beredar luas di dunia maya. Ada dua tipe yang bakal dipakai proyek MBG, yakni jenis trail dan skuter. Bahkan motor-motor tersebut sudah dilengkapi dengan warna dan decal logo BGN.

Hal itu pun dikuatkan oleh terdaftarnya motor listrik yang dimaksud di sistem katalog elektronik terpusat yang dikelola LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah) untuk memfasilitasi belanja kebutuhan instansi pemerintah.

Dalam laman resmi Inaproc, disebutkan platform itu memungkinkan pembelian langsung tanpa tender panjang serta mengutamakan produk lokal. Ada dua model motor listrik Emmo di laman Inaproc tersebut, yakni JVX GT dan JVH Max.

Menariknya, motor listrik Emmo yang dipasarkan oleh PT Yasa Artha Trimanunggal baru mendaftarkan hak desain industri, ke Pangkalan Data Kekayaan Intelektual, akhir tahun lalu.

Untuk model Emmo JVH Max, desain industrinya baru diterima pada 17 Oktober 2025. Sementara untuk model Emmo JVX GT, desain industrinya baru diterima tanggal 22 Agustus 2025. Kedua model ini didaftarkan dengan nama pemohon PT Adlas Sarana Elektrik.

(Sumber:Diborong Proyek MBG, Desain Motor Listrik Emmo Baru Didaftarkan Akhir Tahun Lalu.)

Harga Avtur Naik, ASITA Waspadai Dampak buat Pariwisata Daerah

Jakarta – Kenaikan harga bahan bakar pesawat atau avtur yang baru diumumkan pemerintah diperkirakan berdampak langsung kepada industri pariwisata.

Utamanya, akibat lonjakan harga tiket pesawat yang menjadi komponen utama perjalanan wisata.

Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Sumatera Selatan, Feby Yolan Effendy, kenaikan harga avtur otomatis bikin harga tiket pesawat naik. Bahkan, pemerintah telah membolehkan maskapai menaikkan harga tiket pesawat mulai 9-13 persen.

“Hal ini cukup membuat resah,” kata Feby, Selasa (7/4/2026), dilansir detikSumbagsel.

“Komponen pertama yang pasti harga tiket naik dan ini berdampak dengan menurunnya minat masyarakat untuk berlibur atau melakukan perjalanan wisata,” kata Feby.

Selain itu, harga tiket pesawat yang naik juga berdampak lain. Di antaranya, minat masyarakat untuk liburan khususnya berlibur ke rute yang jauh akan turun drastis karena adanya kenaikan harga tiket pesawat.

Feby mengatakan Asita Sumsel akan menyusun strategi baru agar pariwisata tidak limbung.

“Kita akan menyesuaikan antara lain membuat paket tour dengan jarak yang lebih dekat yakni wisata domestik low cost,” kata dia.

Kenaikan harga tiket itu diumumkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada Senin (6/4). Dia mengatakan tekanan geopolitik global membuat harga avtur melambung tinggi. Di Filipina, harga avtur sudah menembus Rp 25.326 per liter, bahkan di Thailand mencapai Rp 29.518 per liter.

Sementara di Indonesia, per hari ini harga avtur di Bandara Soekarno-Hatta Rp 23.551 per liter. Kenaikan harga ini dapat mempengaruhi operasional maskapai nasional karena komponen avtur berkontribusi hingga 40 persen dari total biaya operasional pesawat.

Airlangga mengatakan avtur termasuk Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi dan mengikuti perkembangan pasar global. Menurutnya, jika harga avtur tidak disesuaikan, maskapai asing berpotensi memanfaatkan perbedaan harga tersebut.

(Sumber:Harga Avtur Naik, ASITA Waspadai Dampak buat Pariwisata Daerah.)

Langkah Verifikasi JAKI Diperbarui Usai Heboh Laporan Dibalas Pakai Foto AI

Jakarta (VLF) – Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) di Kelurahan Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur disanksi Surat Peringatan (SP) 1 usai membalas laporan masyarakat via aplikasi Jakarta Kini (JAKI) soal parkir liar dengan menggunakan foto diduga rekayasa akal imitasi (artificial intelligence/AI).

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap sanksi itu diberikan agar peristiwa serupa tak terulang.

“Harapannya sanksi yang membuat jera dan membuat yang lain takut untuk melakukan perbuatan serupa,” ujar Staf Khusus Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Sosial Chico Hakim saat dihubungi, Selasa (6/4/2026).

Chiko menuturkan peristiwa tersebut telah mencoreng nama baik dan kinerja petugas yang benar terjun langsung ke lapangan. Dia mengatakan ini merupakan pertama kali penggunaan foto AI untuk membalas aduan masyarakat.

“Pemprov DKI Jakarta menyesalkan kejadian ini karena mencoreng nama baik dan kinerja petugas di lapangan yang selama ini bekerja dengan dedikasi tinggi serta responsif terhadap pengaduan masyarakat. Biro Pemerintahan selaku validator akhir telah mengakui adanya kekeliruan dalam proses validasi tersebut. Sejauh ini, kasus penggunaan foto hasil rekayasa AI dalam bukti tindak lanjut pengaduan belum pernah ditemukan sebelumnya,” ujarnya.

Chiko mengungkap banyak masyarakat yang telah melaporkan berbagai persoalan melalui aplikasi JAKI. Rata-rata ada 20 ribu lebih laporan yang masuk melalui JAKI setiap bulannya.

“Aplikasi JAKI merupakan kanal penting bagi masyarakat untuk melaporkan berbagai masalah, termasuk parkir liar. Sepanjang Januari-Maret 2026 saja, tercatat lebih dari 62.571 pengaduan masyarakat yang masuk melalui JAKI dan sistem CRM terintegrasi (rata-rata 20.857 pengaduan per bulan),” ucapnya.

Langkah Verifikasi Baru

Dia menuturkan proses verifikasi tindak lanjut laporan JAKI akan diidentifikasi oleh Diskominfotik. Jadi lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Diskominfotik akan membantu Biro Pemerintahan dalam mengidentifikasi bukti tindak lanjut yang berpotensi menggunakan AI, sehingga proses verifikasi menjadi lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Kami terus memperkuat sistem validasi akhir agar integritas setiap tindak lanjut terjaga,” jelasnya.

Dia mengapresiasi masyarakat yang sudah mengadukan berbagai persoalan di Jakarta melalui aplikasi JAKI. Dia meminta masyarakat untuk tetap memberi masukan dan melaporkan segala persoalan di Jakarta melalui JAKI.

“Kami sangat mengapresiasi partisipasi aktif warga yang melaporkan masalah melalui JAKI. Laporan masyarakat justru membantu kami menjaga kualitas layanan publik. Kami juga mengimbau masyarakat untuk terus melaporkan permasalahan dan memberikan masukan jika menemukan tindak lanjut yang kurang tepat,” kata Chico.

Lebih lanjut, Chico menyampaikan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung berkomitmen meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Melalui transparansi, akuntabilitas hingga kualitas pelayanan.

“Pemprov DKI Jakarta di era kepemimpinan Gubernur Pramono Anung berkomitmen penuh untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan publik agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga,” imbuhnya.

Petugas PPSU Disanksi

Belakangan diketahui bahwa pengunggah foto AI adalah petugas PPSU. Siti selaku Lurah Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur, telah diperiksa oleh Inspektorat buntut laporan soal parkir liar via aplikasi JAKI dibalas foto diduga AI, dia pun meminta maaf atas persoalan tersebut.

“Kami memohon maaf sebesar-besarnya atas kejadian ini. Ini menjadi pembelajaran bagi kami agar ke depan tidak terulang. Petugas yang bersangkutan telah diberikan SP 1 dan membuat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya,” kata Siti dalam keterangan, Senin (6/4).

Siti mengatakan petugas PPSU tersebut menindaklanjuti laporan masyarakat terkait parkir liar yang masuk melalui aplikasi JAKI. Namun dalam prosesnya, petugas itu justru mengunggah foto hasil rekayasa seolah-olah lokasi telah ditertibkan dan bebas dari parkir liar.

“Tindakan ini kemudian viral di media sosial. Saya sudah minta nantinya saat ada permasalahan atau kendala di lapangan untuk segera melapor agar bisa dicarikan solusi,” ujarnya.

Siti mengatakan laporan terkait parkir liar di wilayahnya memang kerap terjadi. Penanganan biasanya dilakukan bersama Satpol PP, tapi dalam beberapa kasus juga ditangani oleh petugas PPSU jika laporan diteruskan ke Suku Dinas Perhubungan lalu kembali ke kelurahan.

“Permasalahan ini akan kami bahas bersama agar tidak terulang di kemudian hari,” ucapnya.

Dia mengatakan saat ini di lokasi masih terdapat empat kendaraan yang terparkir. Dia menyebut dua kendaraan di antaranya dalam kondisi rusak dan sedang menunggu perbaikan di bengkel setempat.

“Kami minta agar Suku Dinas maupun Satpel Perhubungan dapat melakukan penindakan karena parkir di badan jalan melanggar aturan dan mengganggu warga lainnya,” tegasnya.

Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur, Harlem Simanjuntak, mengatakan dirinya sudah menginstruksikan petugas Dishub untuk melakukan pengecekan di lapangan. Dia mengatakan pihaknya siap melakukan penindakan berupa penderekan.

“Kami menunggu hasil rapat di kelurahan karena ini menyangkut kewilayahan. Langkah ini harus disertai kejelasan penanggung jawab kendaraan untuk menghindari persoalan baru di kemudian hari,” ujarnya.

(Sumber:Langkah Verifikasi JAKI Diperbarui Usai Heboh Laporan Dibalas Pakai Foto AI.)

Geopolitik dan Dampak pada Dunia Usaha

Jakarta (VLF) “I’m not going to start wars, I’m going to stop wars,” ujar Presiden Donald Trump saat pidato kemenangan pemilu presiden Amerika Serikat (AS) pada 6 November 2024. Kendati demikian, perang Iran yang diawali serangan Israel-AS ke Teheran pada 28 Februari 2026 mempertegas bahwa ucapan tak lebih dari sekadar wacana belaka.

Agaknya, yang tak terpikirkan oleh AS-Israel adalah bahwa perang Iran berdampak serius terhadap suplai energi global. Jauh lebih besar cakupan dampaknya dibandingkan dengan perang 12 hari ketika Israel menyerang Iran pada Juni 2025.

Sejak serangan pertama dimulai, harga minyak dunia terus melambung signifikan. Mencapai level tertinggi pada 9 Maret 2026 dengan rata-rata USD119 per barel. Jika dibandingkan dengan perang Ukraina, akselerasi kenaikan harga minyak mentah akibat perang Iran jauh lebih cepat.

Pada perang Iran kali ini, harga minyak mentah melompat di atas USD100 per barel hanya dalam waktu kurang dari dua pekan. Sementara ketika perang Ukraina pada Februari 2022, lonjakan harga minyak membutuhkan waktu lebih dari satu bulan untuk mencapai level di atas USD100 per barel.

Penutupan Selat Hormuz adalah faktor kunci kenaikan harga minyak. Selat Hormuz menyuplai 20% minyak mentah dunia. Dan 80% di antaranya dikirim ke negara-negara di Asia.
Kalkulasi IMF menunjukkan, setiap kenaikan 10% harga minyak mentah dunia berpotensi mengerek inflasi 0,4 poin. Menggunakan asumsi harga minyak mentah per 6 April 2026 dibandingkan dengan harga pada 28 Februari 2026, maka telah terjadi kenaikan harga minyak mentah sebesar 55%. Dengan demikian, inflasi global berpotensi meningkat 2,2 poin.

Kenaikan biaya energi dan inflasi global ini berpotensi menekan daya beli konsumen di dalam negeri. Kekhawatiran terhadap potensi naiknya harga BBM bersubsidi memicu gejala panic buying di beberapa daerah, seperti di Aceh, Sumatera Utara, dan Kalimantan Barat. Meski demikian, sampai saat ini belum ada wacana pemerintah akan menaikkan harga BBM bersubsidi.

Jika harga minyak mentah terus bertahan di atas USD100 per barel, beban fiskal akan meningkat tajam. Estimasi CORE Indonesia menunjukkan, jika harga BBM bersubsidi naik di level USD105 per barel dengan asumsi kurs Rp17.000, subsidi energi yang harus ditanggung pemerintah menjadi Rp433 triliun, atau meningkat 106% dibandingkan alokasi di dalam APBN 2026. Hal ini berpotensi mendorong defisit melampaui batas legal 3%.

Dunia Usaha Tertekan

Mencermati perkembangan geopolitik terbaru, sumbatan lalu lintas energi di Selat Hormuz tampaknya belum akan terurai dalam beberapa pekan ke depan. Kondisi seperti ini, tentu saja, membuat dunia usaha semakin tertekan. Kalaupun sumbatan di Selat Hormuz relatif terbuka, dibutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk memulihkan distribusi minyak mentah dunia.

Masalahnya, kondisi Indonesia saat ini tidak lebih beruntung dibandingkan dengan negara lain. Selain infrastruktur tangki yang terbatas, juga karena negara lain tengah berburu minyak mentah untuk mengamankan pasokan domestik masing-masing. Negara-negara eksportir minyak, seperti Thailand, juga sudah mulai membatasi ekspor.

Berdasarkan informasi kementerian ESDM, tangki minyak di Indonesia hanya mampu menyimpan persediaan minyak sampai kurang lebih 20 hari. Sementara negara lain, seperti Jepang dan Korea Selatan memiliki infrastruktur tangki penyimpanan minyak untuk masing-masing 254 dan 251 hari.

Dengan naiknya harga minyak dunia, biaya produksi industri manufaktur otomatis akan meningkat. Pada saat yang sama, terus melemahnya nilai tukar rupiah akibat tingginya imbal hasil obligasi AS membuat investor asing cenderung menjual rupiah dan memilih dolar AS. Melemahnya nilai tukar rupiah juga secara signifikan menaikkan biaya produksi, sebab biaya impor bahan baku menjadi lebih mahal.

Perkiraan saya, industri kecil dan menengah (IKM) akan merasakan dampak paling signifikan. IKM pada umumnya tidak memiliki ruang finansial yang cukup untuk menyerap kenaikan biaya produksi akibat melambungnya biaya bahan baku dan energi. Sementara industri besar dan sedang (IBS) cenderung memiliki ruang finansial untuk mengelola potensi kenaikan biaya produksi.

Berdasarkan catatan BPS, pada 2024, terdapat kurang lebih 4,4 juta IKM dengan sekitar 75% di antaranya bergerak di industri makanan, pakaian jadi, tekstil, dan industri kerajinan. Keempat jenis industri ini menyerap 6,8 juta tenaga kerja. Jika biaya produksi terus melambung, tidak ada pilihan lain bagi dunia usaha kecuali berhemat dengan merumahkan karyawan dan memangkas kuantitas produk. Dampaknya, upah pekerja terpangkas dan berdampak pada konsumsi rumah tangga.

Dalam situasi konflik, memang tak banyak yang bisa dilakukan. Keadaan juga cenderung berubah dengan cepat. Tapi, pilihan kebijakan ekonomi yang tepat setidaknya bisa mengobati potensi tekanan yang semakin kuat.

*Azhar Syahida. Peneliti di Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Jakarta.
(Sumber:Geopolitik dan Dampak pada Dunia Usaha.)

Sempat Ditunda, Purbaya Mau Pungut Pajak Toko Online Pertengahan 2026

Jakarta (VLF) – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana menunjuk platform e-commerce dalam negeri sebagai pemungut pajak atas transaksi penjualan barang oleh merchant yang berjualan di platform mereka.

Jika kinerja ekonomi pada kuartal II-2026 tumbuh dalam tren positif, kebijakan tersebut akan mulai diterapkan.

“Kalau triwulan kedua masih bagus (ekonominya), kita akan pertimbangkan (penerapan) untuk juga sekaligus membuat persaingan antara online sama offline lebih fair, tentunya dengan analisa yang clear dari data-data yang kita miliki,” kata Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (6/4/2026).

Purbaya menjelaskan kebijakan tersebut semula akan diterapkan di 2025, namun ditunda lantaran kondisi ekonomi Indonesia belum stabil. Seiring membaiknya perekonomian, pemerintah membuka peluang untuk kembali melanjutkan rencana tersebut.

“Sebenarnya Dirjen Pajak sudah punya rencana untuk mengenakan pajak kepada online transaction kan, tetapi waktu itu ekonomi masih agak terganggu, jadi kita belum melaksanakannya. Sekarang sudah lumayan nih,” ujarnya.

Rencana kebijakan tersebut diambil untuk menindaklanjuti keluhan dari pedagang offline lantaran barang-barang yang berasal dari China membanjiri pasar e-commerce.

Oleh karena itu, pemerintah menetapkan aturan yang mewajibkan penyelenggara platform digital seperti marketplace untuk memungut pajak penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,5% dari omzet penjual yang bertransaksi secara daring. Ketentuan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 37 Tahun 2025.

Aturan ini menyasar pelaku usaha dalam negeri yang berjualan melalui perdagangan elektronik. Marketplace hingga platform luar negeri yang memenuhi kriteria tertentu akan ditunjuk oleh DJP sebagai pemungut pajak.

Merujuk Pasal 8 beleid tersebut, besarnya pungutan PPh 22 yaitu sebesar 0,5% dari peredaran bruto yang diterima atau diperoleh pedagang dalam negeri yang tercantum dalam dokumen tagihan, tidak termasuk pajak pertambahan nilai (PPN) dan PPnBM.

Sementara pada Pasal 6 ayat (2), pedagang orang pribadi (OP) dengan omzet tahunan sampai dengan Rp 500 juta tidak dikenakan pungutan, dengan syarat menyampaikan surat pernyataan omzet kepada marketplace. Jika omzet melebihi Rp 500 juta dalam tahun berjalan, mereka juga wajib melaporkan lewat surat pernyataan kepada platform marketplace.

(Sumber:Sempat Ditunda, Purbaya Mau Pungut Pajak Toko Online Pertengahan 2026.)