Author: ADMIN VLF

Update Harga BBM Hari Ini 1 April 2026, Pertamax hingga Dexlite

Jakarta (VLF) – Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina tidak mengalami kenaikan pada 1 April 2026. Kepastian ini disampaikan setelah adanya koordinasi antara pemerintah, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta pihak Pertamina.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat luas. Meski harga minyak dunia tengah mengalami kenaikan, pemerintah tetap menahan harga BBM agar tidak membebani masyarakat.

“Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM non-subsidi,” ujar Prasetyo dalam keterangan resminya, Selasa (31/3/2026).

Harga BBM Pertamina April 2026 Tidak Naik

Dengan keputusan tersebut, harga BBM di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Jawa Barat, masih sama seperti bulan Maret 2026. Artinya, masyarakat tidak perlu khawatir akan adanya lonjakan harga di awal bulan ini.

BBM nonsubsidi seperti Pertamax (RON 92), Pertamax Turbo (RON 98), Pertamax Green 95, Dexlite, dan Pertamina Dex tetap dijual dengan harga sebelumnya. Sementara itu, BBM subsidi juga tidak mengalami perubahan.

Harga Pertalite masih dipatok Rp 10.000 per liter, sedangkan Solar subsidi (Biosolar) tetap Rp 6.800 per liter.

Rincian Harga BBM di Jawa Barat

Bagi masyarakat di wilayah Jawa Barat, berikut daftar harga BBM Pertamina per 1 April 2026:

  • Pertalite: Rp 10.000 per liter
  • Solar (Biosolar): Rp 6.800 per liter
  • Pertamax: Rp 12.300 per liter
  • Pertamax Turbo: Rp 13.100 per liter
  • Pertamax Green 95: Rp 12.900 per liter
  • Dexlite: Rp 14.200 per liter
  • Pertamina Dex: Rp 14.500 per liter

Harga tersebut berlaku di SPBU Pertamina di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya.

Harga BBM Pertamina 1 April 2026 Lengkap se-Indonesia

  • Berikut harga lengkap BBM Pertamina dari Sabang sampai Merauke:
    Aceh

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.600/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.350/liter

Dexlite: Rp 14.500/liter

Pertamina Dex: Rp 14.800/liter

  • Free Trade Zone (FTZ) Sabang

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 11.500/liter

Dexlite: Rp 13.250/liter

  • Sumatera Utara

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.600/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.350/liter

Dexlite: Rp 14.500/liter

Pertamina Dex: Rp 14.800/liter

  • Sumatera Barat

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.900/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.650/liter

Dexlite: Rp 14.800/liter

Pertamina Dex: Rp 15.100/liter

  • Riau

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.900/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.650/liter

Dexlite: Rp 14.800/liter

Pertamina Dex: Rp 15.100/liter

  • Kepulauan Riau

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.900/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.650/liter

Dexlite: Rp 14.800/liter

Pertamina Dex: Rp 15.100/liter

  • Free Trade Zone (FTZ) Batam

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 11.750/liter

Pertamax Turbo: Rp 12.400/liter

Dexlite: Rp 13.450/liter

Pertamina Dex: Rp 13.800/liter

  • Jambi

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.600/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.350/liter

Dexlite: Rp 14.500/liter

Pertamina Dex: Rp 14.800/liter

  • Bengkulu

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.600/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.350/liter

Dexlite: Rp 14.500/liter

Pertamina Dex: Rp 14.800/liter

  • Sumatera Selatan

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.600/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.350/liter

Dexlite: Rp 14.500/liter

Pertamina Dex: Rp 14.800/liter

  • Bangka Belitung

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.600/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.350/liter

Dexlite: Rp 14.500/liter

Pertamina Dex: Rp 14.800/liter

  • Lampung

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.600/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.350/liter

Dexlite: Rp 14.500/liter

Pertamina Dex: Rp 14.800/liter

  • DKI Jakarta

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.300/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.100/liter

Pertamax Green 95: Rp 12.900/liter

Dexlite: Rp 14.200/liter

Pertamina Dex: Rp 14.500/liter

  • Banten

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.300/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.100/liter

Pertamax Green 95: Rp 12.900/liter

Dexlite: Rp 14.200/liter

Pertamina Dex: Rp 14.500/liter

  • Jawa Barat

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.300/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.100/liter

Pertamax Green 95: Rp 12.900/liter

Dexlite: Rp 14.200/liter

Pertamina Dex: Rp 14.500/liter

  • Jawa Tengah

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.300/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.100/liter

Pertamax Green 95: Rp 12.900/liter

Dexlite: Rp 14.200/liter

Pertamina Dex: Rp 14.500/liter

  • Yogyakarta

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.300/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.100/liter

Pertamax Green 95: Rp 12.900/liter

Dexlite: Rp 14.200/liter

Pertamina Dex: Rp 14.500/liter

  • Jawa Timur

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.300/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.100/liter

Pertamax Green 95: Rp 12.900/liter

Dexlite: Rp 14.200/liter

Pertamina Dex: Rp 14.500/liter

  • Bali

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.300/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.100/liter

Dexlite: Rp 14.200/liter

Pertamina Dex: Rp 14.500/liter

  • Nusa Tenggara Barat

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.300/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.100/liter

Dexlite: Rp 14.200/liter

Pertamina Dex: Rp 14.500/liter

  • Nusa Tenggara Timur

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.600/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.350/liter

Dexlite: Rp 14.500/liter

Pertamina Dex: Rp 14.800/liter

  • Kalimantan Barat

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.600/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.350/liter

Dexlite: Rp 14.500/liter

Pertamina Dex: Rp 14.800/liter

  • Kalimantan Tengah

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.600/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.350/liter

Dexlite: Rp 14.500/liter

Pertamina Dex: Rp 14.800/liter

  • Kalimantan Selatan

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.900/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.650/liter

Dexlite: Rp 14.800/liter

Pertamina Dex: Rp 15.100/liter

  • Kalimantan Timur

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.600/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.350/liter

Dexlite: Rp 14.500/liter

Pertamina Dex: Rp 14.800/liter

  • Kalimantan Utara

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.900/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.650/liter

Dexlite: Rp 14.800/liter

Pertamina Dex: Rp 15.100/liter

  • Sulawesi Utara

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.600/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.350/liter

Dexlite: Rp 14.500/liter

Pertamina Dex: Rp 14.800/liter

  • Gorontalo

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.600/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.350/liter

Dexlite: Rp 14.500/liter

Pertamina Dex: Rp 14.800/liter

  • Sulawesi Tengah

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.600/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.350/liter

Dexlite: Rp 14.500/liter

Pertamina Dex: Rp 14.800/liter

  • Sulawesi Tenggara

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.600/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.350/liter

Dexlite: Rp 14.500/liter

Pertamina Dex: Rp 14.800/liter

  • Sulawesi Selatan

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.600/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.350/liter

Dexlite: Rp 14.500/liter

Pertamina Dex: Rp 14.800/liter

  • Sulawesi Barat

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.600/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.350/liter

Dexlite: Rp 14.500/liter

Pertamina Dex: Rp 14.800/liter

  • Maluku

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.600/liter

Dexlite: Rp 14.500/liter

  • Maluku Utara

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.600/liter

Dexlite: Rp 14.500/liter

  • Papua

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.600/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.350/liter

Dexlite: Rp 14.500/liter

  • Papua Barat

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.600/liter

Dexlite: Rp 14.500/liter

Pertamina Dex: Rp 14.800

  • Papua Selatan

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.600/liter

Dexlite: Rp 14.500/liter

  • Papua Pegunungan

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.600/liter

Dexlite: Rp 14.500/liter

  • Papua Tengah

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.600/liter

Dexlite: Rp 14.500/liter

  • Papua Barat Daya

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.600/liter

Dexlite: Rp 14.500/liter

Pertamina Dex: Rp 14.800/liter

Alasan Harga BBM Ditahan

Meski harga minyak dunia saat ini tengah tinggi, pemerintah memilih untuk tidak menaikkan harga BBM. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas ekonomi serta daya beli masyarakat.

Selain itu, keputusan ini juga merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam melindungi masyarakat dari dampak fluktuasi harga energi global yang tidak menentu.

Komitmen Pertamina Jaga Ketersediaan Energi

Melalui anak usahanya, Pertamina Patra Niaga, Pertamina menegaskan komitmennya dalam menjaga ketersediaan energi di seluruh wilayah Indonesia.

Pihak perusahaan memastikan pasokan BBM tetap aman dan distribusi berjalan lancar, sehingga masyarakat tidak perlu melakukan pembelian berlebihan.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tetap menggunakan energi secara bijak dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang belum tentu benar.

Sebagai informasi, pada Maret 2026 lalu, harga BBM nonsubsidi sempat mengalami kenaikan. Misalnya di wilayah DKI Jakarta, harga Pertamax naik menjadi Rp 12.300 per liter dari sebelumnya Rp 11.800 per liter pada Februari 2026.

Namun, untuk April 2026, pemerintah memutuskan tidak ada penyesuaian harga, baik untuk BBM subsidi maupun nonsubsidi.

Pemerintah dan Pertamina mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Ketersediaan BBM disebut dalam kondisi aman dan mencukupi untuk kebutuhan nasional.

Masyarakat juga disarankan untuk selalu memantau informasi resmi terkait harga BBM melalui kanal resmi Pertamina atau pemerintah, guna menghindari informasi yang tidak akurat.

(Sumber:Update Harga BBM Hari Ini 1 April 2026, Pertamax hingga Dexlite.)

Kementerian Kebudayaan Dukung Efisiensi Energi di Lingkungan Kerja

Jakarta (VLF) – Kementerian Kebudayaan gelar Refleksi dan Penguatan Etos Pemajuan Kebudayaan bagi aparatur Kementerian Kebudayaan dalam rangka tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto dalam mendukung efisiensi energi, bertempat di Ruang Graha Utama, Kompleks Kementerian Kebudayaan, Jakarta.

Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan bahwa momen Idul Fitri menjadi kesempatan penting untuk memperkuat hubungan antar sesama sekaligus meneguhkan kembali niat dalam bekerja bagi pemajuan kebudayaan, terutama untuk melaksanakan efisiensi energi yang sedang dilaksanakan bersama. Fadli Zon berharap agar seluruh upaya ini menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat dan memajukan kebudayaan.

Fadli juga mengingatkan bahwa saat ini dunia tengah menghadapi berbagai ketidakpastian global, termasuk dinamika geopolitik yang berdampak pada sektor energi dan ekonomi. Oleh karena itu, aparatur Kementerian Kebudayaan diimbau untuk memiliki kepekaan terhadap situasi tersebut, termasuk dengan menerapkan prinsip efisiensi dalam pelaksanaan tugas dan program kerja.

“Kita harus memiliki sense of crisis terhadap situasi global saat ini. Efisiensi, termasuk dalam penggunaan energi dan pola kerja, perlu kita terapkan, antara lain melalui skema kerja yang lebih adaptif seperti work from home pada waktu tertentu, agar kinerja tetap optimal sekaligus responsif terhadap kondisi yang berkembang,” kata Fadli Zon dalam keterangan tertulis, Rabu (1/4/2026).

Lebih lanjut, Fadli menekankan pentingnya refleksi dan penguatan etos kerja dalam mendorong percepatan pemajuan kebudayaan. Dia mengingatkan bahwa Kementerian Kebudayaan harus mampu menjadi motor penggerak utama dalam ekosistem kebudayaan nasional.

“Kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah hingga komunitas budaya, dinilai sebagai kunci dalam memperluas dampak program-program kebudayaan,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan Bambang Wibawarta menyampaikan bahwa momentum ini bukan hanya silaturahmi, tapi juga kesempatan untuk merefleksi dan memperkuat komitmen pemajuan kebudayaan.

“Mari kita semua memperkuat semangat kebersamaan dan bersinergi dalam melakukan tugas pemajuan kebudayaan yang berkelanjutan, serta menyelaraskan upaya kita untuk pemajuan kebudayaan, melalui elaborasi, kolaborasi, dan tradisi leluhur kita,” ujar Bambang.

Dia mengatakan kegiatan ini merupakan upaya dari Kementerian Kebudayaan untuk terus mendorong pemajuan kebudayaan Indonesia secara berkelanjutan, tidak hanya sebagai upaya pelestarian, tetapi juga sebagai kekuatan strategis dalam menjawab tantangan zaman.

“Penguatan etos kerja, sinergi internal, peningkatan kinerja aparatur, serta kemampuan beradaptasi terhadap dinamika global menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kebudayaan yang inklusif, tangguh, dan inovatif,” tutupnya.

Acara Refleksi dan Penguatan Etos Pemajuan Kebudayaan ini turut dihadiri oleh jajaran Kementerian Kebudayaan, antara lain Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha Djumaryo; Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan, Bambang Wibawarta; Inspektur Jenderal Kementerian Kebudayaan, Fryda Lucyana; Direktur Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan; Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah T.D. Retnoastuti; Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pengembangan Kebudayaan, Ahmad Mahendra; serta jajaran pejabat dan pegawai di lingkungan Kementerian Kebudayaan.

(Sumber:Kementerian Kebudayaan Dukung Efisiensi Energi di Lingkungan Kerja.)

Harga BBM Turun Rp 3.000/Liter, Australia Pangkas Pajak 50%

Jakarta (VLF) – Pemerintah Australia akan memangkas pajak bahan bakar minyak (BBM) 50% dan menghapus biaya penggunaan jalan raya untuk kendaraan berat selama tiga bulan.

Kebijakan itu dilakukan guna meredam lonjakan harga yang dialami masyarakat akibat perang di Timur Tengah.

“Kami memahami tekanan biaya bagi masyarakat sangat nyata karena dampak perang di belahan dunia lain terjadi di sini,” ujar Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dikutip dari Reuters, Selasa (31/3/2026).

Pengurangan separuh pajak akan mengurangi biaya BBM sebesar 26,3 sen Australia atau sekitar Rp 3.064 per liter (kurs Rp 11.653). Akibat kebijakan itu, total biaya yang dikeluarkan pemerintah diperkirakan sekitar 2,55 miliar dolar Australia atau sekitar Rp 29,71 triliun.

Sebagaimana diketahui, harga minyak dunia telah melonjak sejak perang Amerika Serikat (AS) dan Israel lawan Iran pecah dari akhir Februari 2026. Harga Brent melonjak 59% pada Maret 2026, kenaikan bulanan tertinggi dalam sejarah hingga menembus level US$ 115,66 per barel ketika pasar dibuka pada awal pekan ini.

Untuk meredam lonjakan harga minyak, pemerintah Australia sebelumnya juga mengumumkan pelepasan bensin dan solar dari cadangan domestik dan pelonggaran sementara standar kualitas BBM.

Australian Petroleum Institute melaporkan harga eceran rata-rata solar naik menjadi lebih dari 3 dolar Australia atau Rp 34.959 per liter pada pekan lalu. Sementara bensin menjadi 2,50 dolar Australia atau Rp 29.132 per liter.

Australia memiliki stok BBM tertinggi dalam 15 tahun terakhir, tetapi masih jauh di bawah rekomendasi Badan Energi Internasional (IEA) yaitu 90 hari. Angka terbaru pemerintah hingga pekan lalu menunjukkan BBM diesel cukup untuk 30 hari, bahan bakar jet 30 hari dan bensin (gasoline) 39 hari.

“Meskipun prospek pasokan bahan bakar Australia tetap aman dalam jangka pendek, semakin lama perang ini berlangsung, semakin buruk dampaknya,” tutur Albanese.

(Sumber:Harga BBM Turun Rp 3.000/Liter, Australia Pangkas Pajak 50%.)

Bahlil Bocorkan Jenis BBM yang Harganya Bakal Naik!

Jakarta (VLF) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi sinyal terkait potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah lonjakan harga minyak dunia yang kini tembus US$ 115 per barel.

Pernyataan itu disampaikan Bahlil saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja ke Jepang, Senin kemarin. Sebagai informasi, perubahan harga BBM biasanya terjadi pada awal bulan, atau dalam waktu dekat ini 1 April besok.

Menanggapi isu kenaikan harga BBM, Bahlil menegaskan bahwa yang berpotensi mengalami penyesuaian adalah BBM non-subsidi, khususnya yang digunakan oleh kalangan mampu.

“Gini. Di Peraturan Menteri ESDM tahun 2022 itu telah mengatur dua formulasi tentang harga BBM. Satu harga BBM industri dan satu non-industri. Kalau yang industri tanpa diumumkan pun dia terus terjadi berdasarkan harga pasar,” ujar Bahlil, ditulis Selasa (31/3/2026).

Ia menjelaskan, BBM kategori industri seperti bensin dengan RON tinggi-misalnya RON 95 dan RON 98-secara otomatis mengikuti mekanisme pasar. Jenis BBM itu lah yang kemungkinan besar akan naik harganya.

“Jadi mau diumumkan atau tidak diumumkan dia akan mengikuti harga pasar. Itu yang industri. Apa itu definisi yang industri adalah bensin RON 95, RON 98 itu kan orang-orang yang mampu lah,” jelasnya.

Menurut Bahlil, kelompok pengguna BBM tersebut tidak menjadi beban negara karena mampu membayar sesuai harga pasar. Jadi, negara tak perlu mensubsidi.

“Selama mereka mau jalan banyak selama ada uang untuk bayar monggo tugas negara menyiapkan, yang membayar mereka itu tidak ada tanggungan negara sama sekali,” tambahnya.

Sementara itu, untuk BBM subsidi, Bahlil memastikan pemerintah masih menahan harga dan belum ada keputusan kenaikan dalam waktu dekat.

“Oh di dalam negeri masih stabil. Insyaallah atas arahan Bapak Presiden untuk BBM subsidi sampai dengan sekarang saya pikir Bapak Presiden punya hatilah untuk memperhatikan rakyat kecil,” katanya.

Ia juga meminta masyarakat menunggu keputusan resmi pemerintah terkait kebijakan harga BBM ke depan. “Percayalah nanti tunggu tanggal mainnya Bapak Presiden akan memutuskan seperti apa untuk kebaikan rakyat bangsa dan negara,” tutupnya.

(Sumber:Bahlil Bocorkan Jenis BBM yang Harganya Bakal Naik!.)

Viral Harga Pertamax Rp 17.000 per Liter, Ini Penjelasan Pemerintah

Jakarta (VLF) – Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali ramai diperbincangkan publik. Kali ini, kabar yang beredar di media sosial X menyebutkan bahwa harga BBM nonsubsidi, khususnya Pertamax, akan melonjak hingga Rp 17.000 per liter mulai April 2026. Informasi tersebut langsung memicu kekhawatiran masyarakat.

Namun, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahwa kabar tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.

Masyarakat diminta untuk menunggu pengumuman resmi yang akan disampaikan dalam waktu dekat.

Tunggu Pengumuman Resmi

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyampaikan bahwa keputusan terkait harga BBM nonsubsidi akan diumumkan secara resmi pada 1 April 2026.

Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan final terkait perubahan harga BBM nonsubsidi. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di media sosial.

“Untuk BBM nonsubsidi kita tunggu 1 April saja,” ujarnya.

Sementara itu, untuk BBM subsidi, pemerintah memastikan tidak akan ada kenaikan harga. Kebijakan ini diambil guna menjaga daya beli masyarakat di tengah berbagai dinamika global.

BBM Subsidi Dipastikan Tidak Naik

Pemerintah menegaskan bahwa harga BBM subsidi tetap stabil. Saat ini, harga Pertalite masih berada di angka Rp 10.000 per liter, sedangkan Biosolar dijual Rp 6.800 per liter.

Keputusan ini menjadi kabar baik bagi masyarakat, terutama di tengah isu global seperti konflik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi harga minyak dunia.

Selain itu, pemerintah juga memastikan bahwa stok BBM dan LPG dalam kondisi aman dan mencukupi. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.

Pertamina Tegaskan Informasi Viral Tidak Valid
Di sisi lain, pihak Pertamina turut memberikan klarifikasi terkait isu yang beredar. Vice President Corporate Communication, Muhammad Baron, menegaskan bahwa informasi kenaikan harga BBM yang beredar bukan berasal dari sumber resmi.

Menurutnya, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga BBM per 1 April 2026. Informasi yang beredar di media sosial disebut tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyaring informasi, serta hanya mengacu pada sumber resmi seperti situs perusahaan.

Daftar BBM Nonsubsidi Pertamina

Sebagai informasi, Pertamina memasarkan beberapa jenis BBM nonsubsidi yang umum digunakan masyarakat, antara lain:

  • Pertamax (RON 92)
  • Pertamax Turbo (RON 98)
  • Pertamax Green (RON 95)
  • Pertamina Dex (CN 53)
  • Dexlite (CN 51)

Harga BBM nonsubsidi ini memang bersifat fluktuatif karena mengikuti pergerakan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.

Isu Rp 17.000 Berasal dari Spekulasi

Kabar mengenai harga Pertamax yang disebut akan mencapai Rp 17.000 per liter diketahui berasal dari unggahan salah satu akun di media sosial X. Unggahan tersebut memuat proyeksi harga BBM nonsubsidi tanpa disertai sumber resmi.

Informasi seperti ini kemudian cepat menyebar dan menimbulkan persepsi bahwa kenaikan harga sudah dipastikan terjadi. Padahal, hingga saat ini belum ada keputusan resmi dari pemerintah maupun Pertamina.

Imbauan Agar Masyarakat Tidak Panik

Pemerintah dan Pertamina sama-sama mengingatkan masyarakat agar tidak terpancing isu yang belum jelas kebenarannya. Pembelian BBM secara berlebihan justru dapat menimbulkan gangguan distribusi.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk terus memantau informasi dari kanal resmi pemerintah maupun Pertamina guna mendapatkan data yang akurat.

Kebijakan harga BBM sendiri mempertimbangkan banyak faktor, mulai dari harga minyak dunia, kondisi ekonomi nasional, hingga daya beli masyarakat.

(Sumber:Viral Harga Pertamax Rp 17.000 per Liter, Ini Penjelasan Pemerintah.)

Pengacara Ungkap Videografer Amsal Sitepu Tak Punya Mens Rea Korupsi

Jakarta (VLF) – Videografer asal Karo, Amsal Sitepu, didakwa melakukan korupsi Rp 202 juta di proyek pembuatan profil desa. Pengacara Amsal, Willyam Raja Dev, mengklaim kliennya tak punya niat jahat atau mens rea melakukan korupsi seperti yang didakwa oleh jaksa.

“Di dalam hukum pidana itu ada dikenal istilah mens rea. Mens rea itu adalah niat dan tidak bisa berdiri sendiri, sekarang kita bedah ulang mens rea-nya di mana kalau gini? sifatnya penawaran,” ujar Willyam, Minggu (29/3/2026) malam.

Willyam mengatakan kepala desa berhak menolak para saat Amsal mengajukan penawaran. Berdasarkan fakta persidangan, kata dia, tak kepala desa yang langsung menerima pada saat penawaran pertama.

Kliennya Amsal Sitepu, tidak berhenti saat penawaran pertama ditolak oleh kepala desa. Selanjutnya Amsal mengajukan penawaran ulang hingga empat kali.

“Namanya seperti orang jualan, mau nggak pak, saya buat video profil?. Tidak ada yang menerima jadi kita yakini mens rea itu tidak ada. Mengenai perbuatan, di mana pekerjaannya selesai sesuai dengan pengguna anggaran itu,” tegasnya.

William menilai mark up atau penggelembungan anggaran yang didakwa jaska terjadi karena perbedaan harga. Apalagi, Inspektorat ada memberikan laporan hasil pemeriksaan (LHP).

“Makanya kesannya yang dibuat Amsal adalah yang sudah digembungkan. Jadi dari situnya kata mark up itu,” ungkapnya.

Dakwaan kepada Amsal, ujar William, yang ada di saluran resmi SIIP Pengadilan Negeri (PN) Medan tidak lengkap. Sebab, ada beberapa poin yang dinilai nol oleh Inspektorat.

“Nah, itulah yang dibawa menjadi dasar dakwaan oleh jaksa penuntut umum. Jadi memang tidak secara keseluruhan, mereka juga menggunakan teknik perhitungan yang lain juga,” kata Willyam.

“Menariknya begini, yang melakukan perhitungan penilaian atas usul yang diajukan oleh Amsal yang sudah dikerjakan dan sudah selesai. Sampai hari ini tidak pernah diperiksa ahlinya,” tambahnya.

Ia juga mengatakan karena di dalam fakta persidangan, Inspektorat mengakui ada minta tolong kepada ahli lain dari Komdigi.

“Sementara yang dari itu Komdigi kredibilitasnya untuk ngitung juga kita tidak tahu, soalnya tidak pernah diperiksa. Jadi asal muasal mark up itu intinya semua dari LHP Inspektorat, tentunya inspektorat membuat harga yang lebih rendah,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan anggaran untuk pembuatan video profil tersebut tidak mencapai 1 miliar. Ia menyebut perhitungan 1 video rata-rata 30 juta.

“Anggaranya tidak sampai Rp 1 miliar, rata-rata Rp 30 juta per desa dikali 20 desa itulah total anggarannya.Tapi sifat kontrak ini masing-masing karena penawaran Amsal kepada desa ini, sifatnya masing-masing karena ini bukan program dari pemerintah,” tegasnya.

Video yang dibuat Amsal tidak langsung disetujui oleh kepala desa. Ada permintaan kepada kliennya untuk merevisi video. Setiap kepala desa mengajukan revisi berbeda-beda, mulai dari soal budaya agar lebih ditonjolkan.

“Ada revisi, kepala desa mengatakan ada revisi dengan permintaan masing-masing berbeda setiap desa. Lalu perhitungan, sama sekali kita tidak tahu cara menghitung kerugian negara ini bagaimana? Saksinya juga tidak pernah dihadirkan di persidangan,” ucapnya.

Tak Dapat Undangan RDPU dengan Komisi III DPR

Terkait agenda rapat dengar pendapat umum (RDPU) terkait kasus Amsal Sitepu yang dilaksankaan Komisi lll DPR RI, ia mengaku tidak menerima undangan. Willyam memprediksi yang diundang dalam rapat tersebut adalah pihak kejaksaan.

“Kita belum ada pemberitahuan jadi kita berasumsi RDPU itu mungkin yang dipanggil oleh Komisi III adalah kejaksaan. Karena tidak ada kewajiban Komisi III memberitahukan kepada kita, sementara kejaksaan sendiri kan mitra mereka. Pastinya panggilan resmi kepada kita enggak ada, maka dari itu kita asumsikan seperti itu,” tandasnya.

Menjelang putusan Amsal Sitepu, penasehat hukumnya berharap agar hakim memberikan keadilan sebenar-benarnya.

“Sudah pasti keadilan yang sebenar-benarnya,” tegasnya.

Amsal Sitepu Didakwa Korupsi Rp 202 Juta

Dikutip dari dakwaan jaksa, kasus ini bermula ketika Amsal Christy Sitepu sebagai Direktur CV. Promiseland, melakukan kegiatan pengelolaan dan pembuatan jaringan/instalasi komunikasi dan informatika lokal desa berupa pembuatan video profil desa di Kabupaten Karo Tahun anggaran 2020 s/d tahun 2022.

Pembuatan video profil desa berlokasi di Kecamatan Tiganderket, Kecamatan Tigabinanga, Kecamatan Tigapanah dan Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo. Sebelum membuat profil desa, Amsal memberikan proposal kepada kepala desa yang telah disusun secara tidak benar atau mark up sebagai dasar pembuatan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Lebih lanjut, dalam dakwaan Amsal selaku penyedia tidak melaksanakan kegiatan pembuatan profil desa sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Amsal melakukan pembuatan profil desa dan menggunakan perusahaannya yakni CV. Promiseland dengan biaya pembuatan sebesar Rp 30.000.000 untuk setiap desa.

Pekerjaan yang dilakukan Amsal bertentangan dengan peraturan menteri dalam negeri nomor 20 Tahun 2018 tentang pengelolaan keuangan desa pasal 2 ayat (1) bahwa keuangan desa dikelola berdasarkan asas transparan, akuntabel, partisipatif serta dilakukan dengan tertib dan disiplin anggaran. Peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pedoman Penyusunan Tata Cara Pengadaan Barang/Jasa Di Desa.

Dalam dakwaan, diterangkan Amsal menemui masing-masing kepala desa untuk membuat video profil. Untuk sumber dana kegiatan profil, menggunakan anggaran dana desa untuk masing-masing desa.

Atas perbuatan terdakwa, berdasarkan laporan hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara atas dugaan tindak perhitungan kerugian keuangan negara sebesar Rp 202.161.980.

Perbuatan Amsal telah melanggar ketentuan Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

(Sumber:Pengacara Ungkap Videografer Amsal Sitepu Tak Punya Mens Rea Korupsi.)

Iran Mulai Bahas Tarif Kapal di Selat Hormuz, Biaya Tembus Rp 33,8 Miliar

Jakarta (VLF) – Iran mulai mempertimbangkan penerapan tarif khusus bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Jalur pelayaran strategis tersebut selama ini dilalui sekitar 20 persen distribusi minyak dan gas dunia, tapi dalam beberapa pekan terakhir sempat mengalami pembatasan oleh pemerintah Iran sebagai respons atas serangan yang dikaitkan dengan Amerika Serikat dan Israel.

Dilansir detikFinance, akibat situasi tersebut, hampir 2.000 kapal dilaporkan tertahan di sekitar selat sempit yang berada di antara Iran di bagian utara serta Oman dan Uni Emirat Arab di sisi selatan.

Mengutip Al Jazeera, Minggu (29/3/2026), media Iran pada Kamis melaporkan bahwa parlemen tengah membahas rancangan undang-undang terkait pungutan biaya bagi kapal yang melintas di Selat Hormuz. Kantor berita Tasnim dan Fars menyebutkan, sumber dari Komite Urusan Sipil Parlemen menyatakan draf aturan tersebut telah disiapkan dan segera dirampungkan oleh tim hukum Majelis Permusyawaratan Islam.

“Menurut rencana ini, Iran harus memungut biaya untuk memastikan keamanan kapal yang melewati Selat Hormuz,” kata seorang pejabat seperti dikutip.

“Ini sepenuhnya wajar. Sama seperti di koridor lain, ketika barang melewati suatu negara, bea masuk dibayarkan. Selat Hormuz juga merupakan koridor. Kami memastikan keamanannya, dan wajar jika kapal dan tanker membayar bea masuk kepada kami,” tambahnya.

Nilai Pungutan

Meski biaya tol tersebut baru dibahas di parlemen, nyatanya jurnal pelayaran Lloyd’s List pada Rabu melaporkan Korps Garda Revolusi Islam Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) telah memberlakukan sistem pos tol untuk mengontrol lalu lintas kapal melalui selat tersebut beberapa waktu ini.

Dalam dua minggu terakhir, dilaporkan 26 kapal yang melintasi selat telah mengikuti rute yang telah disetujui sebelumnya di bawah sistem ‘pos tol’ IRGC yang mengharuskan operator kapal untuk mengikuti skema verifikasi. Kapal-kapal ini tidak mengaktifkan sistem persinyalan AIS mereka.

Bahkan anggota parlemen Iran, Alaeddin Boroujerdi juga sempat mengatakan kepada saluran televisi Iran International, bahwa negaranya telah mengenakan biaya kepada beberapa kapal sebesar US$ 2 juta atau sekitar Rp 33,8 miliar (kurs Rp 16.900) untuk melewati selat tersebut.

“Sekarang, karena perang memiliki biaya, tentu saja, kita harus melakukan ini dan memungut biaya transit dari kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz,” kata Boroujerdi.

Iran telah mendeklarasikan Selat Hormuz terbuka untuk semua pihak, kecuali AS dan sekutunya. Dalam surat yang dikirim kepada 176 anggota Organisasi Maritim Internasional (International Maritime Organization/IMO) Iran mengatakan kapal-kapal non-musuh memperoleh manfaat dari jalur aman melalui Selat Hormuz dengan berkoordinasi dengan otoritas Iran yang berwenang.

Kapal non-musuh yang dimaksud adalah yang dimiliki atau terkait dengan negara selain AS dan sekutunya, mereka juga tidak berpartisipasi atau mendukung tindakan agresi terhadap Iran dan sepenuhnya mematuhi peraturan keselamatan dan keamanan yang dinyatakan.

Sejauh ini, setelah pembicaraan dengan negara-negara yang disebut Iran sebagai negara-negara sahabat, semacam Malaysia, China, Mesir, Korea Selatan, dan India, beberapa kapal diizinkan untuk melewati selat tersebut.

Masih menurut laporan Lloyd’s, setidaknya dua kapal yang telah melintasi selat tersebut sejauh ini telah membayar biaya tol dalam yuan, mata uang China. Dilaporkan juga setiap transit dimediasi oleh perusahaan jasa maritim China yang bertindak sebagai perantara, yang juga menangani pembayaran kepada otoritas Iran.

Namun menurut pemerintah India, pihaknya belum melakukan pembayaran apa pun kepada Iran untuk mengamankan jalur aman kapal-kapal India melalui selat tersebut.

“Tidak diperlukan izin untuk berlayar melalui selat tersebut. Ada kebebasan navigasi melalui selat tersebut. Karena selatnya sempit, hanya jalur masuk dan keluar yang ditandai, yang harus diikuti oleh perusahaan pelayaran. Keputusan untuk berlayar atau tidak berlayar sepenuhnya berada di tangan penyewa kapal dan perusahaan pelayaran,” kata Rajesh Kumar Sinha, Sekretaris Khusus Kementerian Pelabuhan, Pelayaran, dan Perairan India, pada hari Selasa, menurut laporan media India.

Pihwk Sinha juga menambahkan dua kapal yang membawa lebih dari 92.600 ton gas minyak cair berbendera India telah transit dan dijadwalkan tiba di anak benua tersebut antara hari Kamis dan Sabtu.

(Sumber:Iran Mulai Bahas Tarif Kapal di Selat Hormuz, Biaya Tembus Rp 33,8 Miliar.)

Skema Baru MBG Dibagikan 5 Hari Seminggu, Kecuali Daerah 3T

Jakarta (VLF) – Pemerintah menetapkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa sekolah akan disalurkan selama lima hari dalam sepekan. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Koordinasi Tingkat Atas (Rakortas) virtual bersama Presiden pada Sabtu (28/3/2026) dan berlaku bagi sekolah dengan sistem belajar lima hari.

Dilansir detikEdu,Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan, terdapat pengecualian untuk wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) serta daerah dengan tingkat stunting tinggi. Di wilayah tersebut, distribusi MBG tetap dilakukan hingga enam hari, termasuk Sabtu.

“Pemberian MBG di hari Sabtu untuk daerah dengan risiko stunting tinggi merupakan langkah strategis memastikan anak-anak menerima gizi yang cukup setiap hari,” jelasnya, dikutip dari laman resmi BGN, Minggu (29/3/2026).

Dadan menjelaskan jika sekolah masuk selama lima hari maka MBG akan diberikan sebanyak itu. Ia melihat mayoritas sekolah masuk lima hari dalam sepekan.

“Jika sekolah lima hari, maka mereka akan mendapatkan MBG lima hari, sementara jika ada sekolah yang enam hari, maka MBG diberikan enam hari. Berdasarkan data yang ada, mayoritas lama sekolah lima hari,” imbuhnya.

Prioritas MBG untuk Wilayah dengan Angka Stunting Tinggi

BGN juga memprioritaskan daerah dengan prevalensi stunting tinggi dalam pelaksanaan program. Untuk itu, lembaga tersebut mengacu pada data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 dari Kementerian Kesehatan guna menentukan wilayah yang membutuhkan intervensi lebih lanjut, terutama di kawasan Indonesia timur.

BGN juga akan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kesehatan setempat untuk memastikan MBG bisa tepat sasaran. Pendataan mencakup jumlah sekolah, jumlah siswa, serta prevalensi stunting masing-masing wilayah.

“Integritas data sangat penting, karena program ini menyangkut kesehatan dan masa depan generasi muda. Kami tidak ingin ada anak yang tertinggal dari pemenuhan gizi,” ujar Dadan.

Apakah MBG 5 Hari Berkaitan dengan Efisiensi?

Sebelumnya, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menyebut BGN telah menyiapkan opsi untuk efisiensi program MBG. Rencana efisiensi dilakukan dengan mengurangi jumlah penyaluran, dari enam kali seminggu menjadi lima kali seminggu.

Jika rencana itu terlaksana, kata Purbaya, maka negara bisa hemat sekitar Rp 40 triliun per tahun. Angka itu baru berdasarkan hitungan kasar dari BGN.

“Jadi ada efisiensi juga dari MBG. Jadi ada pengurangan cukup banyak tuh, yang dia bilang saja Rp 40 triliun hitungan pertama kasar, tetapi bisa lebih. Bukan saya motong ya, memang dia melakukan sendiri, karena dia (BGN) bilang masih bisa ada efisiensi dengan keadaan seperti sekarang ini,” katanya di Jakarta Pusat, Rabu (25/3/2026), dikutip dari detikNews Minggu (29/3/2026).

Sementara itu, dalam kesempatan berbeda, Presiden Prabowo Subianto memastikan program MBG tetap berjalan di tengah kebijakan efisiensi anggaran akibat dampak konflik Timur Tengah. Menurutnya, ada banyak cara untuk melakukan penghematan selain memotong MBG.

Ia juga menyatakan, bahwa jangan sampai ketika ada krisis, program MBG jadi dihentikan. Dia meyakini pemerintah memiliki uang yang cukup untuk membiayai MBG.

“Jadi, jangan ke arah oke ada krisis nanti kita hentikan MBG. Iya kan? Masih banyak cara lain yang kita bisa hemat. Masih banyak. Saya haqul yakin saya berada di jalan yang benar. Uang kita ada. Uang kita ada. Saya pertaruhkan kepemimpinan saya 2029 kita lihat,” kata Prabowo dalam sesi diskusi bersama jurnalis dan pengamat yang dilakukan beberapa waktu lalu, dikutip dari CNBC Indonesia, Minggu (29/3/2026).

Prabowo menekankan, MBG menjadi program yang bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia, khususnya dalam menekan angka stunting. Selain itu, ia juga menyebut bahwa MBG memiliki dampak ekonomi yang luas melalui penciptaan lapangan kerja dari rantai pasok makanan hingga sisi produksi.

(Sumber:Skema Baru MBG Dibagikan 5 Hari Seminggu, Kecuali Daerah 3T.)

Purbaya Sentil Ekonom soal 2 Bulan Lagi Ekonomi RI Hancur

Jakarta (VLF) – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mewanti-wanti kalangan ekonom yang kerap menyampaikan sentimen negatif ke masyarakat. Salah satunya dengan mengatakan ekonomi Indonesia akan hancur.

“Saya nggak anti kritik, nggak apa-apa, tetapi jangan bilang begini: dua bulan lagi ekonomi Indonesia akan hancur,” kata Purbaya di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (25/3/2026).

Purbaya menilai pernyataan itu hanya didasarkan pada tren kenaikan harga minyak dunia dan pelemahan rupiah akibat konflik di Timur Tengah, tanpa memperhitungkan kebijakan yang diambil pemerintah dalam merespons tekanan global.

“Akan resesi karena harga minyak akan US$ 200 per barel, rupiah akan berapa puluh ribu. Ya kalau harga minyak US$ 200 per barel, semua dunia resesi. Tenang saja, nggak usah pusing,” tutur Purbaya.

Purbaya menilai sentimen yang dibangun itu tidak berdasarkan pada perhitungan ekonomi yang benar. “Kalau ekonom yang betul, dia akan taruh angka berdasarkan estimasi yang clear. Dia bisa pakai historical data, bisa pakai ini, bisa pakai itu. Kalau ekonom seperti itu, jangan asbun. Kalau nggak ngerti, sekolah lagi itu,” imbuhnya.

Menurut Purbaya, perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran yang membuat harga minyak dunia bergejolak tidak akan berakhir pada resesi ekonomi. Harga minyak diyakini tidak akan sampai US$ 200 per barel seperti yang banyak dikhawatirkan.

Purbaya mengatakan Presiden AS Donald Trump sudah kelabakan sehingga berencana mengambil langkah untuk membuat harga minyak kembali stabil.

“Coba Anda lihat sekarang saja Amerika sudah kelabakan kan? US$ 100 saja di sana BBM-nya naik hampir 100%, rakyatnya mulai marah. Makanya si Trump langkahnya agak berbeda kan? Bisa sampai US$ 150? Jatuh Trump sudah. Bukan kita yang jatuh, tetapi di sana. Kalau kita masih dijaga di sini,” kata Purbaya.

(Sumber:Purbaya Sentil Ekonom soal 2 Bulan Lagi Ekonomi RI Hancur.)

Biasa Pakai Rolls-Royce, PM Thailand Beralih Naik BYD Gegara Krisis BBM

Jakarta (VLF) – Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul terlihat beralih menggunakan mobil listrik BYD Sealion 7. Padahal, biasanya dia menggunakan Rolls-Royce.

Harga minyak mentah dunia melonjak. Hal ini juga mempengaruhi harga BBM yang dijual di tiap negara. Di Thailand misalnya, per Kamis pagi, harga BBM naik, bahkan yang tertinggi dalam beberapa dekade terakhir setelah pemerintah setempat mengambil langkah untuk membatasi subsidi yang tertekan akibat melonjaknya harga minyak global.

Dikutip Bloomberg, kenaikan harga BBM di Thailand itu sebesar 6 baht per liter atau setara Rp 3.092. Dengan demikian kenaikan harga bensin itu sekitar 14-22 persen. Untuk harga solar yang merupakan tulang punggung transportasi, pertanian, dan industri di Thailand juga tercatat naik 18 persen.

Setelah pengumuman kenaikan harga pada Rabu malam, antrean mengular di po bensin. Banyak warga khawatir BBM akan makin langka dan harganya naik dalam beberapa pekan ke depan.

Di tengah ketidakpastian harga BBM tersebut, PM Thailand juga terlihat mulai beralih menggunakan mobil listrik. Media Thailand, Thai Enquirer, mengunggah foto-foto PM Thailand menggunakan BYD Sealion 7. Padahal, biasanya PM Thailand menumpangi mobil mewah Rolls-Royce.

“Anutin, yang merupakan pencinta mobil dan memiliki koleksi berbagai kendaraan hingga pesawat, hari ini terlihat menggunakan mobil listrik buatan China BYD terbaru menuju Gedung Pemerintahan, markas Perdana Menteri,” begitu tulis Thai Enquirer.

Thailand sebelumnya menyebut masih memiliki stok bahan bakar hingga 100 hari ke depan dengan catatan konflik antara AS-Israel vs Iran segera mereda. Di sisi lain pemerintah Thailand juga memberikan subsidi BBM sebesar 10 juta dolar per tahun.

Anutin juga mengeluarkan peringatan keras ke para penimbun BBM dan bakal memberikan sanksi berat kalau kedapatan menaikan harga minyak.

(Sumber:Biasa Pakai Rolls-Royce, PM Thailand Beralih Naik BYD Gegara Krisis BBM.)