Author: ADMIN VLF

Bahlil Minta Rakyat Hemat Gas: Kalau Masak Pakai LPG, Jangan Kompornya Boros

Jakarta (VLF) – Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengajak seluruh masyarakat melakukan langkah penghematan dalam menghadapi krisis BBM buntut konflik di Timur Tengah. Bahlil mencontohkan pentingnya masyarakat menghemat gas saat memasak.

“Saya memohon, menyarankan agar ayok, kita harus memakai energi dengan bijak. Yang tidak perlu, saya sarankan jangan. Contoh, katakanlah, kalau masak pakai LPG, kalau masakannya udah masak, jangan kompornya boros,” kata Bahlil di Colomadu dalam siaran YouTube Kementerian ESDM, dikutip Jumat (27/3/2026).

Ketum Partai Golkar ini meminta masyarakat betul-betul bijak dalam menggunakan komoditas energi. Dengan begitu, sambungnya, pasokan energi Indonesia akan lebih baik.

“Karena ini kita harus betul-betul minta bantuan rakyat untuk kita bersama-sama untuk memakai energi yang bijaksana. Kalau ini kita mampu lakukan bersama-sama Insyaallah energi kita ke depan akan semakin baik,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Bahlil mengaku diperintahkan Presiden Prabowo Subianto untuk mencari sumber pasokan minyak setelah terdampak krisis akibat perang Iran dengan AS-Israel. Dia menegaskan pemerintah akan mengoptimalkan pasokan yang ada di dalam negeri.

“Bapak Presiden semalam memerintahkan kepada saya dan tim untuk segera mencari pasokan-pasokan minyak kita dari hampir semua negara. Kemudian mengoptimalkan semua energi yang ada pada kita,” ujarnya.

(Sumber:Bahlil Minta Rakyat Hemat Gas: Kalau Masak Pakai LPG, Jangan Kompornya Boros.)

WFH ASN Jatim Tiap Rabu Mulai April, Hemat BBM 108 Ribu Liter

Jakarta (VLF) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai mematangkan skema Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN).

ak sekadar fleksibilitas kerja, kebijakan ini diklaim mampu menghemat konsumsi bahan bakar hingga ratusan ribu liter per pekan tanpa mengganggu pelayanan publik.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa resmi menetapkan penerapan Work From Home (WFH) bagi ASN di lingkungan Pemprov Jatim setiap hari Rabu. Kebijakan ini akan mulai diberlakukan pada April 2026 sebagai bagian dari upaya efisiensi energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM).

“Mulai minggu depan WFH kita dilaksanakan pada hari Rabu. Jadi Senin, Selasa, Kamis dan Jumat kita bekerja secara hadir langsung. Sistem WFH ini kita laksanakan selaras dengan kebijakan penghematan BBM dan energi dari pemerintah pusat,” kata Khofifah di Surabaya, Rabu (25/3/2026).

Khofifah menegaskan, kebijakan ini bukan bentuk pelonggaran kerja, melainkan mekanisme kerja fleksibel yang tetap menuntut kedisiplinan dan produktivitas tinggi dari ASN.

“Dengan sistem WFH, pelayanan publik tidak boleh berkurang. Justru kinerja harus tetap optimal dan koordinasi harus semakin kuat. Sektor pelayanan publik tertentu tetap masuk penuh,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa konsep yang diterapkan adalah WFH, bukan Work From Anywhere (WFA). Menurutnya, bekerja dari rumah dinilai lebih efektif dalam menjaga kontrol dan disiplin kerja.

“WFH, bukan WFA. Kalau anywhere nanti bisa di tempat wisata, bisa di kafe, bisa di mana. Tapi WFH di rumah, rasanya ada keluarga yang ikut memonitor bahwa yang bersangkutan benar-benar sedang bekerja,” jelasnya.

Menurut Khofifah, pemilihan hari Rabu bukan tanpa alasan. Awalnya, opsi hari Jumat sempat dipertimbangkan, namun dinilai berisiko memicu long weekend yang justru meningkatkan konsumsi BBM.

“Kalau hari Jumat, ada kecenderungan bablas menjadi long weekend. Ini yang kita hindari,” kata Khofifah dalam sambutannya saat memimpin Apel Perdana ASN Pemprov Jatim usai libur dan cuti bersama Lebaran 2026 di Kantor Gubernur Jatim.

“Awalnya kita mengukur hari Jumat. Tapi Jumat bisa bablas long weekend, bukan tambah hemat malah tidak hemat,” jelasnya.

Ia memaparkan, rata-rata ASN Pemprov Jatim menempuh perjalanan sekitar 14 kilometer sekali jalan atau 28 kilometer pulang-pergi setiap hari. Jika WFH ditempatkan di hari Jumat, potensi mobilitas tambahan untuk rekreasi atau perjalanan lain justru meningkat.

“Kalau setiap minggu jadi long weekend, justru konsumsi BBM bisa meningkat karena mobilitas untuk rekreasi atau perjalanan lain,” paparnya.

Sebaliknya, penempatan WFH di tengah pekan dinilai mampu menjaga ritme kerja tetap optimal tanpa memicu lonjakan mobilitas.

“Nanti akan segera kita umumkan, mulai minggu depan WFH kita jatuhnya hari Rabu. Jadi tidak memicu long weekend,” ungkapnya.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menambahkan, kebijakan ini berpotensi menghemat BBM dalam jumlah besar setiap pekan.

“Mohon disesuaikan lagi angkanya tapi angka perhitungan kasar sekitar 108.000 liter,” kata Emil di Surabaya, Rabu (25/3/2025).

Menurut Emil, angka tersebut dihitung dari total ASN Pemprov Jatim sekitar 81.700 orang dengan asumsi rata-rata jarak tempuh dan konsumsi BBM kendaraan.

“81.700 ASN kalau asumsinya per ASN minimal menempuh 15 kilometer (sekali pergi, ditotal 30 kilometer pulang pergi) itu memang tingkat penghematannya bisa sampai 108.000 Liter. Kalau asumsinya naik motor dan kalau asumsinya 40 sampai 50 kilometer itu 1 sampai 2 Liter kalau naik motor. Nah, kalau asumsinya beda, saya tidak bisa meng-capture seluruh dari jenis-jenis kendaraan dan konsumsi BBM ya, karena masing-masing kendaraan beda soal perhitungan bahan bakar,” jelasnya.

“Jadi inilah yang kemudian 108.000 liter artinya penghematannya. Kalau diasumsikan mereka seluruhnya 81.000 itu naik motor,” tambahnya.

Meski demikian, Emil menegaskan tidak semua ASN dapat menjalankan WFH, terutama tenaga pendidik dan tenaga kesehatan yang harus memberikan layanan langsung kepada masyarakat.

“Sedangkan kita juga tahu ada 40 ribu lebih tenaga pendidik dan juga tenaga kesehatan yang kemudian mereka kalau tidak ada study from home ya pasti mereka tetap harus masuk,” tegasnya.

“Tenaga kesehatan dan tenaga pendidikan ini memang sudah didesain kerjanya dia itu adalah kerja piket. Nah, sehingga dan pelayanannya harus langsung ketemu masyarakat, enggak bisa daring, kecuali pendidikan. Tapi kita baru memperhatikan pernyataan dari Menko PMK bahwa tidak menerapkan pembelajaran secara daring tapi tetap luring begitu ya, jadi kita masih menunggu arahannya,” tandasnya.

Lebih lanjut, Khofifah menegaskan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) wajib memastikan layanan publik tetap berjalan normal tanpa gangguan selama penerapan WFH.

“Hari ini semua layanan kita harus berjalan 100 persen. Tidak boleh ada yang berkurang,” tegasnya.

Ia juga menginstruksikan pengawasan ketat terhadap kehadiran dan kinerja ASN, baik PNS, PPPK, maupun tenaga paruh waktu.

“Absensi akan dipantau. Semua pegawai harus masuk 100 persen, baik yang paruh waktu, PPPK, maupun PNS,” tambahnya.

Khofifah berharap, kebijakan ini mampu menciptakan keseimbangan antara fleksibilitas kerja, produktivitas, serta tanggung jawab pelayanan publik, sekaligus mendukung efisiensi energi di Jawa Timur.

“Hari ini bukan sekadar hari pertama kita kembali bekerja, tetapi menjadi momentum reset semangat, memperkuat soliditas dan solidaritas serta komitmen kita sebagai ASN,” ungkapnya.

“Seluruh jajaran ASN harus kembali bekerja dengan kualitas yang lebih baik, lebih profesional, lebih bertanggung jawab, dan lebih berorientasi pada pelayanan,” tambahnya.

Khofifah mengingatkan, kinerja ASN tetap optimal meskipun ada kebijakan WFH.

“Tidak boleh ada penurunan ritme kerja pasca-libur. Hari pertama ini menjadi tolok ukur komitmen kita dalam menjaga kepercayaan masyarakat,” tegasnya.

“Semoga momentum Idul Fitri ini semakin mempererat silaturahmi, memperkuat kebersamaan, serta menumbuhkan semangat baru dalam pengabdian kita kepada masyarakat Jawa Timur,” pungkasnya.

(Sumber:WFH ASN Jatim Tiap Rabu Mulai April, Hemat BBM 108 Ribu Liter.)

Perang Timur Tengah Bikin Subsidi BBM Malaysia Bengkak 4 Kali Lipat

Jakarta (VLF) – Perang Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran berimbas terhadap kenaikan harga minyak global. Di Malaysia, beban subsidi bahan bakar melonjak lebih dari empat kali lipat dalam waktu kurang dari seminggu.

Dilansir detikFinance, Perdana Menteri Anwar Ibrahim menyampaikan subsidi bulanan nasional untuk bahan bakar minyak (BBM) jenis RON 95 dan solar telah naik menjadi 3,2 miliar ringgit atau setara US$ 810,9 juta (Rp 13,6 triliun, dengan asumsi kurs Rp 16.869) dari 700 juta ringgit atau setara US$ 177,4 juta (Rp 2,9 triliun).

Kenaikan harga minyak dunia terjadi akibat terganggunya jalur Selat Hormuz. Jalur ini merupakan urat nadi yang dilewati 20% pasokan minyak dunia.

“Dalam waktu kurang dari seminggu, harga minyak global melonjak dari sekitar US$ 70 menjadi hampir US$ 120 per barel,” ujar Anwar dikutip dari South China Morning Post, Kamis (25/3/2026).

Malaysia tetap bergantung pada impor meski menjadi negara penghasil minyak, di mana hampir separuh pasokannya didatangkan melalui rute yang terdampak konflik tersebut. Berdasarkan data tahun lalu, Malaysia mengekspor minyak senilai US$ 5,5 miliar.

Namun, harus mengimpor hingga US$ 12,6 miliar. Artinya, ada tekor atau defisit lebih dari US$ 7 miliar.

“Malaysia memang menghasilkan minyak, tetapi kita juga mengimpor lebih banyak minyak daripada yang kita ekspor,” tambah Anwar.

Anwar menjelaskan, bahwa minyak mentah yang diimpor tidak bisa langsung dipakai. Ada biaya penyulingan, transportasi, hingga asuransi yang semuanya ikut meroket saat perang pecah.

Kenaikan harga minyak dunia tentu mengancam biaya transportasi, harga pangan, hingga pengeluaran rumah tangga warga Malaysia.

Pemerintah Malaysia pun telah menaikkan subsidi agar masyarakatnya tidak menanggung beban penuh dari kenaikan harga global tersebut. Anwar optimistis situasi tersebut dapat dilewati, mengingat pernah berhasil mengatasi badai serupa sebelumnya.

“Di masa-masa sulit ini, Malaysia memilih untuk menyerap sebagian dari tekanan biaya global demi melindungi rakyat,” jelas Anwar.

(Sumber:Perang Timur Tengah Bikin Subsidi BBM Malaysia Bengkak 4 Kali Lipat.)

DPR: Jangan Sampai Kebijakan WFH untuk Hemat BBM Malah Jadi Long Weekend

Jakarta (VLF) – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mewanti-wanti pemerintah soal rencana penerapan kebijakan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan untuk menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM). DPR setuju dengan penerapan satu hari WFH asal tidak berdekatan dengan waktu libur Sabtu-Minggu sehingga tak menjadi long weekend.

Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Komisi II DPR, Muhammad Khozin, mengingatkan WFH di hari Jumat berpotensi meningkatkan mobilitas di akhir pekan. Ia khawatir pemilihan WFH di hari Jumat justru bakal menjadi momen libur panjang.

“WFH di hari Jumat justru berpotensi meningkatkan mobilitas masyarakat jelang akhir pekan. WFH hari Jumat berpotensi berubah menjadi ‘long weekend’ karena berdekatan dengan akhir pekan,” kata Khozin, Rabu (25/3/2026) dilansir dari detikNews.

Khozin pun mengingatkan kebijakan WFH harus menyasar ke target tujuan. Ia tak ingin penetapan WFH justru meningkatkan penggunaan BBM dan mobilitas warga. “Yang artinya, tujuan WFH menjadi bias karena mobilitas warga masih tetap tinggi,” ujarnya.

Anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Irawan, juga mewanti-wanti hal yang sama. WFH tiap Jumat bisa ditafsirkan long weekend sehingga berpotensi akan disalahgunakan para pekerja untuk berwisata.

“Kalau WFH dilaksanakan hari Jumat, potensial hari tersebut digunakan justru untuk berwisata. Publik bisa menganggap jadi hari libur panjang,” kata Ahmad Irawan kepada wartawan, Rabu (25/3/2026).

Legislator Partai Golongan Karya (Golkar) ini menilai WFH di Jumat akan berpotensi menyimpang dari tujuan. Ia khawatir penghematan BBM justru tak dilakukan lantaran ramai-ramai memaknai WFH itu sebagai libur panjang.

“Dari awalnya kita bermaksud untuk menghemat penggunaan BBM, justru tujuan tersebut bisa tidak tercapai,” ungkap Irawan.

Irawan mempertimbangkan usulan WFH setiap Rabu. Ia menilai ada kecenderungan pegawai bisa memperpanjang masa liburnya jika WFH pada Senin. Sedangkan WFH pada Kamis, menurutnya, masyarakat berpotensi mengambil cuti di Jumat dan rentang libur bisa lebih lama lagi. Menurutnya, pertimbangan dari segala aspek perlu dikaji oleh pemerintah.

“Mengenai usulan hari, sebenarnya WFH paling tepat itu hari Rabu setiap minggunya. Pertimbangannya sebagai berikut: Kalau hari Senin, masyarakat punya kecenderungan memperpanjang libur akhir pekannya. Kalau Kamis, orang bisa mengajukan cuti atau libur untuk hari Jumat. Jadi masyarakat bisa liburan Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu,” tutur Irawan.

(Sumber:DPR: Jangan Sampai Kebijakan WFH untuk Hemat BBM Malah Jadi Long Weekend.)

Kinerja ASLC Melesat, WBSA Siap IPO Saat IHSG Ditutup Naik 2,75%

Jakarta (VLF) –

Market Overview

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona hijau dengan kenaikan 2,75% ke level 7.302,12 pada perdagangan Rabu (25/03).

Penguatan indeks ditopang oleh lonjakan saham-saham unggulan seperti ASII yang melesat 13,79%, disusul TLKM 8,20% dan BMRI 5,07%. Sebaliknya, tekanan datang dari BBNI yang terkoreksi 7,97%, serta saham EMAS yang turun 10,53% dan DCII melemah 1,90%.

Aliran dana asing tercatat masuk ke pasar dengan nilai beli bersih Rp55,57 miliar di pasar reguler dan Rp103,12 miliar secara keseluruhan.

Dari sisi sektor, mayoritas atau 9 dari 11 sektor ditutup menguat, dengan sektor industrial mencatat kenaikan tertinggi sebesar 5,98%. Sementara itu, sektor basic industry menjadi satu-satunya yang mengalami pelemahan terdalam, meski terbatas di 0,17%.

Sentimen positif juga datang dari pasar global. Bursa saham Amerika Serikat kompak ditutup menguat, dengan Dow Jones naik 0,66% ke 46.429, S&P 500 menguat 0,54% ke 6.591, dan Nasdaq naik 0,77% ke 21.929.

Selain itu, rencana efisiensi belanja pemerintah, termasuk penyesuaian anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Rp40 triliun, turut menjadi dorongan bagi pasar. Kebijakan tersebut juga berdampak pada penguatan indeks ETF Indonesia (EIDO) sebesar 4,72% dan MSCI Indonesia sebesar 3,98%.

Kabar Emiten

PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC)

ASLC membukukan peningkatan pendapatan sebesar 14,51% menjadi Rp1,00 triliun pada 2025, dibandingkan Rp876,55 miliar pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini ditopang oleh segmen kendaraan bekas yang meningkat 21,27% menjadi Rp730,54 miliar, terutama melalui platform Caroline.id.

Dari sisi volume, penjualan mobil bekas mencapai 4.500 unit sepanjang 2025, naik 24,50% dari realisasi 2024 sebanyak 3.614 unit. Secara pergerakan harga, saham ASLC menunjukkan sinyal penguatan lanjutan setelah menembus pola double bottom dan didukung indikasi bullish divergence, dengan potensi menuju area Rp83.

PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA)

WBSA tengah menjalani masa penawaran awal (book building) pada 25–27 Maret, sebelum dijadwalkan melantai di bursa pada 10 April. Perusahaan ini bergerak di sektor logistik terpadu yang mencakup distribusi darat, laut, udara, hingga pergudangan. WBSA menargetkan perolehan dana hingga Rp306 miliar dengan kisaran harga penawaran Rp150–170 per saham.

Saat ini, mayoritas saham WBSA dimiliki oleh Tiga Beruang Kalifornia PTE. LTD sebesar 99,69%. Dana hasil penawaran saham perdana direncanakan untuk ekspansi melalui akuisisi PT Bermuda Inovasi Logistik senilai Rp215 miliar, serta mendukung kebutuhan operasional perusahaan.

Rekomendasi Saham Hari Ini

TLKM – Buy 3240-3260 | TP 3330-3410 | SL 3100

BMRI – Buy 4900-4930 | TP 5025-5100 | SL 4630

DEWA – Buy 450-456 | TP 470-480 | SL 420

UNTR – Buy 30600-30700 | TP 31400-31800 | SL 28800

IRSX – Buy 430-434 | TP 446-462 | SL 408

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.

(Sumber:Kinerja ASLC Melesat, WBSA Siap IPO Saat IHSG Ditutup Naik 2,75%.)

Komisi IX DPR Dukung Menkes Gandeng KPK Bongkar Dugaan Korupsi Harga Obat

Jakarta (VLF) – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meneken kerja sama bersama KPK untuk membongkar dugaan korupsi di sektor kesehatan dalam mengatasi harga obat di RI mahal. Wakil Ketua Komisi IX DPR Yahya Zaini mendukung langkah Menkes tersebut.

“Saya mendukung langkah Menkes untuk menekan harga obat supaya harga bisa murah. Termasuk menekan peluang terjadinya korupsi dengan membuat MoU dengan KPK. Kerja sama tersebut kalau bisa tidak hanya berupa penindakan tetapi yang juga lebih penting kerja sama dibidang pencegahan,” kata Yahya kepada wartawan, Jumat (13/3/2026).

Politikus Golkar ini menilai salah faktor harga obat di Indonesia masih mahal karena 90% bahan baku obat di RI masih impor, khususnya dari China dan India. Menurutnya, ketergantungan terhadap bahan baku impor sangat rentan dengan rantai pasok global.

“Jika harga dolar amerika naik maka harga bahan baku juga meningkat, sehingga berdampak terhadap harga obat di dalam negeri. Seperti sekarang, dengan adanya perang di Timur Tengah nilai tukar rupiah terus meningkat. Ini secara langsung akan berdampak terhadap harga bahan baku obat,” ujarnya.

Dorongan Bangun Industri Obat

Yahya lantas mendorong pemerintah membangun industri bahan baku obat di dalam negeri. Menurut dia, kerja sama pemerintah melalui Kemenkes dengan Kementerian Perindustrian, Kemensaintek Dikti, dan BRIN sangat diperlukan.

“Kita tidak boleh tergantung selamanya kepada bahan baku impor. Sudah saatnya dilakukan inovasi melalui riset dan pengembangan yang serius. Dan sudah saatnya ada rintisan ke arah itu. Kita harus menjadi bangsa yang mandiri di bidang obat-obatan dan bahan baku obat,” ujarnya.

“Untuk menekan harga obat juga perlu diperhatikan pajak bahan baku obat impor tidak boleh tinggi bahkan kalau perlu ditekan sekecil mungkin untuk melindungi masyarakat,” pungkasnya.

Menkes Gandeng KPK

Diketahui, Menkes Budi Gunadi Sadikin menduga mahalnya harga obat di Indonesia berkaitan dengan potensi korupsi sistemik di industri kesehatan. Dia meminta KPK membantu memeriksa persoalan tersebut.

Hal ini disampaikan Menkes Budi saat memberikan sambutan dalam acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan KPK terkait upaya pemberantasan tindak pidana korupsi di sektor kesehatan di gedung Kemenkes, Jakarta, Rabu (11/3).

Budi menyampaikan salah satu keluhan yang paling sering dirasakan masyarakat disebutnya adalah harga obat di Indonesia jauh lebih mahal dibandingkan negara lain, termasuk Malaysia.

“Yang mungkin paling banyak dirasakan masyarakat ya harga obat mahal. Kita sama Malaysia itu bedanya bisa lebih mahal 3 kali sampai 5 kali,” kata Budi dalam sambutannya seperti dikutip detikHealth.

(Sumber:Komisi IX DPR Dukung Menkes Gandeng KPK Bongkar Dugaan Korupsi Harga Obat.)

Puluhan Negara Lepas Cadangan Minyak Terbesar dalam Sejarah

Jakarta (VLF) – Badan Energi Internasional (IEA) akan melepas 400 juta barel minyak untuk mengompensasi hilangnya pasokan minyak akibat penutupan Selat Hormuz di tengah serangan AS-Israel terhadap Iran.

Pengumuman itu disampaikan pada Rabu (11/03) oleh Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol, setelah pemerintah Iran mengancam tidak akan mengizinkan “se-liter pun minyak mentah” melintasi jalur laut yang selama ini mengalirkan lebih dari 20% minyak global.

Birol menyatakan, 32 negara anggota IEA sepakat melepas cadangan minyak terbesar dalam sejarah lembaga tersebut.

Kendati langkah ini ditempuh, harga minyak kembali naik pada Kamis (12/03). Minyak Brent sempat melonjak lebih dari 9% dalam perdagangan di Asia, melampaui US$100 per barel, sebelum kemudian terkoreksi ke kisaran US$97,50.

IEA merupakan organisasi internasional yang mengoordinasikan kebijakan energi dan pengelolaan cadangan minyak strategis milik 32 negara industri, yang sebagian besar merupakan ekonomi maju di Eropa, Amerika Utara, dan Asia-Pasifik.

Pengumuman itu disampaikan setelah beberapa hari blokade berlangsung di Selat Hormuz. Dalam beberapa jam terakhir, wilayah itu mengalami serangkaian serangan terhadap tiga kapal kargo. Sedikitnya satu serangan diklaim oleh Teheran.

Pada saat bersamaan, Irak melaporkan bahwa dua kapal tanker minyak asing turut diserang di salah satu pelabuhannya.

Beberapa jam setelah pernyataan IEA, pemerintah Amerika Serikat mengumumkan akan melepas 172 juta barel minyak dari cadangan daruratnya sebagai bagian dari upaya internasional terkoordinasi untuk menurunkan harga energi global.

Pengiriman cadangan minyak strategis AS diperkirakan mulai dilakukan pekan depan dan akan berlangsung sekitar 120 hari.

Tantangan yang belum pernah ada

“Skala tantangan yang kita hadapi di pasar minyak benar benar belum pernah terjadi. Karena itu, saya sangat senang negara negara anggota IEA merespons dengan langkah darurat kolektif yang juga belum pernah dilakukan sebelumnya,” ujar Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol.

IEA menjelaskan bahwa cadangan darurat akan dilepas ke pasar dalam rentang waktu yang disesuaikan dengan kondisi nasional setiap negara anggota.

IEA merupakan organisasi internasional yang mengoordinasikan kebijakan energi dan pengelolaan cadangan minyak strategis milik 32 negara industri, yang sebagian besar merupakan ekonomi maju di Eropa, Amerika Utara, dan Asia-Pasifik. (Getty Images)

Sebanyak 400 juta barel minyak setara dengan empat hari konsumsi global atau volume yang dalam kondisi normal mengalir melalui Selat Hormuz dalam 20 hari.

Ini merupakan keenam kalinya IEA menyetujui pelepasan terkoordinasi cadangan minyak. Sebelumnya, pelepasan cadangan minyak dilakukan pada 1991, 2005, 2011, serta dua kali pada 2022.

Menurut data lembaga tersebut, negara negara anggota IEA menyimpan lebih dari 1,2 miliar barel cadangan darurat, di luar sekitar 600 juta barel lainnya yang disimpan industri minyak untuk memenuhi kewajiban hukum yang ditetapkan pemerintah masing masing.

  • Negara-negara di Asia mulai antisipasi gejolak harga minyak, Presiden Prabowo singgung BBM dari sawit hingga tebu
  • Stok cadangan BBM nasional hanya cukup 20 hari ‘Sangat riskan’, kata pengamat

Harga minyak Brent dan WTI berada di kisaran US$60 sebelum perang di Iran meletus pada 28 Februari, level yang tergolong rendah secara historis karena pasokan yang melimpah.

Konflik tersebut mendorong harga minyak menembus US$100 per barel, meski dalam beberapa hari terakhir sempat turun ke kisaran US$80-US$90.

Namun gelombang serangan baru yang dilancarkan Iran dalam beberapa jam terakhir terhadap kapal tanker yang berusaha melintas di Selat Hormuz kembali mengerek harga minyak mentah di atas US$100.

Pada awal perdagangan Kamis (12/03), minyak Brent melonjak lebih dari 9% di pasar Asia dan sempat melampaui US$100 per barel, sebelum terkoreksi ke sekitar US$97,50.

Bagaimanapun, harga bensin telah naik di hampir seluruh negara, dan banyak pemerintah menyiapkan langkah darurat bila krisis energi memburuk.

Serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz dan Irak

Pada Rabu (11/03), pemerintah Iran menyatakan telah mengakhiri kebijakan serangan militer resiprokal dan kini akan berfokus pada upaya memblokade Selat Hormuz.

Para analis menilai langkah ini sebagai upaya memanfaatkan kendali atas selat tersebut untuk mendorong kenaikan harga minyak dan meningkatkan biaya perang bagi Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya.

Kebijakan Teheran kini akan menjadi “serangan demi serangan”, ujar juru bicara Markas Komando Militer Khatam al Anbiya, Ebrahim Zolfaqari, dalam sebuah pernyataan.

Ia menegaskan Iran tidak akan mengizinkan “se-liter pun minyak” melewati Selat Hormuz menuju AS, Israel, maupun para sekutunya.

“Setiap kapal atau tanker yang menuju mereka akan menjadi target sah,” katanya memperingatkan.

“Bersiaplah melihat harga minyak mencapai US$200 per barel, karena harga minyak bergantung pada keamanan regional yang telah kalian ganggu,” ujarnya.

Pada Rabu (11/03), tiga kapal diserang di Selat Hormuz. Dua kapal mengalami kerusakan, sementara satu lainnya kapal kargo berbendera Thailand yang menurut Angkatan Laut Thailand merupakan kapal Bernama Mayuree Naree terbakar setelah terkena serangan di lepas pantai Oman.

Menurut otoritas maritim Thailand, kapal tersebut terkena proyektil yang memicu kebakaran di atas kapal. Angkatan Laut Oman dikerahkan ke lokasi untuk membantu penyelamatan dan evakuasi 20 awak kapal. Seluruh awak merupakan warga Thailand, tiga di antara mereka terluka.

Pemerintah Iran mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

  • Harga minyak dunia melonjak setelah kapal-kapal diserang di dekat Selat Hormuz
  • Apa yang terjadi jika Iran menutup Selat Hormuz yang menjadi jalur minyak global?
  • Sejauh mana dampak perang AS-Israel dengan Iran terhadap stabilitas ekonomi-politik Indonesia?

Tak lama kemudian, juru bicara angkatan bersenjata Irak melaporkan bahwa satu awak kapal tewas dan 38 lainnya berhasil diselamatkan setelah serangan terhadap dua kapal tanker minyak asing di Pelabuhan Al Faw.

“Dua kapal tanker menjadi sasaran tindakan sabotase pengecut,” kata Letnan Jenderal Saad Maan, seperti dikutip kantor berita Irak, INA.

Ia menambahkan bahwa “serangan terjadi di perairan teritorial Irak” dan bahwa hal itu “merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan Irak.”

Seorang sumber keamanan Irak di Basra mengatakan kepada CNN bahwa sebuah kapal Iran yang membawa bahan peledak diyakini menabrak kedua kapal tersebut. Namun, sumber itu menegaskan penyelidikan masih berlangsung.

Organisasi Pemasaran Minyak Negara Irak menyatakan penyesalan mendalam atas insiden itu. Otoritas Irak menambahkan bahwa operasi di pelabuhan minyak dihentikan sementara menyusul serangan tersebut.

Sementara itu, Observatorium Maritim Inggris melaporkan bahwa 13 kapal telah diserang di Selat Hormuz dan Teluk Oman sejak 28 Februari hingga saat ini.

Lonjakan harga minyak adalah ‘harga kecil yang harus dibayar’

Presiden AS Donald Trump memandang lonjakan harga minyak sebagai “harga kecil” yang harus dibayar untuk menghilangkan ancaman program nuklir Iran.

“(Kenaikan) harga minyak jangka pendek, yang akan turun dengan cepat ketika penghancuran ancaman nuklir Iran berakhir, adalah harga yang sangat kecil yang harus dibayar untuk AS dan dunia, keamanan, dan perdamaian. Hanya orang bodoh yang akan berpikir berbeda,” tulis Trump di Truth Social.

Dia menegaskan bahwa pasukan militernya telah “menyerang 28 penebar ranjau sejauh ini,” merujuk pada kapal-kapal Iran yang diduga dipersiapkan untuk memasang ranjau bagi kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.

Militer AS, yang selama beberapa hari terakhir mencari cara meredakan ancaman terhadap lalu lintas maritim di selat tersebut, mengisyaratkan kemungkinan serangan terhadap pelabuhan-pelabuhan di pesisir selatan Iran.

Komando Pusat AS (CENTCOM) memperingatkan warga sipil Iran untuk “segera menjauhi” seluruh pelabuhan di sepanjang selat tempat angkatan laut AS beroperasi.

Centcom menyatakan rezim Iran menggunakan pelabuhan sipil untuk “operasi militer yang mengancam pelayaran internasional.”

“Tindakan berbahaya ini membahayakan nyawa orang-orang tak bersalah,” demikian peringatan tersebut.

Centcom menegaskan bahwa pelabuhan sipil yang digunakan untuk tujuan militer kehilangan status perlindungannya dan menjadi “target militer sah menurut hukum internasional.”

Sebelumnya, Centcom merilis gambar yang disebut sebagai 16 kapal penebar ranjau Iran yang dihancurkan di dekat Selat Hormuz.

Trump juga menyatakan pada Rabu (11/03), kepada media Axios, bahwa perang akan “segera” berakhir dan bahwa “praktis tidak ada lagi yang tersisa untuk diserang.”

“Kapan pun ini selesai, ya selesai,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menyatakan bahwa perang “akan berlanjut tanpa batas waktu.”

Dia berpendapat konflik akan terus berjalan selama diperlukan hingga seluruh tujuan kampanye bersama Israel-Amerika Serikat yang diluncurkan pada 28 Februari tercapai, menurut laporan kantor berita Reuters dan The Times of Israel.

Apa yang dilakukan produsen minyak di Timur Tengah?

Dalam situasi ini, sejumlah negara produsen di kawasan berupaya mencari alternatif untuk menghadapi krisis di Selat Hormuz.

Arab Saudi meningkatkan aliran minyak mentah melalui jaringan pipa EastWest miliknya, sementara negara negara penghasil minyak lain di Teluk Persia memilih memangkas produksi, demikian dilaporkan koresponden BBC News untuk Timur Tengah, Sameer Hashmi, dari Riyadh.

Jaringan pipa sepanjang 1.200 km itu menyalurkan minyak dari ladang-ladang di Teluk menuju terminal ekspor di Laut Merah, yang memangkas titik kemacetan energi di Selat Hormuz.

Sebelum krisis saat ini, pipa EastWest Arab Saudi mengangkut sekitar 2,8 juta barel minyak per hari.

CEO perusahaan minyak raksasa Arab Saudi, Aramco, Amin Nasser, pada Selasa (10/03), memastikan bahwa pihaknya kini meningkatkan aliran minyak mendekati kapasitas maksimum sekitar 7 juta barel per hari. Pada saat bersamaan, kapal kapal tanker mengalihkan operasi pengiriman ke pelabuhan pelabuhan Arab Saudi di Laut Merah.

Arab Saudi dan Uni Emirat Arab termasuk produsen minyak yang memiliki jaringan pipa untuk menghindari ketergantungan pada Selat Hormuz.

Jaringan Abu Dhabi Crude Pipeline di Uni Emirat Arab mampu menyalurkan sekitar 1,8 juta barel per hari ke Pelabuhan Fujairah di Teluk Oman.

Namun, bahkan pada kapasitas penuh, jaringan pipa milik Arab Saudi dan Uni Emirat Arab hanya dapat mengangkut kurang dari setengah volume minyak mentah yang biasanya melewati Selat Hormuz.

Produsen lain di Teluk yang tidak memiliki alternatif serupa seperti Kuwait dan Irak mulai memangkas produksi.

Amin Nasser menggambarkan gangguan saat ini sebagai “krisis terbesar yang pernah dihadapi industri minyak dan gas kawasan.”

  • Negara-negara di Asia mulai antisipasi gejolak harga minyak, Presiden Prabowo singgung BBM dari sawit hingga tebu
  • AS-Israel vs Iran: Siapa yang lebih dulu kehabisan amunisi, dan apakah stok amunisi menentukan pemenang perang?
  • Stok cadangan BBM nasional hanya cukup 20 hari ‘Sangat riskan’, kata pengamat

(Sumber:Puluhan Negara Lepas Cadangan Minyak Terbesar dalam Sejarah.)

Harga Minyak Tembus US$ 100/Barel Usai Iran Ancam Tetap Tutup Selat Hormuz!

Jakarta (VLF) – Harga minyak mentah tembus US$ 100 per barel pada Kamis (12/3) di tengah memanasnya Selat Hormuz. Pemimpin baru Iran diduga mengatakan Selat Hormuz akan tetap ditutup dan serangan terhadap kapal-kapal di Teluk membuat para pedagang energi khawatir.

Dalam komentar yang disampaikan seorang pembawa acara di televisi pemerintah Iran, Mojtaba Khamenei memperingatkan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup. Peringatan juga berisi tentang kemungkinan serangan lebih lanjut terhadap pangkalan militer Amerika Serikat (AS).

Komentar yang diduga disampaikan pemimpin baru Iran tersebut muncul beberapa jam setelah Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan bahwa pasokan minyak akan semakin menyusut jika kapal-kapal tidak melanjutkan transit melalui Selat Hormuz, yang biasanya menjadi jalur bagi sekitar seperlima produksi minyak global harian.

“Perang di Timur Tengah menciptakan gangguan pasokan terbesar dalam sejarah pasar minyak global,” kata IEA dikutip dari CNN, Jumat (13/3/2026).

Harga minyak mentah Brent naik 9% menjadi di atas US$ 100 per barel. Sementara itu, harga WTI naik dengan margin yang sama menjadi di atas US$ 95 per barel.

Menurut Capital Economics, harga minyak di kisaran US$ 90-100 per barel. Jika bertahan lama, kondisi ini dinilai berisiko mendorong inflasi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi di negara-negara ekonomi utama.

Harga minyak tetap tinggi meskipun 32 negara ekonomi terbesar di dunia, termasuk AS sepakat untuk menambah 400 juta barel minyak ke pasar global. Langkah yang dipimpin IEA itu bertujuan untuk membatasi kenaikan harga minyak dan memperkuat pasokan minyak mentah yang terganggu oleh perang di Iran.

Nyatanya hampir terblokirnya Selat Hormuz telah menghambat sekitar 15 juta barel minyak mentah dan 5 juta barel produk minyak lainnya dari pasar global setiap hari. Itu artinya penambahan 400 juta barel minyak mentah yang direncanakan hanya akan terserap dalam 26 hari.

“Dari perspektif pasar, masalahnya adalah investor semakin memperhitungkan konflik yang lebih berkepanjangan yang menyebabkan kerusakan ekonomi yang luas,” tutur Kepala Penelitian Makroekonomi Global di Deutsche Bank, Jim Reid.

(Sumber:Harga Minyak Tembus US$ 100/Barel Usai Iran Ancam Tetap Tutup Selat Hormuz!.)

Bahlil Buka-bukaan Kondisi Stok BBM Nasional

Jakarta (VLF) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta masyarakat tidak perlu khawatir, bahkan panik terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM)
Menurut Bahlil pasokan BBM nasional dalam kondisi aman karena produksi dan distribusi terus berjalan. Di sisi lain, Bahlil mengakui, kapasitas tampung tangki timbun di dalam negeri memang terbatas.

“Dengan keterbatasan daya tampung tangki timbun (BBM) kita yang ada, kapasitas tampung kita itu tidak lebih dari 25 hari. Sementara yang tersedia stok yang ada kapasitasnya hingga 23 hari. Tetapi bukan berarti 23 hari ini habis. Bukan itu maksudnya. Itu daya tampungnya,” jelasnya di tayangan Podcast Bukan Abuleke Kementerian ESDM di Jakarta, dikutip Rabu (11/3/2026).

Bahli menjelaskan angka stok BBM yang setara dengan 23 hari bukan berarti persediaan tersebut akan habis dalam waktu 23 hari. Angka itu hanya menggambarkan kapasitas stok yang tersimpan di tangki penyimpanan pada suatu waktu.

Pengisian Stok BBM

Untuk memperjelas cara kerja pasokan, Bahlil memberi perumpamaan sederhana, stok BBM ibarat toren air yang akan terisi ulang secara otomatis saat volume berkurang.

“Jika stok BBM 3 hari keluar, maka produksi di kilang kita juga keluar untuk mengisi stok yang ada. Masuk lagi, isi lagi, kayak toren air di rumah kita. Iya, kayak gitu. Toren air di rumah, dipakai mandi, habis itu kan mesinnya langsung mompa lagi. Jadi jangan dipikir 21 hari itu minyak kita habis. Bukan itu maksudnya,” jelas Bahlil.

Menurut Bahlil, stok BBM bersifat dinamis karena setiap hari ada BBM yang didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sementara pada saat yang sama pasokan baru juga terus masuk, baik dari produksi kilang dalam negeri maupun dari impor.

Bahlil menambahkan pasokan BBM tidak hanya bergantung pada satu sumber. Selain dipasok dari produksi kilang dalam negeri, ketersediaan BBM juga diperkuat melalui impor dari berbagai negara, tidak hanya bergantung pada pasokan dari kawasan Timur Tengah.

Pasokan tersebut juga diambil dari negara-negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura, sehingga situasinya aman dan tidak terkait langsung dengan kondisi di Selat Hormuz.

Sebagai langkah jangka panjang, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, pemerintah akan meningkatkan kapasitas penyimpanan. Rencana itu mencakup pembangunan infrastruktur penyimpanan baru yang mampu menampung stok BBM setidaknya untuk tiga bulan, sesuai standar nasional.

(Sumber:Bahlil Buka-bukaan Kondisi Stok BBM Nasional.)

Pemerintah Tarik Utang Rp 185 Triliun, Ini Sumbernya

Jakarta (VLF) – Kementerian Keuangan mencatat utang baru yang ditarik pemerintah hingga Februari 2026 sebesar Rp 185,3 triliun. Realisasi itu setara 22,3% dari target pembiayaan utang APBN 2026 yang dipatok sebesar Rp 832,2 triliun.

Angka itu masih rendah dibanding realisasi pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 249,9 triliun. Menurut Wakil Menteri Keuangan Juda Agung, pembiayaan anggaran tahun ini masih terjaga dalam batas yang terkendali.

“Pembiayaan anggaran tahun 2026 terjaga dengan baik dalam batas terkendali. Realisasinya per akhir Februari mencapai Rp 185,3 triliun atau 22,3% dari target,” ujar Juda dalam konferensi pers APBN di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026).

Sementara itu, pembiayaan yang berasal dari non utang tercatat Rp 21,1 triliun. Angka ini lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 3,9 triliun. Dengan begitu maka realisasi pembiayaan anggaran pada Februari 2026 tercatat sebesar Rp 164,2 triliun atau 23,8% terhadap APBN.

Ia menjelaskan strategi pembiayaan dilakukan secara antisipatif untuk memastikan ketersediaan kas pemerintah tetap memadai, sekaligus menjaga fleksibilitas pembiayaan di tengah dinamika pasar keuangan global.

“Strategi pembiayaan dilakukan secara antisipatif yaitu memastikan ketersediaan kas tetap memadai sekaligus jaga fleksibilitas pembiayaan untuk merespons dinamika pasar yang sedang terjadi,” terang Juda.

Sebagian besar pembiayaan utang tersebut diperoleh dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) di pasar domestik. Menurut Juda, minat investor terhadap SBN masih sangat kuat.

Hal ini terlihat dari bid to cover ratio pada lelang SBN yang masih tinggi. Untuk Surat Utang Negara (SUN) rasio tersebut berada di atas 2 kali, sementara untuk Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) mencapai 3,1 kali.

“Bahkan dibanding tahun lalu, tahun ini lebih baik. Ini menunjukkan minat dan kepercayaan investor terhadap fundamental perekonomian kita masih terjaga di tengah dinamika pasar keuangan global yang sangat penuh dengan ketidakpastian,” jelas Juda.

Selain dari pasar domestik, pemerintah juga menghimpun pembiayaan melalui penerbitan SBN global pada Februari 2026. Pemerintah menerbitkan obligasi dalam dua mata uang, yakni offshore renminbi (CNH) senilai 9,25 miliar dengan yield sekitar 2-3%, serta obligasi euro sebesar 2,7 miliar euro dengan yield sekitar 4-5%.

“Dan ini di pasar global, dan yield yang cukup baik tersebut menunjukkan bahwa investor global sangat confident dengan fundamental ekonmoni kita yang masih terjaga dengan baik,” tutur Juda.

(Sumber:Pemerintah Tarik Utang Rp 185 Triliun, Ini Sumbernya.)