Jakarta (VLF) – Eks Kepala BGN Dadan Hindayana disebut melakukan markup terhadap pengadaan barang di program MBG. Salah satunya pengadaan motor listrik. Berikut ini nilai pengadaan motor listrik buat program MBG itu.
Pengadaan barang untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) kerap kali menuai sorotan. Sebab, angka pengadaan itu cukup fantastis. Salah satunya pengadaan motor listrik sebanyak 25.000 unit dengan anggaran sebesar triliunan rupiah. Eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkap pengadaan motor listrik itu dilakukan untuk mendukung operasional Kepala SPPG.
“Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG,” ujar Dadan pada April lalu.
Namun baru-baru ini terungkap bahwa nilai pengadaan itu tak sesuai. Kejaksaan Agung mengungkap bahwa pengadaan 21.801 unit motor listrik dengan nilai mencapai Rp 1 triliun itu tidak sesuai lantaran Dadan diduga melakukan markup harga. Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi menyebut Dadan dan dua wakil BGN yakni Sony Sanjaya serta Lodewyk Pusung melakukan penyusunan pengadaan barang dan jasa yang tak sesuai kebutuhan di lapangan. Ketiganya juga menaikkan harga dalam penyusunan anggaran tersebut.
“Pengadaan motor listrik sebanyak 21.801 unit dengan total pengadaan sekitar Rp 1 triliun,” terang Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi dikutip detikNews.
Atas perbuatannya itu, Dadan, Sony, dan Lodewyk kini ditahan Kejagung. Adapun, anggaran puluhan ribu motor listrik buat program MBG itu memang tak dijelaskan secara gamblang. Ditelusuri detikOto dalam laman Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan Inaproc milik Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, untuk pengadaan kendaraan roda dua ada beberapa paket.
Namun yang jumlahnya fantastis ada dua paket, masing-masing bernilai Rp 1,22 triliun dari sumber dana APBN dengan metode pemilihan e-purchasing. Tertulis paketnya berupa ‘Pengadaan Kendaraan Roda 2 untuk SPPI wilayah I, wilayah II, dan wilayah III. Sementara paket satu lagi tertulis ‘Pengadaan Kendaraan Roda 2 untuk SPPI di seluruh wilayah Indonesia’.
Masing-masing jumlah volumenya 24.400 unit. Maka kalau ditotal jumlahnya 48.800 unit. Tak dijelaskan detail soal jenis motor ataupun harganya. Namun kalau berdasarkan video yang beredar, motor itu adalah Emmo JVX GT yang juga tersedia di katalog Inaproc. Dalam katalog itu, tertulis penjualnya adalah PT Yasa Artha Trimanunggal. Satu motor harganya Rp 49,95 juta sudah termasuk PPN 12 persen. Jika dihitung harga satuan motor listrik Emmo JVX GT dikalikan dengan jumlah 24.400 unit, maka totalnya sekitar Rp 1.218.780.000.000.
Kalau ada dua paket dengan jumlah yang sama, itu artinya total anggaran yang dikeluarkan untuk motor listrik operasional MBG sebesar Rp 2.437.560.000.000 (2,4 triliunan).
(Sumber:Segini Nilai Pengadaan Puluhan Ribu Motor Listrik saat Dadan Jadi Kepala BGN.)
