Author: ADMIN VLF

Benturan Kepentingan Khamenei-Pahlavi dan Pertaruhan Arah Politik Iran

Jakarta (VLF) – Dalam beberapa minggu terakhir, Republik Islam Iran kembali menjadi sorotan dunia karena gelombang protes besar-besaran yang meletus di berbagai kota di negara itu sejak akhir Desember 2025. Aksi unjuk rasa yang awalnya dipicu oleh tekanan ekonomi—inflasi yang meroket, mata uang yang jatuh, dan krisis biaya hidup—dengan cepat berubah menjadi gelombang kritik terbuka terhadap struktur politik negara dan pimpinan tertinggi, Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei.

Pada saat yang sama, figur oposisi yang lama tersembunyi kembali mendapatkan momentum, Reza Pahlavi, putra mahkota terakhir dari monarki Iran yang digulingkan pada Revolusi Islam 1979.

Ketegangan antara kedua tokoh ini — satu sebagai simbol rezim teokratis yang berkuasa dan satu lagi sebagai ikon oposisi monarki dan transisi — mencerminkan konflik ideologis dan politik yang mendalam dalam masyarakat Iran kontemporer.

Gelombang protes yang dimulai pada akhir 2025 merupakan salah satu periode tercepat dan paling luas eskalasinya dalam beberapa dekade terakhir di Iran. Aksi-aksi ini telah menyebar ke lebih dari 30 provinsi, dengan ratusan hingga ribuan demonstrasi yang dilaporkan terjadi di seluruh negeri.

Sejumlah laporan menyebutkan langkah-langkah keras pemerintah termasuk pemutusan internet dan represi oleh Garda Revolusi telah menyebabkan ribuan korban luka dan kematian di kalangan pengunjuk rasa dan aparat keamanan. Sementara angka resmi bervariasi, kelompok pemantau independen menyebutkan jumlah korban tewas bisa mencapai ribuan orang selama periode protes ini.

Awalnya protes terebut mencerminkan ketidakpuasan masyarakat terhadap kondisi ekonomi yang memburuk, tetapi dengan cepat berkembang menjadi tuntutan perubahan politik yang lebih luas — termasuk kritik langsung terhadap otoritas Supreme Leader. Slogan-slogan seperti “Death to the Dictator” menggema di jalanan Tehran dan kota-kota lain, menunjukkan bahwa tuntutan rakyat telah melampaui sekadar reformasi ekonomi.

Oposisi Reza Pahlavi dan Legitimasi Teokrasi Ali Khamenei

Di tengah gejolak ini, nama Reza Pahlavi muncul kembali di mata publik dan media internasional sebagai salah satu tokoh oposisi yang paling dikenal. Pahlavi, yang saat ini tinggal dalam pengasingan di luar negeri, adalah putra dari Shah Mohammad Reza Pahlavi, monarki terakhir Iran yang digulingkan oleh Revolusi Islam 1979. Selama protes yang sedang berlangsung, seruannya untuk demonstrasi besar dan tekanan terhadap rezim telah menginspirasi sebagian demonstran yang bahkan meneriakkan slogan-slogan mendukung dirinya di jalanan.

Lebih jauh, Pahlavi telah mengeluarkan pernyataan yang secara langsung menentang kebijakan dan posisi Khamenei. Ia mengecam keterlibatan pemerintah dalam konflik regional dan menyerukan kepada militer, polisi, dan aparat keamanan agar “bergabung dengan rakyat” dan meninggalkan rezim yang menurutnya tidak mewakili kehendak bangsa Iran.

Selain itu, Pahlavi telah merilis rencana transisi yang dikenal sebagai 100-day transition plan, sebuah proposal untuk periode transisi jika rezim Khamenei jatuh, yang menunjukkan bahwa oposisi tidak hanya menolak kekuasaan teokratis saat ini tetapi juga bersiap menawarkan alternatif pemerintahan yang lebih plural dan demokratis.

Di sisi lain, Supreme Leader Ali Khamenei tetap menjadi pusat kekuasaan di Iran. Sistem politik Iran menempatkan jabatan ini sebagai otoritas tertinggi negara, jauh di atas presiden, sehingga legitimasi dan kelangsungan kekuasaannya menjadi inti dari stabilitas yang dihormati oleh jaringan kekuasaan teokratis.

Dalam menghadapi protes, Khamenei dan pendukungnya telah menekankan pentingnya menjaga kedaulatan nasional dan menolak “campur tangan asing”, seraya mengaitkan perlawanan terhadap rezim secara langsung dengan ancaman eksternal—terutama dari Amerika Serikat dan sekutunya.

Sejak Revolusi Islam 1979, yang dipimpin oleh Ayatollah Ruhollah Khomeini, narasi anti-intervensi asing dan kedaulatan revolusioner telah menjadi pilar ideologis yang menjaga legitimasi Republik Islam terhadap ancaman internal dan eksternal sekaligus. Posisi Khamenei sebagai penerus Khomeini sejak 1989 membuatnya menjadi simbol stabilitas, tetapi juga menjadikan dia target kritik ketika legitimasi itu dipertanyakan oleh massa yang semakin frustrasi.

Revolusi 1979 dan Warisan Monarki

Untuk memahami kedalaman konflik ini, perlu kita kembali pada Revolusi Islam Iran 1979, peristiwa besar yang menggulingkan monarki Pahlavi dan mendirikan Republik Islam di bawah kepemimpinan Khomeini. Revolusi itu dipicu oleh kombinasi ketidakpuasan sosial, ekonomi, dan politik terhadap pemerintahan Shah yang dianggap otoriter dan pro-Barat.

Dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat, termasuk ulama, pekerja, dan kelas menengah urban, mampu menumbangkan monarki yang telah bertahan lebih dari setengah abad. Namun, sejak saat itu, Iran menjalankan bentuk pemerintahan yang berdasar pada prinsip teokratis—menguji batas antara agama dan negara dalam struktur kekuasaan politik modern.

Selama beberapa dekade, rezim ini tetap relatif stabil meskipun berhadapan dengan sanksi internasional, konflik regional, dan tantangan internal lainnya. Kali ini, gelombang protes 2025–2026 menunjukkan bahwa banyak warga Iran, terutama generasi muda, telah kehilangan kepercayaan pada rezim yang ada dan mempertanyakan warisan teokrasi yang lahir dari revolusi itu.

Dalam konteks ini, figur Reza Pahlavi menghadirkan simbol yang kompleks bagi sebagian, ia bukan hanya representasi monarki masa lalu, melainkan peluang untuk memikirkan kembali identitas dan masa depan politik Iran di luar struktur yang telah membelenggu negara sejak 1979. Namun bagi yang lain, nostalgia akan monarki atau dukungan terhadap Pahlavi juga penuh dengan pertanyaan tentang bagaimana sejarah monarki dahulu dijalankan dan apakah model pemerintahan itu mampu menjadi alternatif yang sah bagi banyak elemen masyarakat modern Iran.

Sementara konflik internal terus bergolak, dinamika internasional turut memperumit situasi. Negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat dan anggota G7, telah menekankan kecaman terhadap tindakan keras pemerintah Iran dan ancaman sanksi lebih lanjut jika kekerasan terhadap pengunjuk rasa tidak dihentikan. Beberapa pejabat AS bahkan menyatakan dukungan kepada rakyat Iran dan mengancam tindakan lebih jauh jika represi meningkat.

Namun demikian, hubungan Barat dengan Reza Pahlavi juga tidak tanpa kontroversi, khususnya terkait persepsi tentang peran kekuatan luar dalam menentukan masa depan Iran. Sementara Pahlavi sendiri memanfaatkan dukungan diaspora dan simpati global untuk memperkuat posisinya, rakyat Iran di dalam negeri seringkali menunjukan preferensi mereka sendiri yang kompleks — antara aspirasi demokratis, kedaulatan nasional, dan skeptisisme terhadap intervensi asing.

Sehingga ketegangan antara Ali Khamenei dan Reza Pahlavi pada dasarnya mencerminkan konfrontasi antara dua visi masa depan Iran—satu yang mempertahankan struktur teokratis yang didirikan setelah Revolusi Islam 1979 dan satu lagi yang mencari perubahan fundamental, baik melalui restorasi simbolik monarki atau transisi menuju demokrasi yang lebih terbuka.

Gelombang protes yang melanda negara sejak akhir 2025 menandai titik kritis bagi legitimasi rezim yang telah berkuasa lebih dari empat dekade dan membuka kembali pertanyaan besar tentang identitas politik Iran, kedaulatan rakyat, dan peran aktor domestik serta internasional dalam menentukan arah negara.

Apapun hasil akhirnya, konflik ini bukan hanya sebuah pertarungan antara dua figur—Khamenei dan Pahlavi—tetapi juga pertarungan antara narasi sejarah lama dan aspirasi baru rakyat Iran untuk menentukan nasib mereka sendiri di abad ke-21.

(Sumber:Benturan Kepentingan Khamenei-Pahlavi dan Pertaruhan Arah Politik Iran.)

Pemerintah Mau Bentuk BUMN Tekstil

Jakarta (VLF) – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut pemerintah akan membentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru khusus di sektor tekstil.

Hal itu menjadi pembahasan utama dalam Rapat Terbatas (Ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Minggu (11/1/2026).

Airlangga mengaku telah menyerahkan peta jalan untuk membangun kembali sektor tekstil di tengah tarif tinggi Amerika Serikat (AS). Dalam peta jalan tersebut, pemerintah menargetkan peningkatan ekspor produk tekstil hingga US$ 40 miliar dalam 10 tahun.

“Akan membentuk BUMN baru khusus tekstil, tidak menghidupkan kembali,” kata Airlangga di Hotel Mulia Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).

Airlangga mengatakan, BUMN ini akan disuntik modal awal sebesar US$ 6 miliar atau sekitar Rp 101,17 triliun (kurs Rp 16.863). Dana ini akan disalurkan langsung oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara).

“Bapak Presiden mengingatkan kita pernah mempunyai BUMN Tekstil, dan ini akan dihidupkan kembali, sehingga pendanaan US$ 6 bilion nanti akan disiapkan oleh Danantara,” ungkapnya.

Airlangga menjelaskan, Prabowo juga meminta agar sektor tekstil untuk dicarikan pasar ekspor baru melalui kesepakatan EU-CEPA. Selain itu, pemerintah juga akan menggenjot rantai nilai industri tekstil, seperti benang, kain, dan proses dyeing (pencelupan), printing (pencetakan), dan finishing.

“Nah ini yang harus kita dorong untuk dibangkitkan kembali,” jelasnya.

Selain tekstil, pemerintah juga hendak membangunkan kembali sektor semikonduktor. Airlangga mengatakan, pemerintah juga telah menyiapkan dana untuk menghidupkan industri tersebut.

“Pemerintah juga menyiapkan dana untuk itu, dan ini menjadi prioritas agar kita bisa defensif terhadap perang tarif yang ada sekarang,” pungkasnya.

(Sumber:Pemerintah Mau Bentuk BUMN Tekstil.)

AS Beli Minyak Perdana dari Venezuela Rp 8,43 T

Jakarta (VLF) – Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengaku telah membeli minyak mentah pertama dari Venezuela senilai US$ 500 juta atau Rp 8,43 triliun (kurs Rp 16.865). Pembelian minyak pertama ini merupakan bagian dari kesepakatan senilai US$ 2 miliar atau Rp 33,73 triliun yang dicapai tak lama setelah penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Dikutip dari Reuters, Kamis (15/1/2026), menurut seorang pejabat pemerintahan Trump, pembelian minyak tambahan dari negara Amerika Latin itu diperkirakan terjadi dalam beberapa hari atau minggu mendatang. Sementara itu, menurut seorang pejabat administrasi pemerintahan Trump lainnya mengatakan bahwa pendapatan Venezuela dari penjualan minyak pertama senilai Rp 8,43 triliun itu akan disimpan di rekening bank yang dikendalikan oleh pemerintah AS.

Berdasarkan sumber lain yang mengetahui rencana tersebut, rekening utama yang digunakan untuk menyimpan dana hasil jual-beli minyak tersebut berada di Qatar. Sebab negara itu merupakan tempat netral, artinya dana dapat berpindah dengan persetujuan AS dan tanpa risiko penyitaan.

Sebagai informasi, sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa otoritas sementara di Venezuela sudah sepakat untuk mengekspor 30-50 juta barel minyak mentah kepada Paman Sam pada awal Januari 2026.

Saat itu Trump juga menegaskan pembelian minyak Venezuela ini dilakukan dengan harga yang berlaku di pasar saat ini dan dana transaksi itu sepenuhnya akan dikendalikan oleh ia sendiri selaku Presiden AS. Ia langsung memerintahkan Menteri Energi AS, Chris Wright untuk menyelesaikan kesepakatan itu. Diperkirakan kesepakatan jual-beli minyak mentah tersebut bernilai sekitar US$ 2 miliar.

“Saya telah meminta Menteri Energi Chris Wright untuk segera melaksanakan rencana ini. Barang-barang itu akan diangkut dengan kapal penyimpanan, dan dibawa langsung ke dermaga bongkar muat di Amerika Serikat,” jelas Trump dalam unggahannya Truth Social.

(Sumber:AS Beli Minyak Perdana dari Venezuela Rp 8,43 T.)

IHSG Menguat ke 9.032, PGEO Siapkan Proyek Panas Bumi-IRSX Rights Issue

Jakarta (VLF)

Market Overview

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu (14/1) ditutup naik 0,94% ke posisi 9.032,58. Pergerakan indeks didorong oleh penguatan sejumlah saham, terutama BREN yang naik 4,89%, DSSA menguat 2,83%, serta BRMS yang bertambah 4,60%.
Di sisi sebaliknya, tekanan masih terlihat pada saham DCII yang turun 3,74%, ASII melemah 2,40%, dan BBCA terkoreksi 0,93%. Dari sisi transaksi, aktivitas investor asing masih menunjukkan minat yang kuat. Di pasar reguler, asing mencatatkan beli bersih sekitar Rp1,10 triliun, sementara secara keseluruhan di seluruh pasar, nilai beli bersih mencapai Rp1,16 triliun.

Secara sektoral, kinerja pasar tergolong solid dengan seluruh 11 sektor berakhir di zona positif. Sektor consumer cyclicals menjadi pendorong utama dengan kenaikan tertinggi sebesar 3,21%.

Berita Emiten

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO)

PGEO tengah mempersiapkan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3 di Sumatera Selatan dengan kapasitas 55 megawatt (MW). Proyek tersebut ditargetkan mulai beroperasi penuh pada 2030.

Sebelumnya, PGEO telah mengoperasikan PLTP Lumut Balai Unit 2 secara penuh sejak Juni 2025. Pengembangan unit baru ini sejalan dengan rencana pemerintah dalam RUPTL 2025–2034 serta Blue Book Bappenas 2025–2029, sekaligus mendukung target penambahan kapasitas geothermal mandiri nasional sebesar 1 gigawatt (GW) dalam 2–3 tahun ke depan dan 1,8 GW hingga 2033.

PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX)

IRSX mengumumkan rencana penambahan modal melalui rights issue. Perseroan akan menerbitkan sebanyak 12,39 miliar saham baru dengan rasio 1 saham baru untuk setiap 2 saham lama dan harga pelaksanaan Rp300 per saham.

Dari aksi ini, IRSX berpotensi meraih dana maksimal sekitar Rp3,72 triliun. IRSX juga menyiapkan penerbitan 1,24 miliar Waran Seri II dengan rasio 10:1 dan harga pelaksanaan Rp350 per saham, yang berpotensi menambah dana hingga Rp433,65 miliar.

Sebagian dana rights issue, sekitar Rp2,03 triliun, akan dialokasikan untuk anak usaha Folago Karya Indonesia yang bergerak di bidang inkubasi serta akuisisi hak komersial artis dan influencer. Sisanya akan digunakan untuk anak usaha lain dan kebutuhan modal kerja.

Pemegang saham pengendali, Matra Tri Abadi, yang menguasai 54,88% saham, menyatakan komitmennya untuk mengeksekusi seluruh haknya senilai sekitar Rp2,04 triliun serta bertindak sebagai pembeli siaga hingga 5,59 miliar saham. Bagi pemegang saham yang tidak menggunakan haknya, terdapat potensi dilusi hingga 66,67%.

Adapun cum date rights issue di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi dijadwalkan pada 5 Maret, dengan periode pelaksanaan pada 11–17 Maret.

Rekomendasi Saham Hari Ini

BBTN – Buy 1180-1195 | TP 1220-1245 | SL 1130

PSAB – Buy 630-640 | TP 660-680 | SL 590

BRIS – Buy 2230-2250 | TP 2300-2350 | SL 2100

CBDK – Buy 7850-7950 | TP 8150-8325 | SL 7400

SMDR – Buy 428-434 | TP 444-454 | SL 404

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.

(Sumber:IHSG Menguat ke 9.032, PGEO Siapkan Proyek Panas Bumi-IRSX Rights Issue.)

Pemerintah Setuju Kasih Margin Fee 7% ke Bulog

Jakarta (VLF) – Pemerintah menetapkan margin fee yang diberikan ke Perum Bulog sebesar 7% dalam menjalankan penugasan. Menteri Koordinator bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan selama ini margin yang diterima Bulog sangat kecil yang hanya sebesar Rp 50 per kilogram beras.
Dengan margin yang tipis tersebut, Zulhas bilang, untuk memberikan gaji saja tidak cukup.

“Nah oleh karena itu tadi kami menyelesaikan agar Bulog diberi peran untuk ngambil keuntungan seperti dulu. Kalau sekarang kan bulog tidak ngambil apa-apa, hanya Rp 50 dibuat gaji aja kadang-kadang kurang, nggak cukup,” ujar Zulhas usai Rapat Kordinasi terbatas dengan sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Senin (12/1/2026).

Zulhas mengatakan bahwa usulan margin fee yang diminta Bulog hingga 10%. Namun, setelah dilakukan perhitungan bersama akhirnya disepakati margin yang diberikan sebesar 7%.

“Nah, dihitung-hitung antara Menteri Keuangan, dari BPKP, ketemu angka 10% diminta, tapi disetujui 7% nanti ngambil fee. Itu untuk utamanya untuk menjamin agar harga beras satu harga di seluruh Indonesia. Itu satu yang kami tadi rapat,” terang Zulhas.

Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengusulkan agar kenaikan margin fee atau keuntungan untuk Bulog menjadi 10%. Usulan ini dipandang sebagai langkah supportif atas beban penugasan publik kepada Bulog yang terus meningkat.

Usulan penyesuaian margin fee ini mengacu pada asas kesetaraan, dengan merujuk pada skema penugasan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) strategis lainnya seperti PLN dan Pertamina yang memperoleh margin fee sebesar 10% dalam menjalankan penugasan pemerintah.

“Nah saya nggak minta penghargaan yang lain-lain, saya cuma minta rewardnya supaya Bulog itu menjadi lebih bagus. Dan saya lihat di BUMN lain itu juga ada rewardnya ada sama, kayak PLN, bahkan Pertamina itu marginnya sampai 10%. Nah saya mengajukan itu margin itu. Kemarin saya udah mengajukan ke Pak Mentan, Pak Mentan sudah setuju, tapi diminta dirapatkan di rakortas (rapat koodinasi terbatas),” kata dia di Kantor Bulog, Jakarta Selatan.

Rizal mengungkapkan margin Bulog sebesar Rp 50/kg telah berlangsung belasan tahun dan tidak ada perubahan. Padahal Bulog memegang peran besar untuk mengendalikan harga di seluruh Indonesia.

“Masa sekian tahun dari 2014 sampai 2025, berarti 11 tahun tidak pernah ada perubahan. Ini malah minus, hampir Rp 900 miliar. Nah itu, makanya kita masih minus Rp 900 miliar, Bayangkan. Ya makanya supaya tidak minus itu, kita minta marginnya dinaikkan,” katanya.

(Sumber:Pemerintah Setuju Kasih Margin Fee 7% ke Bulog.)

Pemerintah Kebut Pembangunan Hunian Sementara Korban Bencana Sumatera

Jakarta (VLF) – Pemerintah terus mempercepat pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui koordinasi lintas kementerian dan badan usaha milik negara (BUMN). Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya belum lama ini menggelar rapat untuk menyinkronkan percepatan pembangunan hunian serta pemulihan infrastruktur dasar bagi warga terdampak bencana agar berjalan cepat dan tepat sasaran.
Rapat tersebut difokuskan pada evaluasi progres pembangunan hunian, pemulihan fasilitas publik, serta pembagian peran kementerian dan BUMN agar pelaksanaan di lapangan lebih efektif dan terkoordinasi.

Pertemuan di Kantor Sekretariat Kabinet itu turut melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Badan Pengaturan BUMN, serta sejumlah BUMN konstruksi yang terlibat langsung dalam penanganan pascabencana.

Teddy menyampaikan, pembangunan rumah hunian di sejumlah wilayah terdampak ditargetkan rampung dalam waktu dekat.

“Dalam dua minggu ke depan rumah hunian di Aceh Utara, Aceh Pidie, Tapanuli Selatan, Tanah Datar, Padang Pariaman dan Agam akan jadi dan siap digunakan,” ujar Teddy dalam keterangan tertulis, Kamis (8/1/2026).

Selain pembangunan hunian, pemerintah juga mengebut pembersihan dan pemulihan fasilitas umum, mulai dari jalan, rumah sakit, sekolah, pasokan air bersih, hingga perkantoran. Dalam hal ini, Kementerian Pekerjaan Umum berkolaborasi dengan BUMN Konstruksi salah satunya PTPP untuk memastikan pemulihan infrastruktur vital dapat segera mengembalikan mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat. Pembangunan hunian tambahan di Aceh juga ditargetkan selesai pada awal Februari.

Dalam proses pemulihan tersebut, pemerintah pusat terus berkoordinasi dengan bupati dan wali kota setempat untuk menyesuaikan kebutuhan warga terdampak yang beragam.

“Ada yang ingin disiapkan hunian, ada yang ingin memperbaiki sendiri, ada yang ingin pindah daerah mengikuti keluarganya yang lain dan lain sebagainya,” kata Teddy.

Di luar agenda pembangunan hunian permanen, dukungan BUMN konstruksi menjadi bagian penting sejak fase tanggap darurat hingga pemulihan awal. Salah satu BUMN yang terlibat aktif adalah PT PP (Persero) Tbk (PTPP), yang berkolaborasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dalam membuka kembali akses jalan, menangani longsor, serta memulihkan konektivitas antardaerah di Aceh dan Sumatera Utara, termasuk pada ruas strategis seperti Bireuen-Takengon, agar distribusi logistik dan mobilitas masyarakat kembali berjalan.

Memasuki fase pemulihan lanjutan, peran PTPP bersama Danantara dan BP BUMN difokuskan pada penyediaan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir. Selain pembangunan huntara di Aceh Tamiang, pemerintah menargetkan penyediaan hingga 15.000 unit huntara dalam tiga bulan ke depan di berbagai wilayah terdampak bencana. PTPP sendiri saat ini terlibat dalam pembangunan 600 unit huntara di Aceh Utara sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan tempat tinggal warga.

Khusus di Aceh Tamiang, Danantara menginisiasi pembangunan 600 unit hunian sementara, dengan PTPP bertanggung jawab pada pembangunan tahap awal sebanyak 94 unit. Hunian sementara tersebut dibangun dengan sistem panggung dan dilengkapi fasilitas pendukung seperti MCK, tandon air, musala, jalan pedestrian, drainase, serta sistem utilitas kawasan. Hingga awal Januari 2026, sebanyak 30 unit telah selesai, sementara sisanya ditargetkan rampung secara bertahap.

Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menegaskan bahwa penyediaan hunian sementara dan pemulihan infrastruktur merupakan bagian penting dari proses kebangkitan masyarakat pascabencana.

“Pemulihan tidak berhenti pada perbaikan akses dan infrastruktur. Warga juga membutuhkan tempat tinggal yang aman agar bisa kembali menata aktivitas sehari-hari. Melalui kolaborasi yang diinisiasi Danantara, PTPP mendukung penyediaan hunian sementara ini sebagai ruang transisi sebelum pemulihan jangka menengah dan panjang berjalan,” ujar Joko.

Ia menambahkan, komitmen PTPP tidak berhenti pada fase tanggap darurat semata.

“Kami percaya pemulihan infrastruktur adalah fondasi awal agar masyarakat dapat bangkit dan kembali bergerak. PTPP akan terus hadir, bekerja, dan mendampingi proses pemulihan ini sampai tuntas,” tutup Joko.

Melalui koordinasi lintas kementerian serta dukungan BUMN konstruksi, pemerintah berharap proses pemulihan pascabencana dapat berjalan menyeluruh, tidak hanya pada aspek infrastruktur, tetapi juga pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.

(Sumber:Pemerintah Kebut Pembangunan Hunian Sementara Korban Bencana Sumatera.)

Lokasi Rusun Subsidi Masih Dicari, Meikarta Jadi Opsi

Jakarta (VLF) – Pemerintah masih menggodok lokasi rumah susun (rusun) subsidi yang akan berada di perkotaan. Salah satunya ada di Meikarta.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) tadi malam menemui Menteri Hukum Supratman Andi Agtas. Pertemuan itu membahas soal aturan rusun subsidi di perkotaan karena rencananya tahun ini akan mulai dibangun.

Untuk lokasinya, Ara tidak menyebutnya secara gamblang. Tapi ia membenarkan salah satu lokasi rusun subsidi ada di Meikarta.

“Ya saya sudah minta data dari Perumnas di mana saja, dari pengembang-pengembang swasta punya lokasi di perkotaan di mana saja. (Meikarta salah satunya?) Salah satunya di Meikarta,” katanya saat ditemui wartawan usai pertemuan di Kementrian Hukum, Selasa malam (13/1/2026).

Ketika ditanya akan ada berapa unit rusun subsidi di Meikarta, Ara tidak menjawabnya secara lugas.

“Kita lihat kesiapannya, tapi salah satunya di Meikarta,” tutupnya seraya masuk ke dalam mobil.

Sementara itu, Dirjen Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryati mengungkapkan akan ada pertemuan lagi guna membahas aturan terkait rusun subsidi, termasuk dengan perbankan dan pengembang. Ketika ditanya mengenai lokasi rusun subsidi akan ada di Meikarta, ia tidak menjawab secara pasti.

“Itu kan nanti, kalau sekarang regulasinya dulu,” tuturnya kepada wartawan.

Sri menambahkan untuk aturan penyesuaian harga rusun subsidi akan segera dirampungkan yang tertuang dalam Keputusan Menteri PKP. Di dalamnya akan memuat terkait harga rusun subsidi, bunga, serta tenor.

“Segera. Insyaallah di bulan ini ya karena Permen-nya, Permen PKP Nomor 5 Tahun 2025, tadi sudah ditandatangan. Nanti tinggal mengurus perundangan. Tapi itu kan hanya mengatur terkait beberapa poin terus nanti ada Kepmen. Nah itu yang kita satu putaran (rapat) lagi,” jelasnya.

Dalam pertemuan itu turut hadir James Riady selaku bos Lippo Group, induk perusahaan dari pengembang Meikarta. Namun ia tidak menjawab pertanyaan secara lugas.

Sebagai informasi, James Riady sempat mengungkapkan akan ada rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Meikarta. Diperkirakan akan ada 50.000-100.000 unit rumah untuk MBR.

Ketika ditanya lebih lanjut ke James Riady, ia mengatakan saat ini masih berfokus untuk menyerahkan unit apartemen Meikarta yang ditargetkan selesai pada pertengahan 2026. Rencananya setelah itu baru akan dibangun rumah untuk MBR.

“Dan perencanaannya sedang dilakukan itu untuk mengembangkan, melewati, melampaui apa yang selama ini disebut Meikarta. Dan mungkin disana itu akan dibangun lagi 50.000-100.000 unit perumahan akan dimulai itu perencanaannya itu mungkin sesudah bulan Juli tahun depan,” ujar James di Kantor Kementerian PKP, Senin (10/11/2025).

James percaya perumahan untuk MBR ini merupakan pasar yang besar dan banyak developer kecil dan menengah yang bisa menggarap proyek tersebut.

“Dan kita percaya sekali ini mengenai perumahan untuk MBR justru ini pasar yang sangat besar dan pemain/developer itu banyak sekali yang kecil dan yang menengah dan kami bukan hanya akan masuk ke bidang sana tapi juga ingin membantu pemain-pemain atau developer-developer yang sekarang itu main di segmen seperti itu,” ujarnya.

(Sumber:Lokasi Rusun Subsidi Masih Dicari, Meikarta Jadi Opsi.)

Aksi Pedagang Bawa Sapi ke Gedung Dewan Protes Relokasi RPH Pegirian

Jakarta (VLF) – Ratusan pedagang dan jagal Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian menggeruduk Gedung DPRD Kota Surabaya, Senin (12/1/2026). Mereka menolak keras rencana relokasi aktivitas pemotongan sapi ke Tambak Oso Wilangun (TOW) yang dinilai mengancam mata pencaharian ribuan warga.
Aksi sempat berlangsung panas. Massa membawa replika keranda hingga sapi hidup sebagai simbol perlawanan. Demonstrasi berlanjut dari DPRD Surabaya hingga Balai Kota, diwarnai ancaman mogok kerja massal serta potensi terhentinya pasokan daging sapi di Surabaya.

Dalam aksi di depan DPRD Surabaya, massa sempat membawa seekor sapi masuk ke halaman gedung dewan. Situasi sempat tegang hingga orator meminta massa keluar kembali.

Setelah sapi dikeluarkan, situasi kembali kondusif. Massa membawa poster penolakan relokasi serta replika keranda sebagai simbol matinya mata pencaharian jika relokasi tetap dilakukan.

Para pedagang menilai, relokasi dilakukan tanpa sosialisasi dan tidak mempertimbangkan akses pembeli, jalur distribusi, serta potensi penurunan omzet.

“Bapak keluar atau sapi kalian masuk ke dalam. Bapak bicara saja dengan sapi yang kami bawa,” kata orator.

Aksi ini sempat membuat arus lalu lintas Jalan Yos Sudarso tersendat.

Pedagang Keluhkan Jarak dan Minim Sosialisasi

Salah satu pedagang Pasar Pegirian, Ayu, menolak keras relokasi ke Tambak Oso Wilangun.

“Tempatnya kecil, nggak layak dipakai. Kenapa baru sekarang dipindah, kami nggak mau pindah, rawan kecelakaan,” kata Ayu.

Ia mengaku telah berjualan selama 20 tahun dan tidak pernah diajak musyawarah.

“Nggak mau dipindah, Pak Eri. Kita rakyat kecil Pak Eri. Di sana rawan begal Pak Eri. Kasihan. Jualan sudah 20 tahun, baru sekarang dipindah, tempatnya nggak layak. Kok tidak musyawarah dengan masyarakat kecil, kok moro-moro langsung dikasih undangan dipidah di Oso Wilangun. Jauh. Andaikan Pak Eri bisa silaturahmi sama warga, dipindah di Suromadu aja nggak apa-apa, pak,” jelasnya.

Pedagang lain, Khusnul Khotimah, menyampaikan hal senada. “Habis lebaran mau dipindah. Sebelumnya nggak ada (sosialisasi), tiba-tiba udah mau dipindahkan,” pungkas Khusnul.

Dua Tuntutan dan Ancaman Mogok Kerja

Koordinator jagal dan pedagang daging sapi Surabaya Abdullah Mansyur menyampaikan dua tuntutan utama.

“Kedua, saya meminta kepada Wali Kota Surabaya untuk mencabut surat edaran tentang pendaftaran, yang kemudian untuk mendaftar para jagal yang ada di Pegirian untuk dipindah ke Tambak Oso Wilangun,” kata Abdullah.

Ia menegaskan massa akan mogok kerja sampai tuntutan dipenuhi.

“Tentunya mogok ini tidak hanya berhenti saat ini, kita akan pastikan sebulan, dua bulan, satu tahun pun kita akan lakukan aksi mogok. Supaya apa? Supaya memberikan alarm terhadap pemerintah kota, Gubernur Jawa Timur dan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait masalah stabilitas ekonomi,” tegasnya.

Menurut Abdullah, jika mogok berlangsung, distribusi daging sapi akan terganggu secara luas.

“Mulai dari hari ini kita pastikan tidak akan ada peredaran daging sapi se-Kota Surabaya. Ini menjadi alarm terhadap pemerintah kota, provinsi, dan secara nasional. Mogoknya sampai tuntutan kami dipenuhi oleh Pemerintah Kota Surabaya. Dan itu menyuplai berbagai macam mall, rumah sakit, UMKM, elemen-elemen yang terkait masalah daging di RPH Pegirian,” ujarnya.

Ia menyebut ribuan orang terancam menganggur jika relokasi tetap dipaksakan.

“Yang kedua alasan kami adalah, kami akan pastikan akan ada sekitar ribuan orang yang akan menjadi pengangguran. Karena memang mereka sudah mengira-ngira akses, kemudian cost lalu kemudian biaya, mereka akan menjadi pengangguran karena mereka tidak mau lagi untuk bekerja di RPH itu sendiri,” jelasnya.

Audiensi di Balai Kota Tak Temui Titik Temu

Usai dari DPRD, massa bergerak ke Balai Kota Surabaya dan bertemu Asisten I Pemkot M Fikser serta Dirut RPH Surabaya Fajar Arifianto Isnugroho. Fajar menyebut, massa tetap menolak relokasi, sementara pemkot tetap menjalankan rencana.

“Pak Fikser mengatakan, tetap sesuai dengan rencana, progresnya sesuai dengan rencana dan mereka sementara ini tidak setuju, masih tetap sesuai dengan skema mereka, tidak mau berpindah ke TOW, memanfaatkan Pegirian sampai batas waktu yang tidak ditentukan,” kata Fajar.

Ia menilai RPH TOW lebih modern. “Bahkan (RPH TOW) tempatnya lebih representatif karena dibangun lebih modern dan Ipalnya lebih maksimal. Karena Pegirian itu RPH yang sudah sangat tua, sudah 1927.”

Soal sosialisasi, Fajar mengklaim sudah pernah dilakukan.

“Karena alasan jarak yang terlalu jauh. Sebenarnya jarak ini yang kemudian menjadi penentu bahwa mereka enggan untuk memanfaatkan TOW. Jadi sebenarnya ya enggak ada proses maju untuk sosialisasi,” pungkasnya.

Pemkot: Program Sejak 2016

Asisten I Pemkot Surabaya M Fikser menyebut relokasi telah direncanakan sejak 2016.

“Kami jelaskan bahwa program ini sudah dirancang sejak tahun 2016 dan menjadi bagian dari rencana pembangunan serta penataan kota.”

Ia menegaskan hanya tempat pemotongan yang pindah.

“Harapannya proses bisa lebih cepat selesai, sehingga distribusi daging ke Pasar Arimbi tetap sesuai waktu,” ujarnya.

Sementara itu, Dirut RPH Surabaya Fajar Isnugroho meminta maaf kepada masyarakat.

“Jadi yang pertama saya mungkin meminta maaf kepada masyarakat Surabaya akibat aksi mogok memotong sapi di Pegirian, masyarakat agak kesulitan mungkin ya mendapatkan pasukan daging segar,” katanya.

Ia memastikan stok aman. “Tapi saya pastikan hari ini saya cek tadi oleh tim monitoring daging RPH, bahwa ketersediaan daging masih cukup.”

Ia menegaskan, mogok adalah hak pedagang.

“Ya, monggo itu kan haknya mereka (mogok). Yang jelas, kami ini penyedia jasa, mereka pengguna jasa,” imbuh Fajar.

Fajar menegaskan, Pasar Arimbi tetap di Pegirian. Relokasi dilakukan setelah Lebaran Idul Fitri.

“Tetap lokasinya di Pegirian di Jalan Arimbi. Yang pindah adalah tempat pemotongan saja,” ungkapnya.

“Setelah itu, maka semua jagal akan berpindah ke RPH Tambak Oso Wilangun,” tambahnya.

Pemkot juga menyiapkan transportasi. “Ini adalah semata-mata untuk kepentingan konsumen. Warga Surabaya konsumen daging tidak boleh terabaikan ketika pemotongan itu pindah,” kata Fajar.

Sementara itu, Koordinator massa Abdullah Mansyur menutup audiensi dengan ancaman aksi lanjutan.

“Jadi, kami akan melakukan aksi lagi. Karena tidak ada kesepakatan yang pasti,” pungkasnya.

(Sumber:Aksi Pedagang Bawa Sapi ke Gedung Dewan Protes Relokasi RPH Pegirian.)

Trump Bakal Kenakan Tarif 25% untuk Negara yang Berbisnis dengan Iran

Jakarta (VLF) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan tarif 25 persen untuk negara manapun yang berbisnis dengan Iran. Trump menegaskan aturan ini bersifat final dan mengikat.
“Berlaku segera, negara mana pun yang berbisnis dengan Republik Islam Iran akan membayar tarif 25% untuk semua bisnis yang dilakukan dengan Amerika Serikat. Perintah ini bersifat final dan mengikat,” kata Trump di Truth Social sebagaimana dilansir AFP, Selasa (13/1/2026).

Diketahui, mitra dagang utama Iran adalah China, Turki, Uni Emirat Arab, dan Irak, menurut basis data ekonomi Trading Economics.

Pengumuman tarif ini muncul ketika Trump mempertimbangkan kemungkinan tindakan militer terhadap Iran terkait protes tersebut. Kelompok hak asasi manusia telah melaporkan peningkatan jumlah korban jiwa.

“Serangan udara akan menjadi salah satu dari sekian banyak opsi yang ada,” kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt.

Namun, ia mengatakan Iran juga memiliki saluran diplomatik yang terbuka kepada utusan khusus Trump, Steve Witkoff, menambahkan bahwa Iran mengambil “nada yang jauh berbeda” secara pribadi daripada dalam pernyataan publiknya.

Sebelumnya, Trump sendiri memperingatkan Iran untuk tidak menembak para demonstran di tengah aksi protes besar-besaran anti pemerintah. Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan militer AS dan Israel akan menjadi “sasaran yang sah” jika Amerika menyerang Republik Islam, seperti yang diancam Trump.

(Sumber:Trump Bakal Kenakan Tarif 25% untuk Negara yang Berbisnis dengan Iran.)

SK HGU-HGB 328 Ribu Ha di Papua Diterbitkan buat Kejar Swasembada Pangan

Jakarta (VLF) – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, memastikan ketersediaan lahan sekaligus kepastian hukum hak atas tanah bagi pengembangan kawasan swasembada pangan, energi, dan air nasional di Provinsi Papua Selatan. Hal ini dibuktikan dengan penerbitan Surat Keputusan (SK) Hak Guna Bangunan (HGB) dan Hak Guna Usaha (HGU) seluas kurang lebih 328 ribu hektare yang telah dilakukan Kementerian ATR/BPN.
Nusron mengatakan penerbitan SK tersebut merupakan tindak lanjut dari pelepasan kawasan hutan di wilayah Papua Selatan. Penerbitannya mencakup di tiga wilayah, yakni di Kabupaten Merauke, Kabupaten Mappi, dan Kabupaten Boven Digoel.

“Kalau tugas saya (dalam program swasembada pangan) itu penyediaan lahan. Pelepasan kawasan hutan sudah, SK HGU-nya juga sudah kami terbitkan. Dari sekitar 486 ribu hektare, yang sudah kami terbitkan SK HGU dan HGB ada 328 ribu hektare,” ujar Menteri Nusron dalam keterangannya, Selasa (13/1/2026).

Nusron menegaskan, peran Kementerian ATR/BPN adalah memastikan para pengembang kawasan swasembada memiliki landasan hukum yang kuat melalui sertifikat tanah. Dengan begitu, implementasi program nasional ini bisa berjalan tanpa hambatan sengketa lahan.

Terkait penyesuaian rencana tata ruang, Nusron menegaskan bahwa seluruh Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) harus mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang telah ditetapkan. Ia memastikan bahwa proses sinkronisasi tata ruang berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“RDTR itu basisnya kecamatan dan harus menginduk pada RTRW kabupaten dan provinsi. Semua perencanaan tata ruang ini sinkron. Jika ada pelepasan kawasan hutan, itu berarti sudah tercantum dalam RTRW dan statusnya bukan lagi kawasan hutan,” tambah ia.

Rapat koordinasi yang dipimpin oleh Menko Pangan Zulkifli Hasan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat terwujudnya kawasan swasembada pangan nasional, khususnya di Papua Selatan. Nusron menekankan dalam pengembangannya tetap mengedepankan kepastian hukum hak atas tanah serta keterpaduan perencanaan tata ruang.

(Sumber:SK HGU-HGB 328 Ribu Ha di Papua Diterbitkan buat Kejar Swasembada Pangan.)