Category: News

Ekonomi Sumsel Tumbuh 5,33%, Lampaui Rata-rata Nasional

Jakarta (VLF) – Perekonomian Sumatera Selatan (Sumsel) menunjukkan kinerjanya di tengah dinamika global yang penuh tantangan. Pertumbuhan ekonomi daerah ini tercatat tumbuh 5,33 persen melampaui rata-rata nasional.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, mengatakan bahwa kondisi global yang memanas tidak menghambat laju pertumbuhan ekonomi di wilayahnya.

“Pertumbuhan ekonomi kita meskipun dalam suasana global yang memanas ini kita masih bisa tumbuh dengan baik,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Sumsel saat ini mencapai angka yang cukup menggembirakan dan berada di atas capaian nasional.

“Pertumbuhan ekonomi saat ini tercatat sebesar 5,33 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 5,11 persen,” katanya.

Selain itu, tingkat pengangguran terbuka di Sumatera Selatan juga berhasil ditekan, yang menunjukkan perbaikan pada sektor ketenagakerjaan.

“Sementara tingkat pengangguran terbuka juga berhasil ditekan hingga 3,89 persen pada tahun 2025,” jelasnya.

Herman Deru menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan ke depan.

“Capaian ini adalah hasil kerja bersama seluruh elemen, sekaligus menjadi bahan refleksi untuk terus melangkah lebih baik ke depan,” jelasnya.

Di sisi lain, Pemprov Sumsel berkomitmen mengejar 12 program strategis sebagai prioritas pembangunan daerah di tahun mendatang.

“Berbagai upaya dan langkah akan terus dilakukan dalam meningkatkan pembangunan melalui 12 program strategis dan prioritas,” ujarnya.

Deru mengatakan, program tersebut mencakup pembangunan New Palembang Port di Banyuasin, kelanjutan layanan kesehatan gratis (Berkat), ketahanan pangan, pendidikan berkeadilan, hingga infrastruktur merata.

Lalu, di sektor ekonomi terdapat program 100 ribu Sultan Muda Sumsel disiapkan untuk mencetak wirausaha muda di berbagai sektor

“Untuk program 100 ribu Sultan Muda Sumsel, kami akan fasilitasi modal usaha bersama perbankan, BUMN, dan BUMD, serta perbanyak pelatihan skill bagi anak muda,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah menargetkan 100 persen desa teraliri listrik dan bebas blank spot internet. Dari sisi budaya dan agama, direncanakan pembangunan Masjid Raya Sumsel dan pelestarian aksara ulu.

Herman deru mengatakan, pariwisata dipacu lewat Sumsel Wonderful 2030 dengan mengandalkan event ikonik dan wisata kuliner lokal.

“Kami berkomitmen membangun pemerintahan yang bersih, responsif, dan melayani masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa program ini juga menyentuh kesejahteraan perempuan dan anak serta revitalisasi pasar tradisional sebagai penggerak ekonomi kerakyatan.

“Program ini juga menyentuh kesejahteraan perempuan dan anak, termasuk mendukung program makan bergizi gratis dan penguatan hak penyandang disabilitas. Pasar tradisional pun akan kita revitalisasi agar menjadi sentra ekonomi kerakyatan yang kuat,” tuturnya.

(Sumber:Ekonomi Sumsel Tumbuh 5,33%, Lampaui Rata-rata Nasional.)

Suntikan Utang Ratusan Triliun untuk MBG hingga Kopdes Merah Putih

Jakarta (VLF) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit untuk penguatan ekonomi desa lewat program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah menembus Rp 174 triliun. Angka jumbo ini menjadi porsi terbesar dari penyaluran kredit lembaga jasa keuangan untuk tiga program strategis Presiden Prabowo Subianto.

Selain koperasi desa, OJK juga mencatat pembiayaan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan 3 juta rumah. Hingga Januari 2026, total penyaluran kredit untuk dua program tersebut mencapai triliunan rupiah.

“Kami telah mendorong berbagai program strategis Seperti makan bergizi gratis dengan realisasi pembiayaan mencapai Rp 1,21 triliun,” ungkap Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, dalam rapat bersama Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Untuk program MBG, realisasi kredit tercatat sebesar Rp 1,21 triliun yang disalurkan kepada 1.373 SPPG. Penyaluran ini merupakan bagian dari komitmen OJK dalam mendukung program pemerintah melalui sektor jasa keuangan.

Wanita yang akrab disapa Kiki itu menambahkan, dukungan terhadap program MBG juga dilakukan melalui skema securities crowdfunding yang melibatkan tiga penerbit dan 266 pemodal. Selain itu, OJK memberikan insentif khusus bagi lembaga jasa keuangan guna memperluas akses pendanaan.

Kredit Koperasi Desa Dominan

Kiki menjelaskan, penyaluran kredit untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mencapai Rp 174 triliun. Pembiayaan ini diarahkan untuk memperkuat ekonomi desa secara masif.

“Penguatan ekonomi desa juga dilakukan melalui pembiayaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang juga kami lihat sudah mencapai angka Rp 174 triliun,” jelasnya.

Pembiayaan Program 3 Juta Rumah

Sementara itu, untuk program pembangunan 3 juta rumah, OJK mencatat realisasi kredit sebesar Rp 1,44 triliun. Dana tersebut digunakan untuk membiayai pembangunan 11.468 unit rumah.

“Dukungan terhadap program 3 juta rumah dengan realisasi Rp 1,44 triliun untuk 11.468 unit, untuk memperluas akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” pungkasnya.

(Sumber:Suntikan Utang Ratusan Triliun untuk MBG hingga Kopdes Merah Putih.)

Trump Klaim Iran Minta Gencatan Senjata, AS Minta Selat Hormuz Dibuka

Jakarta (VLF) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim bahwa Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah meminta gencatan senjata. Namun, AS hanya akan mempertimbangkan tawaran tersebut jika Selat Hormuz sudah dibuka, bebas, dan aman.

“Sampai itu terjadi, kami akan menghancurkan Iran sampai habis atau, seperti yang mereka katakan, kembali ke Zaman Batu!!!” tulis Trump di Truth Social, dikutip dari CNBC, Kamis (2/4/2026).

Iran kemudian membantah bahwa mereka meminta gencatan senjata. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi mengatakan pihaknya tidak meminta gencatan senjata, melainkan ingin mengakhiri perang.

“Saat ini tidak ada negosiasi,” kata Araghchi.

Belum jelas apakah permintaan itu disampaikan langsung ke AS, seperti yang sebutkan Trump, atau melalui perantara seperti Pakistan. Bahkan jika Masoud Pezeshkian memang meminta gencatan senjata, belum tentu ia memiliki keputusan akhir.

Hal ini disebabkan karena pemimpin tertinggi Iran bukanlah presiden melainkan melainkan Ayatollah Mojtaba Khamenei. Namun, Mojtaba yang merupakan penerus ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei belum muncul di hadapan publik sejak menjabat.

Kedua pihak sering saling bertentangan dalam klaim mengenai ada atau tidaknya pembicaraan damai sejak perang dimulai pada 28 Februari dengan serangan AS dan Israel ke Iran.

Perang yang sudah berlangsung sebulan ini dengan cepat memicu gejolak ekonomi luas dan fluktuasi besar harga energi global. Gejolak itu sebagian besar dipicu oleh kemampuan Iran untuk terus menghambat Selat Hormuz, jalur penting bagi pengiriman sebagian besar minyak dunia.

Trump mengakui bahwa selat tersebut tetap menjadi titik krusial dalam perang, meskipun ia dan pejabat pemerintah lainnya menyatakan bahwa militer Iran telah dihancurkan.

(Sumber:Trump Klaim Iran Minta Gencatan Senjata, AS Minta Selat Hormuz Dibuka.)

Dividen Bank Mega Direncanakan Rp2 Triliun, IHSG Melemah dan Asing Catat Jual Bersih

Jakarta (VLF) 

Market Overview

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada Selasa (31/03) dengan penurunan 0,61% ke level 7.048,22.

Pergerakan indeks tertekan di tengah aksi jual investor asing yang membukukan jual bersih Rp1,17 triliun di pasar reguler dan Rp1,28 triliun secara keseluruhan.

Sejumlah saham masih mampu menahan tekanan, seperti INDF, MBMA, dan AMRT yang mencatat kenaikan dan menjadi penopang indeks. Sebaliknya, pelemahan saham BREN, BYAN, dan BRMS turut membebani pergerakan IHSG.

Dari sisi sektoral, mayoritas sektor mengalami koreksi, dengan sektor transportasi turun paling dalam sebesar 4,60%. Sementara itu, sektor barang konsumsi non-primer menjadi yang paling menguat dengan kenaikan 1,48%.

Di pasar global, bursa saham Amerika Serikat justru mencatat penguatan. Indeks Dow Jones naik 2,49% ke 46.341, diikuti S&P 500 yang menguat 2,91% ke 6.528, serta Nasdaq yang melonjak 3,83% ke 21.590. Sentimen positif dipicu pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait rencana penarikan militer AS dari Iran dalam waktu 2–3 minggu.

Meski demikian, pelaku pasar masih mencermati perkembangan lanjutan setelah adanya indikasi penambahan kekuatan militer AS di kawasan Timur Tengah, termasuk rencana pengiriman kapal induk USS George H. W. Bush. Kondisi ini membuat Indeks MSCI Indonesia terkoreksi 0,47%, meskipun ETF Indonesia (EIDO) sempat menguat 2,13%.

Dari dalam negeri, pemerintah berencana mulai menerapkan program Biodiesel 50 (B50) per 1 Juli sebagai bagian dari efisiensi konsumsi energi.

Kebijakan ini diperkirakan dapat menekan subsidi BBM hingga Rp48 triliun dan mengurangi konsumsi bahan bakar fosil sekitar 4 juta kiloliter dalam setahun. Langkah tersebut dinilai berpotensi memberikan dorongan bagi emiten di sektor kelapa sawit, khususnya yang memiliki aktivitas kuat di segmen hulu.

Berita Emiten

  • PT Bank Mega Tbk (MEGA)

MEGA menjadi sorotan setelah mengumumkan rencana pembagian dividen sebesar Rp2 triliun untuk tahun buku 2025, meningkat dibandingkan Rp1,05 triliun pada tahun sebelumnya. Nilai dividen per saham diperkirakan mencapai Rp171,95, dengan rasio pembayaran dividen berpotensi naik menjadi 60% dari sebelumnya 31,28%.

Selain itu, dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada 31 Maret, perseroan juga menetapkan penyisihan laba sebesar Rp35,10 juta sebagai dana cadangan sesuai ketentuan yang berlaku. Tak hanya itu, pemegang saham turut menyetujui pembagian saham bonus yang bersumber dari agio saham dengan total nilai mencapai Rp5,87 triliun.

Sejumlah pelaku pasar mencermati langkah korporasi ini sebagai bagian dari strategi perseroan dalam menjaga daya tarik bagi pemegang saham, di tengah dinamika pasar yang masih berfluktuasi.

Rekomendasi Saham Hari Ini

BWPT – Buy 125-127 | TP 132-138 | SL 119

ARCI – Buy 1365-1375 | TP 1400-1445 | SL 1290

BKSL – Buy 109-112 | TP 115-119 | SL 104

MBMA – Buy 715-725 | TP 750-770 | SL 680

ERAA – Buy 374-378 | TP 388-394 | SL 360

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.

(Sumber:Dividen Bank Mega Direncanakan Rp2 Triliun, IHSG Melemah dan Asing Catat Jual Bersih.)

Update Harga BBM Hari Ini 1 April 2026, Pertamax hingga Dexlite

Jakarta (VLF) – Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina tidak mengalami kenaikan pada 1 April 2026. Kepastian ini disampaikan setelah adanya koordinasi antara pemerintah, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta pihak Pertamina.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat luas. Meski harga minyak dunia tengah mengalami kenaikan, pemerintah tetap menahan harga BBM agar tidak membebani masyarakat.

“Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM non-subsidi,” ujar Prasetyo dalam keterangan resminya, Selasa (31/3/2026).

Harga BBM Pertamina April 2026 Tidak Naik

Dengan keputusan tersebut, harga BBM di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Jawa Barat, masih sama seperti bulan Maret 2026. Artinya, masyarakat tidak perlu khawatir akan adanya lonjakan harga di awal bulan ini.

BBM nonsubsidi seperti Pertamax (RON 92), Pertamax Turbo (RON 98), Pertamax Green 95, Dexlite, dan Pertamina Dex tetap dijual dengan harga sebelumnya. Sementara itu, BBM subsidi juga tidak mengalami perubahan.

Harga Pertalite masih dipatok Rp 10.000 per liter, sedangkan Solar subsidi (Biosolar) tetap Rp 6.800 per liter.

Rincian Harga BBM di Jawa Barat

Bagi masyarakat di wilayah Jawa Barat, berikut daftar harga BBM Pertamina per 1 April 2026:

  • Pertalite: Rp 10.000 per liter
  • Solar (Biosolar): Rp 6.800 per liter
  • Pertamax: Rp 12.300 per liter
  • Pertamax Turbo: Rp 13.100 per liter
  • Pertamax Green 95: Rp 12.900 per liter
  • Dexlite: Rp 14.200 per liter
  • Pertamina Dex: Rp 14.500 per liter

Harga tersebut berlaku di SPBU Pertamina di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya.

Harga BBM Pertamina 1 April 2026 Lengkap se-Indonesia

  • Berikut harga lengkap BBM Pertamina dari Sabang sampai Merauke:
    Aceh

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.600/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.350/liter

Dexlite: Rp 14.500/liter

Pertamina Dex: Rp 14.800/liter

  • Free Trade Zone (FTZ) Sabang

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 11.500/liter

Dexlite: Rp 13.250/liter

  • Sumatera Utara

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.600/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.350/liter

Dexlite: Rp 14.500/liter

Pertamina Dex: Rp 14.800/liter

  • Sumatera Barat

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.900/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.650/liter

Dexlite: Rp 14.800/liter

Pertamina Dex: Rp 15.100/liter

  • Riau

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.900/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.650/liter

Dexlite: Rp 14.800/liter

Pertamina Dex: Rp 15.100/liter

  • Kepulauan Riau

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.900/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.650/liter

Dexlite: Rp 14.800/liter

Pertamina Dex: Rp 15.100/liter

  • Free Trade Zone (FTZ) Batam

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 11.750/liter

Pertamax Turbo: Rp 12.400/liter

Dexlite: Rp 13.450/liter

Pertamina Dex: Rp 13.800/liter

  • Jambi

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.600/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.350/liter

Dexlite: Rp 14.500/liter

Pertamina Dex: Rp 14.800/liter

  • Bengkulu

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.600/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.350/liter

Dexlite: Rp 14.500/liter

Pertamina Dex: Rp 14.800/liter

  • Sumatera Selatan

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.600/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.350/liter

Dexlite: Rp 14.500/liter

Pertamina Dex: Rp 14.800/liter

  • Bangka Belitung

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.600/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.350/liter

Dexlite: Rp 14.500/liter

Pertamina Dex: Rp 14.800/liter

  • Lampung

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.600/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.350/liter

Dexlite: Rp 14.500/liter

Pertamina Dex: Rp 14.800/liter

  • DKI Jakarta

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.300/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.100/liter

Pertamax Green 95: Rp 12.900/liter

Dexlite: Rp 14.200/liter

Pertamina Dex: Rp 14.500/liter

  • Banten

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.300/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.100/liter

Pertamax Green 95: Rp 12.900/liter

Dexlite: Rp 14.200/liter

Pertamina Dex: Rp 14.500/liter

  • Jawa Barat

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.300/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.100/liter

Pertamax Green 95: Rp 12.900/liter

Dexlite: Rp 14.200/liter

Pertamina Dex: Rp 14.500/liter

  • Jawa Tengah

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.300/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.100/liter

Pertamax Green 95: Rp 12.900/liter

Dexlite: Rp 14.200/liter

Pertamina Dex: Rp 14.500/liter

  • Yogyakarta

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.300/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.100/liter

Pertamax Green 95: Rp 12.900/liter

Dexlite: Rp 14.200/liter

Pertamina Dex: Rp 14.500/liter

  • Jawa Timur

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.300/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.100/liter

Pertamax Green 95: Rp 12.900/liter

Dexlite: Rp 14.200/liter

Pertamina Dex: Rp 14.500/liter

  • Bali

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.300/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.100/liter

Dexlite: Rp 14.200/liter

Pertamina Dex: Rp 14.500/liter

  • Nusa Tenggara Barat

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.300/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.100/liter

Dexlite: Rp 14.200/liter

Pertamina Dex: Rp 14.500/liter

  • Nusa Tenggara Timur

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.600/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.350/liter

Dexlite: Rp 14.500/liter

Pertamina Dex: Rp 14.800/liter

  • Kalimantan Barat

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.600/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.350/liter

Dexlite: Rp 14.500/liter

Pertamina Dex: Rp 14.800/liter

  • Kalimantan Tengah

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.600/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.350/liter

Dexlite: Rp 14.500/liter

Pertamina Dex: Rp 14.800/liter

  • Kalimantan Selatan

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.900/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.650/liter

Dexlite: Rp 14.800/liter

Pertamina Dex: Rp 15.100/liter

  • Kalimantan Timur

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.600/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.350/liter

Dexlite: Rp 14.500/liter

Pertamina Dex: Rp 14.800/liter

  • Kalimantan Utara

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.900/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.650/liter

Dexlite: Rp 14.800/liter

Pertamina Dex: Rp 15.100/liter

  • Sulawesi Utara

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.600/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.350/liter

Dexlite: Rp 14.500/liter

Pertamina Dex: Rp 14.800/liter

  • Gorontalo

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.600/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.350/liter

Dexlite: Rp 14.500/liter

Pertamina Dex: Rp 14.800/liter

  • Sulawesi Tengah

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.600/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.350/liter

Dexlite: Rp 14.500/liter

Pertamina Dex: Rp 14.800/liter

  • Sulawesi Tenggara

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.600/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.350/liter

Dexlite: Rp 14.500/liter

Pertamina Dex: Rp 14.800/liter

  • Sulawesi Selatan

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.600/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.350/liter

Dexlite: Rp 14.500/liter

Pertamina Dex: Rp 14.800/liter

  • Sulawesi Barat

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.600/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.350/liter

Dexlite: Rp 14.500/liter

Pertamina Dex: Rp 14.800/liter

  • Maluku

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.600/liter

Dexlite: Rp 14.500/liter

  • Maluku Utara

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.600/liter

Dexlite: Rp 14.500/liter

  • Papua

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.600/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.350/liter

Dexlite: Rp 14.500/liter

  • Papua Barat

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.600/liter

Dexlite: Rp 14.500/liter

Pertamina Dex: Rp 14.800

  • Papua Selatan

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.600/liter

Dexlite: Rp 14.500/liter

  • Papua Pegunungan

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.600/liter

Dexlite: Rp 14.500/liter

  • Papua Tengah

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.600/liter

Dexlite: Rp 14.500/liter

  • Papua Barat Daya

Pertalite: Rp 10.000/liter

Solar: Rp 6.800/liter

Pertamax: Rp 12.600/liter

Dexlite: Rp 14.500/liter

Pertamina Dex: Rp 14.800/liter

Alasan Harga BBM Ditahan

Meski harga minyak dunia saat ini tengah tinggi, pemerintah memilih untuk tidak menaikkan harga BBM. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas ekonomi serta daya beli masyarakat.

Selain itu, keputusan ini juga merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam melindungi masyarakat dari dampak fluktuasi harga energi global yang tidak menentu.

Komitmen Pertamina Jaga Ketersediaan Energi

Melalui anak usahanya, Pertamina Patra Niaga, Pertamina menegaskan komitmennya dalam menjaga ketersediaan energi di seluruh wilayah Indonesia.

Pihak perusahaan memastikan pasokan BBM tetap aman dan distribusi berjalan lancar, sehingga masyarakat tidak perlu melakukan pembelian berlebihan.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tetap menggunakan energi secara bijak dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang belum tentu benar.

Sebagai informasi, pada Maret 2026 lalu, harga BBM nonsubsidi sempat mengalami kenaikan. Misalnya di wilayah DKI Jakarta, harga Pertamax naik menjadi Rp 12.300 per liter dari sebelumnya Rp 11.800 per liter pada Februari 2026.

Namun, untuk April 2026, pemerintah memutuskan tidak ada penyesuaian harga, baik untuk BBM subsidi maupun nonsubsidi.

Pemerintah dan Pertamina mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Ketersediaan BBM disebut dalam kondisi aman dan mencukupi untuk kebutuhan nasional.

Masyarakat juga disarankan untuk selalu memantau informasi resmi terkait harga BBM melalui kanal resmi Pertamina atau pemerintah, guna menghindari informasi yang tidak akurat.

(Sumber:Update Harga BBM Hari Ini 1 April 2026, Pertamax hingga Dexlite.)

Kementerian Kebudayaan Dukung Efisiensi Energi di Lingkungan Kerja

Jakarta (VLF) – Kementerian Kebudayaan gelar Refleksi dan Penguatan Etos Pemajuan Kebudayaan bagi aparatur Kementerian Kebudayaan dalam rangka tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto dalam mendukung efisiensi energi, bertempat di Ruang Graha Utama, Kompleks Kementerian Kebudayaan, Jakarta.

Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan bahwa momen Idul Fitri menjadi kesempatan penting untuk memperkuat hubungan antar sesama sekaligus meneguhkan kembali niat dalam bekerja bagi pemajuan kebudayaan, terutama untuk melaksanakan efisiensi energi yang sedang dilaksanakan bersama. Fadli Zon berharap agar seluruh upaya ini menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat dan memajukan kebudayaan.

Fadli juga mengingatkan bahwa saat ini dunia tengah menghadapi berbagai ketidakpastian global, termasuk dinamika geopolitik yang berdampak pada sektor energi dan ekonomi. Oleh karena itu, aparatur Kementerian Kebudayaan diimbau untuk memiliki kepekaan terhadap situasi tersebut, termasuk dengan menerapkan prinsip efisiensi dalam pelaksanaan tugas dan program kerja.

“Kita harus memiliki sense of crisis terhadap situasi global saat ini. Efisiensi, termasuk dalam penggunaan energi dan pola kerja, perlu kita terapkan, antara lain melalui skema kerja yang lebih adaptif seperti work from home pada waktu tertentu, agar kinerja tetap optimal sekaligus responsif terhadap kondisi yang berkembang,” kata Fadli Zon dalam keterangan tertulis, Rabu (1/4/2026).

Lebih lanjut, Fadli menekankan pentingnya refleksi dan penguatan etos kerja dalam mendorong percepatan pemajuan kebudayaan. Dia mengingatkan bahwa Kementerian Kebudayaan harus mampu menjadi motor penggerak utama dalam ekosistem kebudayaan nasional.

“Kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah hingga komunitas budaya, dinilai sebagai kunci dalam memperluas dampak program-program kebudayaan,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan Bambang Wibawarta menyampaikan bahwa momentum ini bukan hanya silaturahmi, tapi juga kesempatan untuk merefleksi dan memperkuat komitmen pemajuan kebudayaan.

“Mari kita semua memperkuat semangat kebersamaan dan bersinergi dalam melakukan tugas pemajuan kebudayaan yang berkelanjutan, serta menyelaraskan upaya kita untuk pemajuan kebudayaan, melalui elaborasi, kolaborasi, dan tradisi leluhur kita,” ujar Bambang.

Dia mengatakan kegiatan ini merupakan upaya dari Kementerian Kebudayaan untuk terus mendorong pemajuan kebudayaan Indonesia secara berkelanjutan, tidak hanya sebagai upaya pelestarian, tetapi juga sebagai kekuatan strategis dalam menjawab tantangan zaman.

“Penguatan etos kerja, sinergi internal, peningkatan kinerja aparatur, serta kemampuan beradaptasi terhadap dinamika global menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kebudayaan yang inklusif, tangguh, dan inovatif,” tutupnya.

Acara Refleksi dan Penguatan Etos Pemajuan Kebudayaan ini turut dihadiri oleh jajaran Kementerian Kebudayaan, antara lain Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha Djumaryo; Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan, Bambang Wibawarta; Inspektur Jenderal Kementerian Kebudayaan, Fryda Lucyana; Direktur Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan; Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah T.D. Retnoastuti; Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pengembangan Kebudayaan, Ahmad Mahendra; serta jajaran pejabat dan pegawai di lingkungan Kementerian Kebudayaan.

(Sumber:Kementerian Kebudayaan Dukung Efisiensi Energi di Lingkungan Kerja.)

Harga BBM Turun Rp 3.000/Liter, Australia Pangkas Pajak 50%

Jakarta (VLF) – Pemerintah Australia akan memangkas pajak bahan bakar minyak (BBM) 50% dan menghapus biaya penggunaan jalan raya untuk kendaraan berat selama tiga bulan.

Kebijakan itu dilakukan guna meredam lonjakan harga yang dialami masyarakat akibat perang di Timur Tengah.

“Kami memahami tekanan biaya bagi masyarakat sangat nyata karena dampak perang di belahan dunia lain terjadi di sini,” ujar Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dikutip dari Reuters, Selasa (31/3/2026).

Pengurangan separuh pajak akan mengurangi biaya BBM sebesar 26,3 sen Australia atau sekitar Rp 3.064 per liter (kurs Rp 11.653). Akibat kebijakan itu, total biaya yang dikeluarkan pemerintah diperkirakan sekitar 2,55 miliar dolar Australia atau sekitar Rp 29,71 triliun.

Sebagaimana diketahui, harga minyak dunia telah melonjak sejak perang Amerika Serikat (AS) dan Israel lawan Iran pecah dari akhir Februari 2026. Harga Brent melonjak 59% pada Maret 2026, kenaikan bulanan tertinggi dalam sejarah hingga menembus level US$ 115,66 per barel ketika pasar dibuka pada awal pekan ini.

Untuk meredam lonjakan harga minyak, pemerintah Australia sebelumnya juga mengumumkan pelepasan bensin dan solar dari cadangan domestik dan pelonggaran sementara standar kualitas BBM.

Australian Petroleum Institute melaporkan harga eceran rata-rata solar naik menjadi lebih dari 3 dolar Australia atau Rp 34.959 per liter pada pekan lalu. Sementara bensin menjadi 2,50 dolar Australia atau Rp 29.132 per liter.

Australia memiliki stok BBM tertinggi dalam 15 tahun terakhir, tetapi masih jauh di bawah rekomendasi Badan Energi Internasional (IEA) yaitu 90 hari. Angka terbaru pemerintah hingga pekan lalu menunjukkan BBM diesel cukup untuk 30 hari, bahan bakar jet 30 hari dan bensin (gasoline) 39 hari.

“Meskipun prospek pasokan bahan bakar Australia tetap aman dalam jangka pendek, semakin lama perang ini berlangsung, semakin buruk dampaknya,” tutur Albanese.

(Sumber:Harga BBM Turun Rp 3.000/Liter, Australia Pangkas Pajak 50%.)

Bahlil Bocorkan Jenis BBM yang Harganya Bakal Naik!

Jakarta (VLF) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi sinyal terkait potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah lonjakan harga minyak dunia yang kini tembus US$ 115 per barel.

Pernyataan itu disampaikan Bahlil saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja ke Jepang, Senin kemarin. Sebagai informasi, perubahan harga BBM biasanya terjadi pada awal bulan, atau dalam waktu dekat ini 1 April besok.

Menanggapi isu kenaikan harga BBM, Bahlil menegaskan bahwa yang berpotensi mengalami penyesuaian adalah BBM non-subsidi, khususnya yang digunakan oleh kalangan mampu.

“Gini. Di Peraturan Menteri ESDM tahun 2022 itu telah mengatur dua formulasi tentang harga BBM. Satu harga BBM industri dan satu non-industri. Kalau yang industri tanpa diumumkan pun dia terus terjadi berdasarkan harga pasar,” ujar Bahlil, ditulis Selasa (31/3/2026).

Ia menjelaskan, BBM kategori industri seperti bensin dengan RON tinggi-misalnya RON 95 dan RON 98-secara otomatis mengikuti mekanisme pasar. Jenis BBM itu lah yang kemungkinan besar akan naik harganya.

“Jadi mau diumumkan atau tidak diumumkan dia akan mengikuti harga pasar. Itu yang industri. Apa itu definisi yang industri adalah bensin RON 95, RON 98 itu kan orang-orang yang mampu lah,” jelasnya.

Menurut Bahlil, kelompok pengguna BBM tersebut tidak menjadi beban negara karena mampu membayar sesuai harga pasar. Jadi, negara tak perlu mensubsidi.

“Selama mereka mau jalan banyak selama ada uang untuk bayar monggo tugas negara menyiapkan, yang membayar mereka itu tidak ada tanggungan negara sama sekali,” tambahnya.

Sementara itu, untuk BBM subsidi, Bahlil memastikan pemerintah masih menahan harga dan belum ada keputusan kenaikan dalam waktu dekat.

“Oh di dalam negeri masih stabil. Insyaallah atas arahan Bapak Presiden untuk BBM subsidi sampai dengan sekarang saya pikir Bapak Presiden punya hatilah untuk memperhatikan rakyat kecil,” katanya.

Ia juga meminta masyarakat menunggu keputusan resmi pemerintah terkait kebijakan harga BBM ke depan. “Percayalah nanti tunggu tanggal mainnya Bapak Presiden akan memutuskan seperti apa untuk kebaikan rakyat bangsa dan negara,” tutupnya.

(Sumber:Bahlil Bocorkan Jenis BBM yang Harganya Bakal Naik!.)

Viral Harga Pertamax Rp 17.000 per Liter, Ini Penjelasan Pemerintah

Jakarta (VLF) – Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali ramai diperbincangkan publik. Kali ini, kabar yang beredar di media sosial X menyebutkan bahwa harga BBM nonsubsidi, khususnya Pertamax, akan melonjak hingga Rp 17.000 per liter mulai April 2026. Informasi tersebut langsung memicu kekhawatiran masyarakat.

Namun, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahwa kabar tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.

Masyarakat diminta untuk menunggu pengumuman resmi yang akan disampaikan dalam waktu dekat.

Tunggu Pengumuman Resmi

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyampaikan bahwa keputusan terkait harga BBM nonsubsidi akan diumumkan secara resmi pada 1 April 2026.

Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan final terkait perubahan harga BBM nonsubsidi. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di media sosial.

“Untuk BBM nonsubsidi kita tunggu 1 April saja,” ujarnya.

Sementara itu, untuk BBM subsidi, pemerintah memastikan tidak akan ada kenaikan harga. Kebijakan ini diambil guna menjaga daya beli masyarakat di tengah berbagai dinamika global.

BBM Subsidi Dipastikan Tidak Naik

Pemerintah menegaskan bahwa harga BBM subsidi tetap stabil. Saat ini, harga Pertalite masih berada di angka Rp 10.000 per liter, sedangkan Biosolar dijual Rp 6.800 per liter.

Keputusan ini menjadi kabar baik bagi masyarakat, terutama di tengah isu global seperti konflik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi harga minyak dunia.

Selain itu, pemerintah juga memastikan bahwa stok BBM dan LPG dalam kondisi aman dan mencukupi. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.

Pertamina Tegaskan Informasi Viral Tidak Valid
Di sisi lain, pihak Pertamina turut memberikan klarifikasi terkait isu yang beredar. Vice President Corporate Communication, Muhammad Baron, menegaskan bahwa informasi kenaikan harga BBM yang beredar bukan berasal dari sumber resmi.

Menurutnya, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga BBM per 1 April 2026. Informasi yang beredar di media sosial disebut tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyaring informasi, serta hanya mengacu pada sumber resmi seperti situs perusahaan.

Daftar BBM Nonsubsidi Pertamina

Sebagai informasi, Pertamina memasarkan beberapa jenis BBM nonsubsidi yang umum digunakan masyarakat, antara lain:

  • Pertamax (RON 92)
  • Pertamax Turbo (RON 98)
  • Pertamax Green (RON 95)
  • Pertamina Dex (CN 53)
  • Dexlite (CN 51)

Harga BBM nonsubsidi ini memang bersifat fluktuatif karena mengikuti pergerakan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.

Isu Rp 17.000 Berasal dari Spekulasi

Kabar mengenai harga Pertamax yang disebut akan mencapai Rp 17.000 per liter diketahui berasal dari unggahan salah satu akun di media sosial X. Unggahan tersebut memuat proyeksi harga BBM nonsubsidi tanpa disertai sumber resmi.

Informasi seperti ini kemudian cepat menyebar dan menimbulkan persepsi bahwa kenaikan harga sudah dipastikan terjadi. Padahal, hingga saat ini belum ada keputusan resmi dari pemerintah maupun Pertamina.

Imbauan Agar Masyarakat Tidak Panik

Pemerintah dan Pertamina sama-sama mengingatkan masyarakat agar tidak terpancing isu yang belum jelas kebenarannya. Pembelian BBM secara berlebihan justru dapat menimbulkan gangguan distribusi.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk terus memantau informasi dari kanal resmi pemerintah maupun Pertamina guna mendapatkan data yang akurat.

Kebijakan harga BBM sendiri mempertimbangkan banyak faktor, mulai dari harga minyak dunia, kondisi ekonomi nasional, hingga daya beli masyarakat.

(Sumber:Viral Harga Pertamax Rp 17.000 per Liter, Ini Penjelasan Pemerintah.)

Pengacara Ungkap Videografer Amsal Sitepu Tak Punya Mens Rea Korupsi

Jakarta (VLF) – Videografer asal Karo, Amsal Sitepu, didakwa melakukan korupsi Rp 202 juta di proyek pembuatan profil desa. Pengacara Amsal, Willyam Raja Dev, mengklaim kliennya tak punya niat jahat atau mens rea melakukan korupsi seperti yang didakwa oleh jaksa.

“Di dalam hukum pidana itu ada dikenal istilah mens rea. Mens rea itu adalah niat dan tidak bisa berdiri sendiri, sekarang kita bedah ulang mens rea-nya di mana kalau gini? sifatnya penawaran,” ujar Willyam, Minggu (29/3/2026) malam.

Willyam mengatakan kepala desa berhak menolak para saat Amsal mengajukan penawaran. Berdasarkan fakta persidangan, kata dia, tak kepala desa yang langsung menerima pada saat penawaran pertama.

Kliennya Amsal Sitepu, tidak berhenti saat penawaran pertama ditolak oleh kepala desa. Selanjutnya Amsal mengajukan penawaran ulang hingga empat kali.

“Namanya seperti orang jualan, mau nggak pak, saya buat video profil?. Tidak ada yang menerima jadi kita yakini mens rea itu tidak ada. Mengenai perbuatan, di mana pekerjaannya selesai sesuai dengan pengguna anggaran itu,” tegasnya.

William menilai mark up atau penggelembungan anggaran yang didakwa jaska terjadi karena perbedaan harga. Apalagi, Inspektorat ada memberikan laporan hasil pemeriksaan (LHP).

“Makanya kesannya yang dibuat Amsal adalah yang sudah digembungkan. Jadi dari situnya kata mark up itu,” ungkapnya.

Dakwaan kepada Amsal, ujar William, yang ada di saluran resmi SIIP Pengadilan Negeri (PN) Medan tidak lengkap. Sebab, ada beberapa poin yang dinilai nol oleh Inspektorat.

“Nah, itulah yang dibawa menjadi dasar dakwaan oleh jaksa penuntut umum. Jadi memang tidak secara keseluruhan, mereka juga menggunakan teknik perhitungan yang lain juga,” kata Willyam.

“Menariknya begini, yang melakukan perhitungan penilaian atas usul yang diajukan oleh Amsal yang sudah dikerjakan dan sudah selesai. Sampai hari ini tidak pernah diperiksa ahlinya,” tambahnya.

Ia juga mengatakan karena di dalam fakta persidangan, Inspektorat mengakui ada minta tolong kepada ahli lain dari Komdigi.

“Sementara yang dari itu Komdigi kredibilitasnya untuk ngitung juga kita tidak tahu, soalnya tidak pernah diperiksa. Jadi asal muasal mark up itu intinya semua dari LHP Inspektorat, tentunya inspektorat membuat harga yang lebih rendah,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan anggaran untuk pembuatan video profil tersebut tidak mencapai 1 miliar. Ia menyebut perhitungan 1 video rata-rata 30 juta.

“Anggaranya tidak sampai Rp 1 miliar, rata-rata Rp 30 juta per desa dikali 20 desa itulah total anggarannya.Tapi sifat kontrak ini masing-masing karena penawaran Amsal kepada desa ini, sifatnya masing-masing karena ini bukan program dari pemerintah,” tegasnya.

Video yang dibuat Amsal tidak langsung disetujui oleh kepala desa. Ada permintaan kepada kliennya untuk merevisi video. Setiap kepala desa mengajukan revisi berbeda-beda, mulai dari soal budaya agar lebih ditonjolkan.

“Ada revisi, kepala desa mengatakan ada revisi dengan permintaan masing-masing berbeda setiap desa. Lalu perhitungan, sama sekali kita tidak tahu cara menghitung kerugian negara ini bagaimana? Saksinya juga tidak pernah dihadirkan di persidangan,” ucapnya.

Tak Dapat Undangan RDPU dengan Komisi III DPR

Terkait agenda rapat dengar pendapat umum (RDPU) terkait kasus Amsal Sitepu yang dilaksankaan Komisi lll DPR RI, ia mengaku tidak menerima undangan. Willyam memprediksi yang diundang dalam rapat tersebut adalah pihak kejaksaan.

“Kita belum ada pemberitahuan jadi kita berasumsi RDPU itu mungkin yang dipanggil oleh Komisi III adalah kejaksaan. Karena tidak ada kewajiban Komisi III memberitahukan kepada kita, sementara kejaksaan sendiri kan mitra mereka. Pastinya panggilan resmi kepada kita enggak ada, maka dari itu kita asumsikan seperti itu,” tandasnya.

Menjelang putusan Amsal Sitepu, penasehat hukumnya berharap agar hakim memberikan keadilan sebenar-benarnya.

“Sudah pasti keadilan yang sebenar-benarnya,” tegasnya.

Amsal Sitepu Didakwa Korupsi Rp 202 Juta

Dikutip dari dakwaan jaksa, kasus ini bermula ketika Amsal Christy Sitepu sebagai Direktur CV. Promiseland, melakukan kegiatan pengelolaan dan pembuatan jaringan/instalasi komunikasi dan informatika lokal desa berupa pembuatan video profil desa di Kabupaten Karo Tahun anggaran 2020 s/d tahun 2022.

Pembuatan video profil desa berlokasi di Kecamatan Tiganderket, Kecamatan Tigabinanga, Kecamatan Tigapanah dan Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo. Sebelum membuat profil desa, Amsal memberikan proposal kepada kepala desa yang telah disusun secara tidak benar atau mark up sebagai dasar pembuatan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Lebih lanjut, dalam dakwaan Amsal selaku penyedia tidak melaksanakan kegiatan pembuatan profil desa sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Amsal melakukan pembuatan profil desa dan menggunakan perusahaannya yakni CV. Promiseland dengan biaya pembuatan sebesar Rp 30.000.000 untuk setiap desa.

Pekerjaan yang dilakukan Amsal bertentangan dengan peraturan menteri dalam negeri nomor 20 Tahun 2018 tentang pengelolaan keuangan desa pasal 2 ayat (1) bahwa keuangan desa dikelola berdasarkan asas transparan, akuntabel, partisipatif serta dilakukan dengan tertib dan disiplin anggaran. Peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pedoman Penyusunan Tata Cara Pengadaan Barang/Jasa Di Desa.

Dalam dakwaan, diterangkan Amsal menemui masing-masing kepala desa untuk membuat video profil. Untuk sumber dana kegiatan profil, menggunakan anggaran dana desa untuk masing-masing desa.

Atas perbuatan terdakwa, berdasarkan laporan hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara atas dugaan tindak perhitungan kerugian keuangan negara sebesar Rp 202.161.980.

Perbuatan Amsal telah melanggar ketentuan Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

(Sumber:Pengacara Ungkap Videografer Amsal Sitepu Tak Punya Mens Rea Korupsi.)