Jakarta (VLF) – Mobil beli Pertalite bakal dibatasi. Masyarakat masuk kategori ini nggak bakal lagi bisa beli Pertalite.
Pemerintah bakal memperketat distribusi Pertalite. Nantinya, tidak semua kendaraan bisa beli Pertalite seperti sekarang. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap, masyarakat yang masuk kategori desil 9 dan desil 10 berpotensi tak lagi diperbolehkan beli BBM subsidi. Pembatasan ini diperlukan lantaran penyaluran BBM subsidi sekelas Pertalite belum tepat sasaran.
“Jadi tadi kita bahas kemungkinan implementasi pembatasan subsidi Pertalite untuk yang tingkat atas, mungkin yang desil 9-10. Supaya nanti, bukan sekarang ya, beberapa bulan kemudian kita bisa kurangi secara bertahap,” kata Purbaya usai menggelar rapat koordinasi dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dikutip detikFinance.
Untuk diketahui, dikutip dari laman Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), desil merupakan kelompok kesejahteraan keluarga yang diukur berdasarkan variabel sosial ekonomi mencakup keterangan individu (pekerjaan, pendidikan), keterangan perumahan (kondisi rumah, daya listrik), dan kepemilikan aset.
Terdapat 10 desil yang masing-masing berisi 10 persen keluarga di Indonesia. Desil 9 dan desil 10 masuk dalam golongan keluarga dengan tingkat kesejahteraan 10 persen tertinggi.
Pada kesempatan yang sama, Bahlil lebih lanjut menjelaskan, selama ini distribusi BBM RON 90 Pertamina itu memang masih dinikmati orang kaya. Makanya butuh pembatasan agar distribusinya benar-benar tepat sasaran.
“Masa orang kaya harus kita subsidi, contoh Pertalite, desil 9, desil 10 masih kena, masih dapat subsidi. Nah ini yang kita mulai bahas sistemnya segala macam. Supaya apa? Angka subsidi yang ratusan triliun ini betul-betul diberikan kepada saudara-saudara kita yang berhak menerimanya,” lanjut Bahlil.
Skema pembatasannya belum diketahui. Namun Bahlil bilang bakal menyasar jenis kendaraan.
“Nanti menyangkut pembatasan itu nanti kan ada jenis kendaraan. Jangan pakai BMW, pakai Mercy, masa pakai minyak subsidi. Itu yang dimaksudkan oleh Pak Menteri (Keuangan),” ucap Bahlil.
Namun, sebelumnya pada Mei 2026, Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Widya Yudha mengungkap pembatasan Pertalite itu akan diatur melalui revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM.
Satya mengungkap bila skema pembatasan menggunakan jenis kendaraan dan kapasitas mesin, maka pemerintah bisa menghemat konsumsi BBM subsidi hingga 15 persen.
“Kalau berdasarkan CC dan jenis kendaraan itu potensi hematnya, hitungan kami itu 10-15% daripada volume,” terang Satya kala itu.
Adapun pembatasan Pertalite berdasarkan kapasitas mesin mobil sebenarnya sudah mencuat dalam tiga tahun belakangan. Dulu kabarnya pembatasan Pertalite akan berlaku untuk mobil dengan kapasitas maksimal 1.400 cc. Sedangkan untuk solar subsidi, kapasitas mesin kendaraan maksimal 2.000 cc.
(Sumber:Pertalite Mau Dibatasi, Kategori Ini Bakal Nggak Bisa Beli Lagi.)
