Babat Hutan, Proyek Data Center AI Google Dikecam

Jakarta (VLF) – Seiring persaingan AI yang memanas, perusahaan-perusahaan teknologi raksasa berlomba membangun data center yang berpolusi tinggi dan rakus energi sebanyak mungkin.

Dan sementara pemerintahan Donald Trump di Amerika Serikat umumnya membuka jalan dengan melonggarkan peraturan lingkungan untuk fasilitas-fasilitas semacam itu, pemerintah di negara lain tidak serta merta memberikan kelonggaran yang sama.

Seperti dilaporkan surat kabar Finlandia, Kaleva, Google mendapat kecaman karena membabat lebih dari 300 hektare lahan atau setara hampir 500 lapangan sepak bola untuk dua data center baru di utara negara Eropa tersebut tanpa menyelesaikan analisis dampak lingkungan yang diperlukan.

Meskipun proses analisis tersebut masih berlangsung, para kontraktor raksasa teknologi itu telah mulai menebang pohon di kawasan tersebut sejak beberapa bulan lalu, sehingga memicu peringatan keras dari Asosiasi Konservasi Alam Finlandia.

“Ini bisa jadi merupakan inkompetensi yang luar biasa dari perusahaan proyek Google di Finlandia, Tuike Finland Oy, atau pengabaian secara nyata terhadap undang-undang Finlandia atau kemungkinan terburuknya adalah keduanya,” ujar chairman asosiasi tersebut, Hanna Halmeenpaa.

Dikutip detikINET dari Futurism, citra satelit menunjukkan bahwa empat lokasi berbeda telah diratakan dengan tanah untuk membangun dua data center baru tersebut.

Google menegaskan bahwa penebangan pohon yang mereka lakukan telah memenuhi persyaratan Undang-Undang Kehutanan Finlandia dan bahwa mereka telah merampungkan evaluasi lingkungan menyeluruh.

Meskipun demikian, Asosiasi Konservasi Alam Finlandia meminta pihak berwenang Finlandia menghentikan sementara aktivitas di sana hingga analisis dampak lingkungan yang sedang berjalan selesai dilakukan.

Halmeenpaa khawatir spesies burung lokal mungkin ikut terdampak perataan lahan di kawasan tersebut. Hutan ini juga berfungsi sebagai jalur ekologis sangat penting, yang memungkinkan hewan-hewan berpindah dari satu habitat ke habitat lainnya.

Insiden ini menyoroti lonjakan pesat proyek pembangunan data center AI baru di seluruh dunia, proyek infrastruktur skala besar yang dapat membawa dampak signifikan terhadap lingkungan setempat.

Sementara itu, Google berharap dapat mengambil hati pemerintah Finlandia dengan menjadikan negara tersebut lokasi investasi tunggal terbesarnya di Eropa, dengan nilai mencapai USD 15 miliar.

(Sumber:Babat Hutan, Proyek Data Center AI Google Dikecam.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *