Jakarta (VLF) – Ekonomi Nusa Tenggara Barat (NTB) tumbuh 7,39 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y) pada triwulan III 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) NTB mencatat pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh meningkatnya kinerja sektor pertambangan dan galian.
“Pertumbuhan ekonomi tinggi pada triwulan III 2026 didorong oleh meningkatnya aktivitas produksi pada hampir seluruh lapangan usaha. Lapangan usaha pertambangan dan penggalian serta industri pengolahan jadi pendorong utama pertumbuhan ekonom di NTB,” kata Kepala BPS NTB Wahyudin, usai rilis di kantornya, Kamis (5/11/2026).
Menurutnya, peningkatan produksi konsentrat tembaga menjadi salah satu faktor yang mendukung kinerja kedua sektor tersebut. Kondisi itu sejalan dengan berlanjutnya siklus produksi tambang pada fase optimal dan optimalisasi smelter.
“Kinerja kedua lapangan usaha ini didukung oleh peningkatan produksi konsentrat tembaga sejalan dengan berlanjutnya siklus produksi tambang pada fase optimal dan optimalisasi smelter,” sambungnya.
Berdasarkan data BPS NTB, sektor pertambangan dan penggalian mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 30,23 persen. Berikutnya, industri pengolahan tumbuh 19,02 persen dan pengadaan listrik dan gas sebesar 11,45 persen.
Sejumlah sektor lain juga mencatat pertumbuhan positif. Di antaranya jasa kesehatan sebesar 5,91 persen, pengadaan air dan pengelolaan sampah 5,48 persen, serta penyediaan akomodasi dan makan minum 5,38 persen.
Sementara itu, jasa lainnya tumbuh positif sebesar 4,94 persen, diikuti jasa perusahaan (4,21 persen), transportasi (4,15 persen), jasa pendidikan (4,07 persen), informasi dan komunikasi (3,54 persen), perdagangan (3,41 persen), real estate (2,96 persen), administrasi pemerintah (2,45 persen), dan pertanian (0,95 persen).
Sementara itu, dari sisi PDRB pengeluaran, pertumbuhan ekonomi pada triwulan III 2026 didorong oleh ekspor barang dan jasa sebesar 31,37 persen, disusul dikurangi impor barang dan jasa (10,85 persen), konsumsi pemerintah (4,65 persen), konsumsi rumah tangga (4,41 persen), dan konsumsi LNPRT (0,53 persen).
“Pertumbuhan ekonomi dari sisi pengeluaran, terutama ditopang oleh kinerja ekspor barang dan jasa yang tumbuh sebesar 31,37 persen. Peningkatan tersebut sejalan dengan aktivitas ekspor produk industri pengolahan logam,” ungkap Wahyudin.
(Sumber:Ekonomi NTB Tumbuh 7,39%, Sektor Tambang Jadi Motor Utama.)









