Trump Pilih Kontraktor Tanpa Lelang-Tembak Harga buat Proyek Ballroom Mewah

Jakarta (VLF) – Ada kabar baru dari proyek pembangunan Ballroom Gedung Putih di AS. Dikabarkan Trump menembak harga proyek pembangunannya menjadi US$ 500 juta atau setara Rp 8,9 triliun (kurs Rp 17.993) kepada Clark Construction, kontraktor federal yang terpilih.

Sebelumnya pada pertengahan Juni, dilaporkan biaya pembangunannya tembus US$ 600 juta atau Rp 10,7 triliun.

Penawaran ini disebut menyimpang dari praktik penawaran kompetitif, seperti lelang atau tender yang biasa dilakukan oleh lembaga federal. Namun, yang terjadi penawaran dilakukan melalui Kantor Kediaman Eksekutif yang biasanya hanya menangani perbaikan rutin dan dekorasi di sekitar Gedung Putih.

Oleh karena itu, proyek ballroom ini bisa mendapat pengecualian untuk mengungkapkan detail dan penawarannya tidak perlu melalui tender.

Tidak hanya itu, pembangunannya dikabarkan bisa dimulai lebih cepat karena proyek ini tidak melalui tender atau lelang. Apabila melalui proses umum butuh 120 hari untuk diselesaikan, baru setelah itu bisa dibangun, menurut Departemen Perumahan dan Pembangunan Perkotaan AS (DHUD).

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan kepada Post alasan Gedung Putih tiba-tiba memberikan kontrak melalui Kantor Eksekutif Presiden karena secara birokrasi ballroom akan menjadi fasilitas pendukung utama kantor tersebut.

Clark Construction buka suara kepada media bahwa mereka telah mengikuti sesuai dengan prosedur. Mereka juga berpengalaman dalam proyek-proyek pemerintahan dengan pengalaman 80 tahun.

“Kami mengikuti proses pengadaan dan kontrak yang telah ditetapkan untuk setiap proyek dan melaksanakan pekerjaan sesuai dengan jadwal, anggaran, pengiriman, dan persyaratan kontrak,” kata juru bicara Clark Construction pada Selasa (30/6/2026), dikutip dari Post.

Sebelumnya diberitakan, proyek ballroom ini telah menjadi sorotan karena lebih dari separuh biaya proyek tersebut diperkirakan akan ditanggung oleh pemerintah AS atau berasal dari dana publik. Nilainya mencapai sekitar US$ 307 juta atau setara Rp 5,4 triliun.

Kondisi ini memicu perdebatan karena sebelumnya Trump dan Gedung Putih menyatakan proyek ballroom akan dibiayai oleh dirinya sendiri bersama sejumlah donor swasta.

Ballroom baru itu dibangun di area Sayap Timur (East Wing) Gedung Putih yang sebelumnya telah dibongkar untuk memberi ruang bagi pembangunan fasilitas baru. Jika rampung, proyek ini akan menjadi salah satu renovasi terbesar yang pernah dilakukan di kompleks Gedung Putih dalam beberapa dekade terakhir.

(Sumber:Trump Pilih Kontraktor Tanpa Lelang-Tembak Harga buat Proyek Ballroom Mewah.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *