Jakarta (VLF) – Polemik penutupan Jembatan Gantung Sukamenak yang menghubungkan Kabupaten Ciamis dan Kota Tasikmalaya akhirnya mereda. Setelah sempat ditutup menggunakan rumpun bambu oleh Kepala Desa Wanasigra, akses vital tersebut kini kembali dibuka usai Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun langsung ke lokasi.
Meski warga sudah bisa kembali melintas, akar persoalan yang memicu penutupan jembatan ternyata belum selesai. Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini bersiap memediasi sengketa yang melibatkan Pemerintah Kota Tasikmalaya dan Pemerintah Desa Wanasigra.
Pantauan di lokasi, Minggu (5/7/2026), rumpun bambu yang sebelumnya menutup pintu masuk jembatan sudah tidak terlihat. Jembatan yang menghubungkan Desa Wanasigra, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, dengan Kelurahan Sukamenak, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya itu kembali dipenuhi aktivitas warga.
Sejumlah masyarakat tampak memanfaatkan jembatan untuk berolahraga, berjalan kaki, hingga berfoto. Akses yang sempat lumpuh kini kembali normal.
Kepala Desa Wanasigra, Yudi Wahyudi, membenarkan pembukaan kembali jembatan tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Barat saat berkunjung ke lokasi pada Sabtu (4/7/2026).
“Betul, kemarin Pak Dedi Mulyadi datang langsung ke lokasi dan jembatannya dibuka,” ujar Yudi.
Menurut Yudi, dalam pertemuan tersebut dirinya menjelaskan secara langsung alasan penutupan jembatan kepada Dedi Mulyadi. Ia menyebut penutupan dilakukan bukan untuk menghambat aktivitas masyarakat, melainkan sebagai bentuk protes atas persoalan akses jalan yang hingga kini belum menemukan penyelesaian.
“Tadi kami sempat menjelaskan kenapa jembatan itu ditutup. Pak Dedi meminta dari pihak desa untuk membuka dulu aksesnya. Nanti persoalan ini rencananya akan dimediasi oleh Pak Dedi antara pihak Tasikmalaya dan pihak Wanasigra,” katanya.
Atas permintaan gubernur, Pemerintah Desa Wanasigra akhirnya membuka kembali akses tersebut sehingga masyarakat dari dua daerah bisa kembali menggunakan jembatan penghubung itu.
“Sudah bisa dilalui lagi,” ucap Yudi.
Meski begitu, ia menegaskan pembukaan jembatan bukan berarti sengketa yang menjadi pemicunya telah selesai. Pemerintah desa kini memilih menunggu proses mediasi yang akan difasilitasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Untuk sementara kami menunggu hasil mediasi nanti seperti apa. Kami menunggu arahan dari Pak Dedi Mulyadi untuk mempertemukan pihak-pihak yang berkaitan dengan persoalan ini,” jelasnya.
Yudi berharap mediasi tersebut mampu menghasilkan solusi yang adil bagi seluruh pihak, terutama warga yang selama ini bergantung pada jembatan sebagai akses utama penghubung Ciamis dan Tasikmalaya.
“Harapan kami tentu semuanya bisa baik-baik saja. Mudah-mudahan ada solusi terbaik setelah dimediasi nanti,” harapnya.
Dedi Bongkar Penyebab Polemik
Kasus penutupan Jembatan Sukamenak sebelumnya menjadi perhatian publik setelah video jembatan yang ditutup bambu viral di media sosial. Menyikapi hal itu, Dedi Mulyadi langsung mendatangi lokasi.
Dalam video yang diunggah di akun media sosial pribadinya, Dedi menyebut penutupan dipicu ketidaksepakatan mengenai proses pembebasan lahan akses menuju jembatan.
“Ya ini kita di Jembatan Gantung Wanasigra yang kemarin ditutup karena ada ketidaksepahaman,” ujar Dedi.
Menurut Dedi, berdasarkan penjelasan Kepala Desa Wanasigra, warga Ciamis dahulu secara sukarela menghibahkan tanah untuk pembangunan akses jembatan. Namun di sisi Kota Tasikmalaya, lahan justru dibebaskan menggunakan anggaran pemerintah sehingga memunculkan rasa ketidakadilan di kalangan warga.
“Kalau Kuwu Wanasigra dulu tanpa pembebasan. Artinya rakyat ikhlas menghibahkan tanah untuk jembatan. Termasuk aki. Nah ternyata di Pemkot Tasik dibebaskan. Dibiayai oleh Pemkot Tasikmalaya. Akhirnya merasa dulu katanya mau ikhlas, sekarang dibebaskan, dibiayai, dibayar,” jelasnya.
Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, Dedi memastikan akan mempertemukan seluruh pihak yang berkepentingan agar sengketa tidak berlarut-larut.
“Sudah, nanti akan kita undang Pemkot Tasik, kita undang Kepala Desa Sukamenak, kita undang bareng dengan Kuwu Wanasigra,” ucapnya.
Tak hanya itu, Dedi juga menjanjikan pembangunan akses jalan menuju kawasan Sukamenak sebagai bagian dari penyelesaian persoalan infrastruktur di lokasi tersebut.
“Nanti sebentar lagi juga akan saya bangun, jalan yang menuju Sukamenak. Panjangnya kurang lebih 400 meter. Nilainya lebih Rp1,5 miliar, dicor,” tegasnya.
(Sumber:Akhir Polemik Jembatan Gantung Rp 5 M Ditutup Kades di Ciamis.)
