Category: Global

IHSG Dibuka Anjlok Usai Bos BEI-OJK Mundur

Jakarta (VLF) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka anjlok lagi pada pembukaan perdagangan. IHSG berada di level 8.100 pagi ini.
Dikutip dari data RTI, Senin (2/2/2026), IHSG berada di level 8.132,36 pada pukul 09.05 WIB, turun 197 poin atau melemah 2,37%. IHSG dibuka pada level 8.306,18 poin.

Sebanyak 388 saham melemah, 180 saham menguat, dan 126 saham stagnan. Ada 3,95 miliar saham yang diperdagangkan dengan total turnover mencapai Rp 2,74 triliun dengan frekuensi perdagangan saat dibuka mencapai 312.135 kali.

Pekan lalu, IHSG babak belur usai laporan MSCI soal kondisi pasar saham. Setelah itu, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan OJK mundur ramai-ramai.

Pemerintah sudah menetapkan para pejabat sementara di bursa efek dan OJK. Pengelolaan bursa efek juga akan kembali diperbaiki.

(Sumber:IHSG Dibuka Anjlok Usai Bos BEI-OJK Mundur.)

Tanah Masih Girik Bakal Diambil Negara? Jawabannya Adalah…

Jakarta (VLF) – Sejumlah dokumen tanah lama, seperti girik, verponding, dan Letter C disarankan segera diubah menjadi Sertifikat Hak Milik (SHM). Sebab, berdasarkan aturan dokumen tanah lama tersebut tidak akan berlaku lagi sebagai bukti kepemilikan tanah pada 2026.

Hal ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2021 dalam Pasal 95 PP. Di dalamnya dijelaskan bahwa alat bukti tertulis tanah bekas hak barat dinyatakan tidak berlaku sebagai alat bukti hak dan harus didaftarkan agar mendapatkan kepastian hukum.

Menurut Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), seperti yang dikutip dari @kementerian.atrbpn pada Jumat (30/1/2026), meskipun tidak akan diambil negara, girik bukan bukti hak milik, melainkan hanya dipakai sebagai petunjuk pendaftaran tanah.

Selama tanah tersebut ditempati dan diduduki, girik tersebut tetap bisa diurus menjadi SHM atau sertifikat setelah 2 Februari 2026.

Kenapa Harus Mengubah Girik Menjadi SHM?

Dengan bukti kepemilikan tanah sudah berubah menjadi SHM, tanah tersebut sudah mendapat jaminan hukum dari negara bahwa itu aset milik seseorang sehingga ada perlindungan hak. Dengan begitu, ke depannya tanah tidak akan asal diserobot oleh oknum dan bisa terlindungi.

Cara Mengurus Perubahan Girik Menjadi SHM

Ada beberapa hal yang harus dilengkapi agar proses pembuatan SHM dari sebelumnya girik dapat diproses, berikut caranya.

1. Bawa surat pernyataan riwayat kepemilikan dan penguasaan

2. Hadirkan 2 orang saksi (tetangga atau tokoh masyarakat yang mengetahui riwayat tanah dan penguasaan fisik rumah)

3. Diketahui desa atau kelurahan

4. Ajukan semua persyaratan ke kantor pertanahan.

Berapa Biaya Ubah Girik Jadi SHM

Biaya yang perlu dipersiapkan untuk membuat sertifikat berbeda-beda tergantung pada luas tanah, jenis penggunaan lahan, dan lokasinya. Masyarakat bisa memperkirakan biayanya dengan menghitung di aplikasi Sentuh Tanahku. Pada aplikasi tersebut tersedia biaya sesuai dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan pajak resmi.

Kementerian ATR/BPN mengingatkan untuk menghindari pengurusan sertifikat lewat calo karena banyak sekali risikonya, salah satunya ditipu.

(Sumber:Tanah Masih Girik Bakal Diambil Negara? Jawabannya Adalah….)

India Mau Beli Minyak Venezuela, Trump Pangkas Tarif Impor?

India bakal membeli minyak dari Venezuela. Kesepakatan ini diumumkan langsung oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Trump bilang minyak asal Venezuela akan menggantikan pasokan minyak Rusia bagi India. Seperti diketahui Trump sempat kesal India membeli pasokan minyak dari Rusia dan ‘menghukum’ negara tersebut dengan kenaikan tarif impor yang tinggi.

“Kami sudah membuat kesepakatan itu, konsep kesepakatannya,” kata Trump dikutip dari CNBC, Senin (2/1/2026).

AS dan India telah berkomunikasi bahwa minyak Venezuela menggantikan impor minyak Rusia. India sempat menjadi pelanggan Venezuela, dan baru saja berhenti membeli minyak tahun lalu setelah Trump memberlakukan tarif 25% pada negara-negara yang membeli minyak Venezuela pada Maret.

Trump mengatakan, India akan membeli minyak Venezuela sebagai pengganti pasokan dari Iran. India berhenti mengimpor minyak dari Iran pada 2019 karena sanksi AS atas program nuklir.

Kala itu India mengalihkan impor minyak ke AS untuk menutupi kekurangan pasokan dari Iran, namun kemudian mengurangi pembelian dari AS dan menjadi pembeli utama minyak Rusia yang dijual dengan harga diskon setelah negara-negara Barat memberlakukan sanksi terhadap Moskow atas invasinya ke Ukraina pada 2022.

Pada Agustus, Trump menggandakan bea masuk impor dari India menjadi 50% untuk menekan India agar berhenti membeli minyak Rusia. Bahkan, awal bulan ini AS mengatakan tarif tersebut dapat naik lagi jika India tidak mengurangi pembelian minyak Rusia.

Kini, Menteri Keuangan AS Scott Bessent memberi sinyal pada Januari bahwa tarif tambahan 25% untuk barang-barang India dapat dihapus, karena ada pengurangan tajam impor minyak Rusia oleh India.

Pemerintah AS minggu ini mencabut beberapa sanksi terhadap industri minyak Venezuela untuk mempermudah perusahaan AS menjual minyak mentahnya. Kesepakatan ini mencerminkan adanya peningkatan berkelanjutan dalam hubungan AS-India. Hubungan kedua negara semlat tegang sepanjang tahun lalu karena impor minyak murah Rusia.

(Sumber:India Mau Beli Minyak Venezuela, Trump Pangkas Tarif Impor?.)

OJK Kerek Free Float dan Ngantor di BEI Biar IHSG Berotot Lagi

Jakarta (VLF) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan meningkatkan free float saham menjadi 15% pada Februari. Saat ini free float saham yang diterapkan Bursa Efek Indonesia (BEI) hanya 7,5%.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan peningkatan free float dianggap sejalan dengan standar yang telah ditetapkan oleh sejumlah bursa global. Kebijakan ini akan ditetapkan dengan mengedepankan transparansi.

“SRO akan menerbitkan aturan untuk free float minimal 15% yang akan dilakukan dalam waktu dekat dan dengan transparansi yang baik,” ujar Mahendra dalam Konferensi Pers di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Mahendra juga mendorong reformasi regulasi di pasar modal. Langkah ini dilakukan menyusul permintaan transparansi MSCI terkait free float saham-saham Indonesia yang menyebabkan runtuhnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Reformasi regulasi pasar modal ini dilakukan setelah OJK menggelar pertemuan dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) Bank Indonesia (BI), hingga BPI Daya Anagata Nusantara (Danantara).

OJK Berkantor di BEI

Berdasarkan pertemuan tersebut, OJK memutuskan untuk berkantor di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal tersebut dilakukan OJK mulai besok, Jumat (30/1/2026).

“Fokusnya adalah reformasi. Perbaikannya itu seluruhnya dan berjalan cepat, tepat, dan efektif. Untuk memastikan hal itu, maka mulai besok kami juga akan berkantor di sini,” terang Mahendra.

Mahendra mengatakan, seluruh unsur pemerintah dan lembaga moneter mendukung reformasi di pasar modal Indonesia. Dukungan ini diberikan untuk perbaikan dan penguatan pasar modal ke depan.

“Jadi solid semua mendukung hal itu. Karena kepentingan nasional untuk melihat bahwa Bursa Efek Indonesia memang setara dengan kondisi dan perkembangan serta standar yang ada di mancanegara. Dan juga solid mendukung untuk perkembangan, penguatan, serta pendalaman pasar,” jelas Mahendra.

Dalam waktu dekat, OJK akan meningkatkan batas free float atau porsi saham yang tersedia untuk diperdagangkan menjadi 15% dari sebelumnya hanya 7,5%. Selain itu, pemerintah juga akan mempercepat proses demutualisasi BEI pada kuartal I tahun ini.

“Kami memahami dalam diskusi dengan pemerintah bahwa pemerintah akan menerbitkan peraturan terkait demutualisasi Bursa dalam kuartal pertama tahun ini,” tutur Mahendra.

(Sumber:OJK Kerek Free Float dan Ngantor di BEI Biar IHSG Berotot Lagi.)

Menko Zulhas Soal Target 82,9 Juta Penerima MBG: Akan Tambah 10 Juta

Jakarta (VLF) – Penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) bakal bertambah puluhan juta orang tahun ini. Menteri Koordinator Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) menyebut akan ada setidaknya 82,9 juta orang penerima manfaat di tahun 2026.

“Tahun ini kita targetkan akan memberi manfaat 82,9 juta (penerima manfaat),” kata Zulhas saat memberi sambutan dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) II Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Kamis (29/1/2026).

Data dari Kemenko Pangan, hingga 27 Januari 2026, penerima manfaat MBG yaitu sebesar 59,84 juta orang. Zulhas menyebut pihaknya juga masih terus melakukan pendataan calon penerima manfaat baru.

“Tadi kami rapat tadi dihitung, 82 juta (orang) enggak cukup. Karena banyak lagi ada rumah jompo itu belum belum masuk data, rumah-rumah singgah belum masuk data, rumah apa itu ada banyak yang belum masuk data, akan nambah kira-kira 10 juta lagi,” beber Zulhas.

“Jadi kira-kira akan 90 juta lebih (penerima manfaat) yang sekarang dianggarkan Rp 335 triliun, nanti kalau nambah lagi mungkin akan sampai Rp 360-370 triliun,” sambungnya.

Zulhas menyampaikan penambahan jumlah penerima manfaat itu akan seiring dengan meningkatnya kebutuhan bahan baku yang diperlukan. Nantinya, seluruh kebutuhan itu bakal disuplai oleh koperasi desa (kopdes).

“Nanti kopdes itulah yang akan mensuplai SPPG, koperasi desa ini akan menampung hasil UMKM dari rakyat. Saya akan nanti minta ketuanya, ketua tim, di situ saya bikin aturan yang kita sebut dengan close loop economy,” terang dia.

Menurut Zulhas, sistem tersebut bakal mencegah SPPG mengambil bahan baku dari konglomerat. Pembelian bahan baku lewat kopdes diharapkan dapat menghidupkan ekonomi UMKM.

“Jadi tidak boleh mereka ngambil dari konglomerat lagi. SPPG harus ngambil dari koperasi, (karena) koperasi desa membeli dari UMKM yang ada di daerah,” jelasnya.

Dengan diterapkannya sistem pembelian bahan baku untuk MBG lewat kopdes, para pengelola SPPG bakal mendapat keuntungan yaitu harga bahan baku sesuai yang ditetapkan pemerintah.

“Kopdes nanti akan memasok SPPG, termasuk gabah, termasuk jagung, sesuai dengan harga yang ditetapkan oleh pemerintah,” pungkasnya.

(Sumber:Menko Zulhas Soal Target 82,9 Juta Penerima MBG: Akan Tambah 10 Juta.)

Minyak Mentah ‘Dimasak’ Jadi BBM di Kilang Balongan, Begini Prosesnya

Jakarta (VLF) – Bahan Bakar Minyak (BBM) seperti bensin ternyata perlu ‘dimasak’. Minyak mentah yang diambil dari perut bumi masih perlu diolah untuk menjadi sejumlah produk BBM dan non-BBM.

Engineer Offsite PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) Refinery Unit VI Balongan, Nanda Tri Wibowo, menjelaskan minyak mentah (crude oil) melalui tahap penyimpanan dan persiapan terlebih dulu sebelum diproses. Minyak mentah akan disimpan di tangki dan diproses dengan Crude Distillation Unit (CDU) hingga Residual Catalytic Cracking (RCC).

“Nanti crude ini akan disimpan di tangki. Sebelum disimpan, dilakukan preparasi sebelum dikirim ke unit proses. Di proses ini, ada crude yang diproses melalui CDU atau crude distillation, lalu ke RCC, nafta complex, dan unit lainnya,” terangnya dalam site visit Refinery Unit VI Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis (29/1/2026).

Setelah melalui sejumlah proses itu, hasil pengolahan minyak mentah masih harus melalui tahap pencampuran (blending) sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Refining itu kita tidak langsung menghasilkan misalnya Pertalite RON 90 atau Pertamax RON 92. Ini prosesnya tidak bisa langsung menghasilkan RON tersebut. Kita menghasilkan beberapa jenis produk dengan RON tertentu, nanti baru akan di-blending. Di-blending, dicampur untuk menentukan produk apa yang ingin kita hasilkan,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Kilang Balongan memiliki beberapa fasilitas Single Point Mooring (SPM) dan jetty yang memungkinkan distribusi produk ke dalam dan luar Pulau Jawa, termasuk pengiriman ke wilayah seperti Pontianak dan Bintan.

Kilang Pertamina Refinery Unit (RU) VI Balongan milik PT KPI yang telah berdiri sejak 1994 ini memiliki kapasitas produksi 150 ribu barel per hari.

(Sumber:Minyak Mentah ‘Dimasak’ Jadi BBM di Kilang Balongan, Begini Prosesnya.)

Bank Sentral AS Tahan Suku Bunga, Harga Bitcoin Anjlok

Jakarta (VLF) – Harga Bitcoin melemah usai Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed) menahan suku bunga acuan di kisaran 3,50-3,75%. Pelemahan Bitcoin terjadi hingga level US$ 90.000 atau Rp 1,5 miliar (kurs Rp 16.700) pada perdagangan Kamis kemarin.

Berdasarkan data pasar global, Bitcoin sempat naik di atas level US$ 90.000 sehari sebelumnya karena pernyataan Presiden AS Donald Trump soal tidak khawatir dengan penurunan nilai tukar Dolar AS meski banyak tekanan.

Pada saat yang sama, arus dana institusional juga turut menunjukkan sikap lebih berhati-hati, yang tercermin dari arus keluar pada produk spot Bitcoin ETF di AS senilai US$ 147.37 juta. VP Indodax Antony Kusuma, menilai pergerakan ini mencerminkan reaksi pasar terhadap kebijakan moneter yang sebelumnya telah diantisipasi.

“Keputusan The Fed untuk menahan suku bunga sebenarnya sudah tercermin dalam ekspektasi pasar. Namun, kebijakan tersebut dinilai belum memberikan dorongan baru bagi pasar,” ujar Antony dalam keterangan tertulis, Jumat 30/1/2026).

Antony juga menekankan bahwa volatilitas jangka pendek usai pengumuman kebijakan moneter merupakan pola yang kerap terjadi di pasar kripto global. Pergerakan harga yang terjadi mencerminkan proses penyesuaian pasar terhadap informasi yang sudah dikonfirmasi secara resmi.

Di sisi lain, sentimen positif datang dari sisi adopsi pemerintah dan institusional. Negara bagian AS, South Dakota, resmi mengajukan Rancangan Undang-Undang (RUU) pembentukan cadangan Bitcoin (Bitcoin Reserve) yang berasal dari pendapatan pemerintah negara bagian.

Melalui aturan ini, South Dakota berpotensi mengalokasikan hingga 10% dari total dana kelolaan negara ke Bitcoin sebagai bagian dari strategi cadangan aset. Antony menilai langkah tersebut mencerminkan penguatan fundamental Bitcoin di luar pergerakan harga jangka pendek.

“Di tengah koreksi jangka pendek saat ini, ada juga perkembangan positif yang patut dicermati para investor. Adopsi Bitcoin di level pemerintah dan institusional yang menunjukkan bahwa fundamental Bitcoin terus berkembang, terlepas dari dinamika harga harian,” ujar Antony.

Menurut Antony, volatilitas yang terjadi di pasar kripto saat ini tidak terlepas dari tekanan geopolitik dan kebijakan moneter global, sehingga pelaku pasar cenderung bersikap lebih selektif dalam mengambil keputusan. Dia juga menyarankan agar pelaku pasar tetap berhati-hati dan mencermati perkembangan faktor makroekonomi yang mempengaruhi pergerakan pasar dalam jangka pendek.

Antony menambahkan, di tengah dinamika makroekonomi global yang cepat berubah, investor perlu aktif mengikuti perkembangan informasi dan memahami konteks risiko sebelum mengambil keputusan.

“Investor perlu menjaga disiplin dan terus memperbarui wawasan. Contohnya dengan memanfaatkan pendekatan bertahap, seperti Dollar Cost Averaging (DCA) atau membeli secara berkala guna menekan risiko fluktuasi harga yang tajam,” pungkas Antony.

(Sumber:Bank Sentral AS Tahan Suku Bunga, Harga Bitcoin Anjlok.)

Danantara Bikin BUMN Baru Perminas, Mau Ambil Alih Tambang Emas Martabe

Jakarta (VLF) – Badan Pengelelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) telah membentuk BUMN baru untuk mengelola tambang. Hal ini diungkap oleh Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria.

Menurut Dony, BUMN bernamaPerusahaan Mineral Nasional (Perminas) itu merupakan entitas sendiri di bawah Danantara. Dony juga memastikan bahwa Perminas bukan berada di bawah MIND ID selakuBUMN Holding Industri Pertambangan.

“Jadi ada Perusahaan Mineral Nasional kita yang baru kita bentuk. Memang ini perusahaan yang baru dibentuk,” katanya saat ditemui di Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Menurut Dony, Perminas akan mengelola tambang emas Martabe di Sumatera Utara yang sebelumnya dikelola PT Agincourt Resources. Anak usaha PT United Tractors Tbk. (UNTR) itu menjadi salah satu perusahaan yang dicabut izin usahanya oleh pemerintah.

Pencabutan izin usaha berkaitan dengan pelanggaran aturan pemanfaatan kawasan hutan yang berdampak pada terjadinya bencana alam. Menurut Dony, pengambilalihan konsesi tambang milik Agincourt sudah mempertimbangkan lini bisnis yang dimiliki Danantara.

“Tentu karena lini bisnisnya, kan pemerintah bisnisnya adanya di Danantara semua kan? Tentu pasti diserahkannya ke Danantara,” jelas Dony.

Namun, Dony mengaku belum tahu detail pengambilalihan operasional Agincourt, termasuk waktu eksekusinya. Ia menyebut akan mengeceknya terlebih dahulu sebab belum menerima laporan resminya.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut 28 perusahaan yang dicabut izinnya akan diserahkan ke perushaan pelat merah. Ia sempat menyinggung nama Antam atau MIND ID.

(Sumber:Danantara Bikin BUMN Baru Perminas, Mau Ambil Alih Tambang Emas Martabe.)

2.500 Buruh PT Pakerin Mojokerto Terancam PHK, Minta Prabowo Turun Tangan

Jakarta (VLF) – Perwakilan buruh tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jawa Timur, yang sudah menggelar aksi demonstrasi selama seminggu di Jakarta akhirnya dipanggil ke Kementerian Sekretariat Negara (Setneg), Jakarta.

Pemanggilan tersebut di tengah aksi buruh kawasan Monas, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Wakil Ketua DPW FSPMI Jawa Timur Nurrudin Hidayat mengatakan tujuan mereka menyerahkan surat kepada Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah pusat turun tangan menyelesaikan persoalan yang menimpa para buruh PT Pabrik Kertas Indonesia (PT Pakerin).

Sebenarnya, perwakilan buruh ingin ada audiensi dengan pemerintah, namun hanya diminta menyerahkan surat tuntutan.

“Maunya kita tadi ada audiensi langsung ke Setneg. Cuma dari pihak Setneg hanya bisa menerima surat saja. Nanti akan diproses, sebatas itu saja,” ujar Nurrudin di Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Nurrudin menambahkan isi surat tersebut intinya meminta bantuan Presiden Prabowo Subianto menyelesaikan persoalan yang ada di PT PPT Pakerin di Mojokerto, Jawa Timur.

Sebanyak 2.500 buruh terancam PHK dan sudah empat bulan buruh PT Pakerin tidak mendapatkan upah.

“Intinya kita mohon kepada Presiden untuk turun tangan menyelesaikan persoalan PT Pakerin, yang mana gara-gara SK Kemenkumham ini PT Pakerin tidak beroperasi. Gaji buruh sudah 4 bulan nggak dibayarkan,” jelasnya.

(Sumber:2.500 Buruh PT Pakerin Mojokerto Terancam PHK, Minta Prabowo Turun Tangan.)

Trump Bilang Armada Militer Lainnya sedang Berlayar Menuju Iran

Jakarta (VLF) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa “armada” militer AS lainnya saat ini sedang berlayar menuju ke Iran. Ini disampaikannya setelah militer AS mengumumkan kedatangan kapal induk USS Abraham Lincoln di kawasan Timur Tengah.

Namun demikian, seperti dilansir Al Arabiya, Rabu (28/1/2026), Trump juga mengharapkan agar Teheran dapat mencapai kesepakatan dengan Washington, di tengah ketegangan yang semakin memuncak.

“Ada armada indah lainnya yang sedang berlayar dengan indah menuju Iran saat ini,” kata Trump dalam pidatonya pada Selasa (27/1) waktu setempat. Dia tidak menjelaskan lebih lanjut soal “armada lainnya” tersebut.

Trump juga berharap Teheran membuat kesepakatan dengan Washington. “Saya harap mereka mencapai kesepakatan,” ujarnya.

Sejak Iran melakukan penindakan keras terhadap para demonstran yang memprotes pemerintah, yang diwarnai pemadaman internet secara total, pada awal bulan ini, Trump telah memberikan sinyal yang beragam mengenai intervensi militer.

Intervensi militer AS dianggap, oleh para penentang kepemimpinan ulama di Iran, sebagai satu-satunya cara untuk mewujudkan perubahan di Teheran.

Awal bulan ini, Trump hampir saja memerintahkan serangan terhadap target rezim di Iran terkait pembunuhan ribuan demonstran di negara tersebut. Namun dia menunda keputusannya, sembari juga mengerahkan aset-aset militer AS ke kawasan tersebut.

Militer AS mengumumkan bahwa USS Abraham Lincoln, yang didampingi tiga kapal perang yang dilengkapi rudal Tomahawk, telah memasuki wilayah tanggung jawab Pusat Komando AS (CENTCOM) di Timur Tengah pada Senin (26/1). Pengerahan itu juga mencakup sejumlah jet tempur F-15 dan jet tempur siluman F-35.

Trump, dalam wawancara dengan Axios, menyebut “armada besar di dekat Iran” setelah militer AS mengumumkan kedatangan kapal induk USS Abraham Lincoln. Trump bahkan menyebut pengerahan itu lebih besar dari pengerahan aset militer AS ke sekitar Venezuela, yang berujung penggulingan dan penangkapan Presiden Nicolas Maduro, beberapa waktu lalu.

“Kita memiliki armada besar di dekat Iran. Lebih besar dari Venezuela,” kata Trump dalam wawancara dengan Axios.

Namun demikian, Trump dalam wawancara itu juga menyebut bahwa situasi terkait Iran “sedang berubah-ubah”, dan mengatakan bahwa Teheran tertarik untuk mencapai kesepakatan dengan Washington — isyarat untuk opsi diplomatik.

(Sumber:Trump Bilang Armada Militer Lainnya sedang Berlayar Menuju Iran.)