Wamendag Dyah Sebut Ibu-ibu Jadi Penggerak Ekonomi, Sumbang 50% Sektor Ritel

Jakarta (VLF) – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri menyebut kaum perempuan atau ibu-ibu menjadi penggerak utama ekonomi. Roro mencatat bahwa kontribusi UMKM terhadap PDB nasional telah menembus angka 60 persen.

“Menariknya adalah lebih dari 50 persen adalah punggungan ibu-ibu. Kasih untung besar penjualan di ritel modern itu Ibu-ibu,” ujarnya saat Opening Ceremony Pameran Info Franchise & Business Concept (IFBC) 2026 di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (17/4/2026).

Menurutnya, pemberdayaan perempuan memiliki efek domino yang luar biasa bagi ketahanan bangsa. Ia meyakini bahwa kesejahteraan keluarga sangat bergantung pada kemandirian ekonomi perempuan.

“Dengan seorang perempuan yang sejahtera, tentunya keluarganya juga turut sejahtera. Suaminya tentunya akan bahagia, turut bahagia,” ujarnya.

Selain menyoroti peran perempuan, Roro Esti juga memberikan motivasi bagi generasi muda di Sumatera Selatan, khususnya para peserta program Sultan Muda. Mengingat 68 persen penduduk Indonesia berada di usia produktif, ia meminta Gen Z dan Milenial tidak takut terjun ke dunia usaha waralaba.

Roro Esti mengingatkan bahwa musuh terbesar calon pengusaha bukanlah modal, melainkan keraguan yang berlebihan dalam diri sendiri.

“Jangan dihadapi dengan keraguan atau overthinking yang berlebihan. Apakah saya akan berhasil atau tidak? Melangkah terlebih dahulu dan kita harus mencoba terlebih dahulu,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, ia memastikan telah menyiapkan infrastruktur yang mendukung para pengusaha lokal untuk ekspansi.

Pada bulan Februari 2026 lalu, telah terbit 165 STPW untuk waralaba dalam negeri, dan pemerintah siap memfasilitasi jenama lokal menembus pasar internasional melalui 33 kantor perwakilan perdagangan di luar negeri.

Roro Esti pun memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang telah menjaga pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan di angka 3,35 persen.

“Saya sangat mengapresiasi kinerja pemerintah daerah yang mampu menjaga pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan tetap stabil di angka 3,35 persen. Ini merupakan pencapaian yang luar biasa dan menjadi sebuah pergerakan yang bermanfaat bagi masyarakat banyak,” pungkasnya.

(Sumber:Wamendag Dyah Sebut Ibu-ibu Jadi Penggerak Ekonomi, Sumbang 50% Sektor Ritel.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *