Investor Dubai Lirik Jepara, Siapkan Rp5 Triliun untuk Mini Refinery

Jakarta (VLF) – Investor asal Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), menunjukkan keseriusan untuk menanamkan modal dalam pembangunan mini refinery atau kilang minyak di Kabupaten Jepara. Nilai investasi yang disiapkan mencapai sekitar USD 200 juta atau setara dengan Rp5 triliun.

Rencana investasi tersebut merupakan bagian dari kerja sama yang sebelumnya dijajaki oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi bertemu dengan calon investor asal Dubai di Jakarta, Selasa (15/9). Pertemuan itu turut dihadiri oleh Bupati Jepara, Witiarso Utomo.

Penjajakan investasi kemudian berlanjut dengan kunjungan investor ke Jepara pada Rabu (16/9). Mereka meninjau langsung kawasan yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan mini refinery.

Lokasi yang ditinjau berada di kawasan depan Gelora Bumi Kartini dan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Jepara.

Kedatangan investor disambut langsung oleh Bupati Jepara, Witiarso Utomo, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara. Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Jepara memaparkan secara detail mengenai kawasan yang menjadi calon lokasi pembangunan refinery.

Paparan mencakup berbagai aspek, mulai dari kondisi dan luas lahan hingga kedalaman pelabuhan yang menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung aktivitas industri pengolahan minyak.

Witiarso berharap proses penjajakan tersebut dapat segera berlanjut ke tahap pembangunan.

“Harapannya investor bisa segera membangun refinery-nya, sehingga perekonomian Jepara semakin bagus dan bisa memberikan manfaat serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” kata Witiarso, dalam keterangan tertulis, Kamis (17/9/2026).

Investasi tersebut ditargetkan mulai direalisasikan sebelum akhir 2026 setelah proses kerja sama dilakukan.

Mini refinery tersebut nantinya dapat digunakan untuk mengolah minyak mentah dan produk terkait lainnya.

“Jika rencana mini refinery di Jepara terealisasi, investasi tersebut akan menambah aktivitas ekonomi baru di wilayah Jepara, khususnya di kawasan yang menjadi lokasi pengembangan industri dan pelabuhan,” ujar Witiarso.

Perwakilan investor asal Dubai, Talal Ourfali, mengatakan rencana pembangunan mini refinery tersebut dilakukan setelah pihaknya melihat potensi Indonesia, khususnya Jawa Tengah, yang dinilai memiliki peluang untuk pengembangan mini refinery.

Menurut Talal, kebutuhan mini refinery di Indonesia masih cukup besar. Investor pun berencana membangun fasilitas dengan kapasitas awal sekitar 10 ribu barel per hari.

Kapasitas tersebut ditargetkan dapat ditingkatkan hingga mencapai 30 ribu barel per hari.

“Di Indonesia masih kurang untuk mini refinery, padahal kami melihat ada potensi bagus. Kita mau bangun mini refinery dengan kapasitas mulai 10 ribu barrel per hari, targetnya nanti sampai 30 ribu barrel per hari,” kata Talal.

Sementara itu, Ahmad Luthfi mengatakan Jawa Tengah menjadi salah satu daerah tujuan investasi dari Uni Emirat Arab. Dalam lima tahun terakhir, nilai investasi investor asal UEA di Jawa Tengah tercatat mencapai sekitar Rp13 triliun.

Menurut Luthfi, ketertarikan investor asal Dubai terhadap Jawa Tengah menunjukkan peluang investasi di wilayah tersebut tetap terbuka di tengah kondisi ekonomi global yang dinamis.

“Itulah Jawa Tengah, di saat dunia global yang tidak menentu, Jawa Tengah masih menjadi tujuan investasi, termasuk di Dubai yang hari ini datang,” ujar Luthfi.

Dia berharap rencana investasi itu dapat segera terealisasi sehingga turut memperkuat pemenuhan kebutuhan energi di Jawa Tengah.

“Harapannya ini bisa terealisasi dan memberikan penguatan terhadap pemenuhan energi di Jawa Tengah,” pungkasnya.

(Sumber:Investor Dubai Lirik Jepara, Siapkan Rp5 Triliun untuk Mini Refinery.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *