Kata Purbaya soal Utang Proyek Whoosh Diserahkan ke Kemenkeu 15 September

Jakarta (VLF) – Pengelolaan utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh bakal diserahkan dari Danantara ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada 15 September mendatang. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku masih menggodok skema model bisnis pengelolaan kewajiban tersebut.

“Masih kita diskusikan, itu tanggal 15 yang jelas akan diserahkan oleh kita, 15 September,” ujar Purbaya di kantornya, Jakarta Pusat, Minggu (30/8/2026), dikutip dari detik Finance.

Purbaya menjelaskan penyelesaian utang Whoosh ini bakal melibatkan Badan Layanan Umum (BLU) atau Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kemenkeu. Menurutnya, kemungkinan ada dua SMV yang akan mengelola utang Whoosh.

“Kita masih godok bentuknya yang paling pas seperti apa melibatkan beberapa SMV dari Kementerian Keuangan. Dua (SMV) mungkin. Bisa juga kita pakai yang SMV yang kecil, bisa juga yang besar. Kita lihat nanti skema yang paling pas seperti apa,” ujar Purbaya.

Sebelumnya, skema Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) diambil alih Kemenkeu sebagai salah satu opsi yang dibahas pemerintah untuk menyelesaikan masalah Woosh. Hal ini diungkapkan langsung oleh COO BPI Danantara Dony Oskaria.

“Iya, kemungkinan, ini sedang kita… insyaallah mudah-mudahan sebentar lagi selesai, kita pikirin satu-satu kan. Ada beberapa skema tentunya, nanti saya akan update karena kalau sekarang belum final kita update nanti takut ramai lagi,” ujar Dony di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada 7 April lalu.

Dony yang juga menjabat sebagai Kepala BP BUMN menyatakan maksimal dua bulan sejak April semua opsi penyelesaian masalah Kereta Cepat selesai dibahas dan berbuah keputusan. Termasuk opsi ambil alih KCIC oleh Kementerian Keuangan.

“Masih ada beberapa opsi pokoknya. Semua penyelesaian itu, jadi apakah opsi A, Opsi B, tapi 1-2 bulan ini akan selesai,” sebut Dony.

Lantas, bagaimana nasib konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dalam KCIC yang terdiri dari beberapa perusahaan pelat merah seperti PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, hingga PTPN?

Dony enggan mengomentari hal itu. Dia hanya menekankan pemerintah akan membuat semua BUMN bekerja sesuai porsi dan keahliannya masing-masing. Dia mencontohkan WIKA yang masuk dalam konsorsium tersebut akan fokus hanya pada urusan usaha kontraktor, tak lagi mengurus kereta cepat.

Sejauh ini, konsorsium empat BUMN Indonesia tadi memegang 60 persen saham KCIC, pengelola kereta cepat Whoosh. Sedangkan 40 persen lainnya merupakan kepemilikan konsorsium perusahaan China.

(Sumber:Kata Purbaya soal Utang Proyek Whoosh Diserahkan ke Kemenkeu 15 September.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *