Jakarta (VLF) – Harga minyak dunia turun sekitar 3% pada penutupan perdagangan Kamis (4/6) kemarin. Pelemahan harga ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan enggan untuk melanjutkan kembali perang penuh dengan Iran.
“Trump mengatakan kepada para ajudannya bahwa gencatan senjata yang telah berlangsung selama berminggu-minggu dengan Iran masih berlaku meskipun terjadi bentrokan sporadis,” kata para pejabat AS yang tidak disebutkan namanya kepada The Wall Street Journal seperti dikutip dari CNBC, Jumat (5/6/2026).
Informasi ini membuat harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 3,1% dan ditutup pada US$ 93,04 per barel. Sementara harga minyak mentah Brent yang juga kerap menjadi patokan global turun 2,8% dan ditutup pada harga US$ 95,03 per barel.
Meski begitu, Trump dikabarkan masih mempertimbangkan untuk mengakhiri gencatan senjata alias memulai perang kembali jika Iran ada membunuh pasukan AS. Sayangnya hingga kini Gedung Putih masih menolak berkomentar mengenai laporan tersebut.
Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan bahwa meski Trump selalu lebih menyukai solusi diplomatik, dirinya benar-benar akan memberikan konsekuensi jika Iran menolak untuk membuat kesepakatan.
Di luar itu, gencatan senjata tampaknya hampir runtuh awal pekan ini setelah media milik pemerintah Iran mengatakan Teheran telah menghentikan pembicaraan dengan AS karena kampanye militer Israel di Lebanon. Sebab, Iran secara terbuka telah mendukung militan Hizbullah di Lebanon yang telah menembakkan rudal ke Israel.
Sementara itu, Israel dan Lebanon sepakat pada Rabu (3/6) kemarin untuk menerapkan gencatan senjata, yang dapat membantu memajukan pembicaraan antara AS dan Iran. Namun, belum jelas apakah gencatan senjata Lebanon akan bertahan karena Hizbullah beroperasi secara independen dari pemerintah di Beirut.
“Kita harus melucuti senjata Hizbullah dan kita harus melakukan demiliterisasi Lebanon,” kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Rabu (3/6) kemarin.
(Sumber:Harga Minyak Anjlok 3% Usai Trump Ogah Lanjutkan Perang Lawan Iran.)
