Harga Avtur Naik, ASITA Waspadai Dampak buat Pariwisata Daerah

Jakarta – Kenaikan harga bahan bakar pesawat atau avtur yang baru diumumkan pemerintah diperkirakan berdampak langsung kepada industri pariwisata.

Utamanya, akibat lonjakan harga tiket pesawat yang menjadi komponen utama perjalanan wisata.

Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Sumatera Selatan, Feby Yolan Effendy, kenaikan harga avtur otomatis bikin harga tiket pesawat naik. Bahkan, pemerintah telah membolehkan maskapai menaikkan harga tiket pesawat mulai 9-13 persen.

“Hal ini cukup membuat resah,” kata Feby, Selasa (7/4/2026), dilansir detikSumbagsel.

“Komponen pertama yang pasti harga tiket naik dan ini berdampak dengan menurunnya minat masyarakat untuk berlibur atau melakukan perjalanan wisata,” kata Feby.

Selain itu, harga tiket pesawat yang naik juga berdampak lain. Di antaranya, minat masyarakat untuk liburan khususnya berlibur ke rute yang jauh akan turun drastis karena adanya kenaikan harga tiket pesawat.

Feby mengatakan Asita Sumsel akan menyusun strategi baru agar pariwisata tidak limbung.

“Kita akan menyesuaikan antara lain membuat paket tour dengan jarak yang lebih dekat yakni wisata domestik low cost,” kata dia.

Kenaikan harga tiket itu diumumkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada Senin (6/4). Dia mengatakan tekanan geopolitik global membuat harga avtur melambung tinggi. Di Filipina, harga avtur sudah menembus Rp 25.326 per liter, bahkan di Thailand mencapai Rp 29.518 per liter.

Sementara di Indonesia, per hari ini harga avtur di Bandara Soekarno-Hatta Rp 23.551 per liter. Kenaikan harga ini dapat mempengaruhi operasional maskapai nasional karena komponen avtur berkontribusi hingga 40 persen dari total biaya operasional pesawat.

Airlangga mengatakan avtur termasuk Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi dan mengikuti perkembangan pasar global. Menurutnya, jika harga avtur tidak disesuaikan, maskapai asing berpotensi memanfaatkan perbedaan harga tersebut.

(Sumber:Harga Avtur Naik, ASITA Waspadai Dampak buat Pariwisata Daerah.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *