Jakarta (VLF) – Department of Justice atau Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) yang berada di bawah administrasi pemerintahan Presiden AS Donald Trump mendesak National Trust for Historic Preservation (NTHP) atau Lembaga Pelestarian Sejarah Nasional mencabut gugatannya terhadap pembangunan ballroom di Gedung Putih. Namun, lembaga tersebut menolaknya
Desakan tersebut terjadi usai adanya insiden penembakan saat acara White House Correspondents’ Association Dinner di Hotel Hilton, Washington DC. Pembangunan ballroom dinilai perlu dilanjutkan untuk keamanan presiden hingga pejabat pemerintah.
Dilansir dari NBC News, NTHP enggan mencabut gugatan untuk membatalkan pembangunan proyek tersebut. Lagi pula, saat ini pembangunan proyek ballroom boleh dilanjutkan hingga 5 Juni mendatang.
“Kami tidak berencana untuk secara sukarela mencabut gugatan kami, yang tidak membahayakan siapa pun dan yang dengan hormat meminta Administrasi untuk mematuhi hukum,” kata pernyataan dari Carol Quillen, kepala lembaga tersebut.
Pernyataan tersebut muncul sehari setelah Departemen Kehakiman menulis surat yang mendesak kelompok tersebut untuk mencabut gugatan. Alasannya, gugatan itu membahayakan nyawa presiden, keluarganya, dan stafnya.
Juru bicara Gedung Putih, Davis Ingle, mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada NBC News bahwa Gedung Putih sudah lama membutuhkan fasilitas yang aman dan terjamin yang dapat menyelenggarakan pertemuan publik besar tanpa membahayakan keselamatan Presiden dan keselamatan semua staf, tamu, dan pengunjung.
Ia mengklaim ballroom tersebut akan menjadi ruang pertemuan teraman di dunia karena dirancang dengan fitur keamanan ekstra.
“Dirancang dengan cermat dengan fitur keamanan yang ditingkatkan, termasuk kaca anti-peluru, teknologi deteksi drone, material tahan proyektil, dan sejumlah fungsi keamanan nasional lainnya,” tuturnya.
Usai insiden penembakan, Presiden AS Donald Trump kembali menekankan pentingnya pembangunan ballroom di Gedung Putih. Menurutnya, ballroom yang dibentengi di halaman Gedung Putih dibutuhkan untuk keamanan presiden hingga pejabata pemerintah.
Dilansir dari NBC News, dalam wawancara Trump dengan Fox News, ia menyebutkan ballroom dengan luas sekitar 8.361 meter persegi ini dirancang dengan bekerja sama dengan militer dan Secret Service yang dilengkapi dengan semua fitur keamanan dan keselamatan yang dibutuhkan.
Di media sosial, pada Minggu pagi, Trump menambahkan kejadian pada penembakan pada Sabtu lalu tidak mungkin terjadi kalau ballroom dibangun di Gedung Putih yang memiliki keamanan ekstra.
“Kejadian ini tidak akan pernah terjadi dengan ballroom yang sedang dibangun di Gedung Putih. Pembangunannya tidak bisa cukup cepat!” kata Trump di Truth Social.
(Sumber:Lembaga Pelestari Sejarah Tolak Desakan Trump Cabut Gugatan Proyek Ballroom!.)
