Harga Sewa Rumah Australia Naik 2,5 Kali Lebih Cepat Dibanding Gaji, Masih Terjangkau?

Jakarta (VLF) – Harga sewa rumah di Australia naik 2,5 kali lebih cepat daripada upah selama lima tahun terakhir, membuat keterjangkauan sewa turun ke rekor terendah, menurut analisis baru oleh perusahaan riset properti Cotality.

Secara nasional, harga sewa naik 43,9 persen dalam lima tahun hingga September 2025, dibandingkan dengan pertumbuhan gaji yang hanya sebesar 17,5 persen selama periode yang sama.

Akibatnya, penyewa sekarang membayar rata-rata 33,4 persen dari pendapatan sebelum pajak mereka untuk sewa. Ini menjadi tingkat tertinggi yang pernah tercatat, menurut Cotality. Hal ini juga semakin menambah beban anggaran rumah tangga.

Angka rata-rata selama satu dekade sebelumnya sebesar 29,2 persen, dengan angka terendah sebesar 26,2 persen, pada kuartal September 2020.

“Bagi banyak rumah tangga, [kenaikan sewa] berarti anggarannya tidak bisa terlalu fleksibel, dan pilihannya jadi sedikit untuk di mana dan bagaimana mereka tinggal,” kata direktur riset Cotality, Tim Lawless.

“Sebelum pandemi, penyewa di banyak wilayah Australia melihat pertumbuhan upah sedikit lebih cepat daripada kenaikan sewa atau setidaknya seimbang.

“Sejak 2020, kombinasi langkanya ketersediaan sewa, ukuran rumah tangga yang lebih kecil, dan pasokan perumahan baru yang lambat, mendorong pasar ke fase yang sangat berbeda, di mana sewa rumah jelas bisa dikontrol.”

Tim mengatakan hal ini menandai pembalikan tajam dari periode lima tahun sebelumnya, ketika upah umumnya tumbuh lebih cepat daripada sewa di sebagian besar negara bagian di Australia.

Warga di Australia masih mengalami tekanan biaya hidup, yang kembali meningkat setelah inflasi kembali melonjak.

Indeks Harga Konsumen naik 3,8 persen dalam setahun hingga Desember, dengan biaya pengeluaran untuk urusan rumah sebagai kontributor terbesar terhadap inflasi tahunan.

Harga sewa naik 3,9 persen dalam 12 bulan terakhir.

Minggu lalu, Bank Sentral Australia (RBA) menaikkan suku bunga acuan untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun menjadi 3,85 persen dalam upaya untuk mengendalikan inflasi.

“Ini bukan hanya orang-orang yang memiliki cicilan rumah, penyewa pun seringkali kesulitan, [dan] inflasi adalah penyebab banyak masalah bagi mereka. Ini soal harga,” kata Gubernur RBA Michele Bullock setelah menaikkan suku bunga.

Australia Barat mengalami peningkatan paling tajam

Australia Barat mencatat pertumbuhan sewa paling tajam dibandingkan negara bagian atau wilayah lain, dengan kenaikan harga sewa sebesar 66 persen selama lima tahun, jauh di atas pertumbuhan upah rata-rata negara bagian sebesar 18,5 persen.

“Tekanan paling terlihat di Australia Barat, di mana harga sewa naik sekitar dua pertiga hanya dalam lima tahun,” kata Tim.

“Bahkan dengan pertumbuhan upah yang sedikit lebih cepat daripada rata-rata nasional, pertumbuhan tersebut masih jauh bisa mengimbangi biaya perumahan di negara bagian tersebut.”

Canberra adalah satu-satunya pasar di mana pertumbuhan sewa dan upah secara umum berjalan seimbang.

Selama lima tahun hingga September 2025, sewa naik 18,5 persen, sementara upah meningkat 17,8 persen, membantu membatasi penurunan kemampuan menyewa rumah.

Pertumbuhan sewa meningkat pada bulan Januari

Tekanan harga sewa tampaknya kembali menguat, dengan pertumbuhan sewa tahunan nasional meningkat menjadi 5,4 persen pada Januari 2026, setelah sempat melambat di awal tahun 2025.

Enam bulan lalu, harga sewa naik dengan laju tahunan 3,4 persen secara nasional.

Pada bulan Januari, harga sewa meningkat di setiap ibu kota dan daerah regional, mulai dari kenaikan 2,8 persen di Canberra hingga lonjakan 10,1 persen di daerah regional Australia Barat.

“Fakta kata pertumbuhan harga sewa kembali meningkat, bahkan setelah peningkatan kumulatif yang begitu besar sejak tahun 2020, merupakan kekhawatiran yang nyata,” kata Tim.

“Ini menunjukkan permintaan akan akomodasi sewa masih jauh melebihi pasokan yang tersedia, dan penyewa membayar porsi dari pendapatan yang lebih besar hanya untuk mempertahankan tempat tinggal mereka.”

Kesenjangan yang semakin lebar antara harga sewa dan upah

Menurut laporan pemerintah federal, Australia diperkirakan akan kekurangan lebih dari 260.000 rumah dari targetnya yaitu 1,2 juta rumah baru pada tahun 2029.

Tim mengatakan kondisi keuangan bagi penyewa kemungkinan tidak akan membaik tanpa peningkatan pasokan perumahan yang berkelanjutan.

“Dengan tingkat kekosongan yang masih berada di level terendah sepanjang sejarah dan penyelesaian perumahan baru yang berjalan di bawah apa yang dibutuhkan untuk memenuhi pertumbuhan penduduk, sulit untuk melihat penurunan harga sewa secara signifikan dalam waktu dekat,” katanya.

“Kecuali pertumbuhan upah meningkat secara signifikan, atau kita melihat perubahan besar dalam pasokan sewa, risikonya adalah keterjangkauan akan semakin memburuk, terutama bagi rumah tangga berpenghasilan rendah.”

Tim mengatakan langkah-langkah, seperti pembangunan perumahan untuk disewakan, insentif untuk investasi swasta, dan reformasi perencanaan untuk memungkinkan perumahan dengan kepadatan lebih tinggi di daerah yang berlokasi strategis, akan sangat penting untuk meningkatkan pasokan perumahan.

“Menutup kesenjangan antara pertumbuhan sewa dan pendapatan akan membutuhkan upaya terkoordinasi dari pemerintah, industri, dan investor,” katanya.

“Semakin cepat kita dapat membawa lebih banyak pasokan ke pasar, semakin cepat penyewa akan mulai merasakan sedikit keringanan.”

Kepala ekonom RBA, Sarah Hunter, setuju dengan kekhawatiran soal pasokan rumah ketika ditanya tentang inflasi perumahan saat pembahasan terkait ekonomi di House of Representatives Standing Committee.

“Kita tahu telah terjadi kekurangan pasokan perumahan di Australia selama beberapa waktu. Kita sudah membicarakannya, banyak orang lain juga membicarakannya,” kata Dr. Hunter.

“Anda dapat melihatnya di pasar sewa. Tingkat kekosongan sewa masih sangat rendah, itu berarti ada banyak orang yang mencoba mencari tempat untuk disewa, dan itu kemudian mendorong harga sewa naik.”

Artikel ini diproduksi oleh Hellena Souisa dari laporan ABC News

(Sumber:Harga Sewa Rumah Australia Naik 2,5 Kali Lebih Cepat Dibanding Gaji, Masih Terjangkau?.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *