Minyak Mentah ‘Dimasak’ Jadi BBM di Kilang Balongan, Begini Prosesnya

Jakarta (VLF) – Bahan Bakar Minyak (BBM) seperti bensin ternyata perlu ‘dimasak’. Minyak mentah yang diambil dari perut bumi masih perlu diolah untuk menjadi sejumlah produk BBM dan non-BBM.

Engineer Offsite PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) Refinery Unit VI Balongan, Nanda Tri Wibowo, menjelaskan minyak mentah (crude oil) melalui tahap penyimpanan dan persiapan terlebih dulu sebelum diproses. Minyak mentah akan disimpan di tangki dan diproses dengan Crude Distillation Unit (CDU) hingga Residual Catalytic Cracking (RCC).

“Nanti crude ini akan disimpan di tangki. Sebelum disimpan, dilakukan preparasi sebelum dikirim ke unit proses. Di proses ini, ada crude yang diproses melalui CDU atau crude distillation, lalu ke RCC, nafta complex, dan unit lainnya,” terangnya dalam site visit Refinery Unit VI Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis (29/1/2026).

Setelah melalui sejumlah proses itu, hasil pengolahan minyak mentah masih harus melalui tahap pencampuran (blending) sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Refining itu kita tidak langsung menghasilkan misalnya Pertalite RON 90 atau Pertamax RON 92. Ini prosesnya tidak bisa langsung menghasilkan RON tersebut. Kita menghasilkan beberapa jenis produk dengan RON tertentu, nanti baru akan di-blending. Di-blending, dicampur untuk menentukan produk apa yang ingin kita hasilkan,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Kilang Balongan memiliki beberapa fasilitas Single Point Mooring (SPM) dan jetty yang memungkinkan distribusi produk ke dalam dan luar Pulau Jawa, termasuk pengiriman ke wilayah seperti Pontianak dan Bintan.

Kilang Pertamina Refinery Unit (RU) VI Balongan milik PT KPI yang telah berdiri sejak 1994 ini memiliki kapasitas produksi 150 ribu barel per hari.

(Sumber:Minyak Mentah ‘Dimasak’ Jadi BBM di Kilang Balongan, Begini Prosesnya.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *