Jakarta (VLF) – Istri Ayus Sabyan, Ririe Fairus, hanya bisa meminta doa kepada publik untuk masalah rumah tangga yang ia hadapi saat ini.
Dia juga meminta doa agar gugatan cerai yang ia daftarkan ke Pengadilan Agama (PA) Jakarta Utara dilancarkan oleh Tuhan. “Doain yang terbaik untuk saya saja ya, saya enggak bisa ngomong apa-apa,” kata Ririe usai sidang cerai dengan Ayus kembali ditunda majelis hakim PA Jakarta Utara, Rabu (17/3/2021).
Ririe mengungkapkan sidang cerainya dengan Ayus bakal kembali digelar pada Rabu, pekan depan. Meskipun Ayus sudah tiga kali tak datang sidang cerai, Ririe sama sekali tidak merasa disepelekan oleh suaminya.
“Enggak, biasa saja. Ya sudah, doain ajalah ya yang terbaik,” ucap Ririe. Humas PA Jakarta Utara Agus Abdullah mengungkapkan alasan sidang cerai Ayus Sabyan dan Ririe Fairus kembali ditunda majelis hakim.
“Untuk sidang kali ini, adalah sidang yang ketiga. Tentunya tadi yang hadir adalah Mbak Ririe, Mas Ahmad Fairus tidak hadir,” kata Agus. “Majelis hakim tidak bisa melanjutkan persidangan hari ini karena panggilan dari PA Jakarta Timur untuk sidang hari ini belum sampai kepada majelis,” ungkap Agus lagi.
Kendati demikian, Agus tidak mengetahui kenapa surat panggilan untuk Ayus Sabyan dari PA Jakarta Timur belum sampai kepada majelis hakim PA Jakarta Utara.
Hanya saja, dia memastikan, pada 3 Maret 2021, pihak PA Jakarta Utara telah mengirimkan surat panggilan sidang hari ini kepada Ayus melalui PA Jakarta Timur.
Adapun Ririe alias Eri Fitriyah menggugat cerai Ayus ke PA Jakarta Utara pada 27 Januari 2021 karena suaminya diduga berselingkuh dengan Nissa Sabyan, rekan band sendiri. Ririe Fairuz dan Ayus Sabyan menikah pada 13 Oktober 2012. Hingga kini, keduanya sudah dikaruniai dua orang anak.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Sidang Kembali Ditunda dan Ayus Tiga Kali Mangkir, Ririe Fairus: Doakan yang Terbaik untuk Saya”, Klik untuk baca: https://www.kompas.com/hype/read/2021/03/17/175817266/sidang-kembali-ditunda-dan-ayus-tiga-kali-mangkir-ririe-fairus-doakan-yang.
Penulis : Baharudin Al Farisi
Editor : Tri Susanto Setiawan
