Jakarta (VLF) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan menaikkan tarif atas impor mobil, produk farmasi, dan kayu dari Korea Selatan dari 15% menjadi 25%. Kebijakan ini diambil karena Trump menilai parlemen Korea Selatan (Korsel) menunda persetujuan kesepakatan dagang dengan AS yang telah dicapai tahun lalu.
Trump menyampaikan kebijakan tersebut melalui unggahan di Truth Social. Ia menyinggung kesepakatan dagang yang diklaim telah disepakati bersama Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung, namun belum mendapat persetujuan parlemen.
“Presiden Lee Jae Myung dan saya mencapai kesepakatan besar yang menguntungkan kedua negara pada 30 Juli 2025, dan kami menegaskan kembali ketentuan itu saat saya berada di Korea pada 29 Oktober 2025. Mengapa parlemen Korea belum menyetujuinya?” kata Trump dalam unggahan di Truth Social, dilansir dari detikFinance, Selasa (27/1/2026).
kewenangan mereka, maka saya dengan ini menaikkan tarif Korea Selatan untuk mobil, kayu, farmasi, dan seluruh tarif timbal balik lainnya dari 15% menjadi 25%,” tambah Trump.
Pengumuman tersebut langsung berdampak ke pasar saham Korea Selatan. Saham Hyundai Motor turun lebih dari 4% setelah kebijakan itu disampaikan. Hyundai Motor merupakan eksportir terbesar kendaraan baru dari Korea Selatan ke Amerika Serikat.
Saham anak usaha Hyundai, Kia, juga turun hampir 3,5%. Sementara Hyundai Mobis yang masih terafiliasi melemah hingga 5%.
Sementara itu, Kantor Kepresidenan Korea Selatan menyatakan pemerintah Amerika Serikat belum secara resmi memberi tahu Korea Selatan mengenai kenaikan tarif tersebut.
Selain itu, penasihat presiden Korea Selatan akan menggelar pertemuan dengan kementerian terkait untuk membahas langkah-langkah menyikapi kebijakan tersebut.
Sebagai informasi, Korea Selatan merupakan salah satu eksportir terbesar ke Amerika Serikat. Berdasarkan data Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat, sepanjang 2024 AS mengimpor barang senilai US$ 131,6 miliar dari Korea Selatan.
