Jakarta (VLF) – Pemerintah masih menggodok lokasi rumah susun (rusun) subsidi yang akan berada di perkotaan. Salah satunya ada di Meikarta.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) tadi malam menemui Menteri Hukum Supratman Andi Agtas. Pertemuan itu membahas soal aturan rusun subsidi di perkotaan karena rencananya tahun ini akan mulai dibangun.
Untuk lokasinya, Ara tidak menyebutnya secara gamblang. Tapi ia membenarkan salah satu lokasi rusun subsidi ada di Meikarta.
“Ya saya sudah minta data dari Perumnas di mana saja, dari pengembang-pengembang swasta punya lokasi di perkotaan di mana saja. (Meikarta salah satunya?) Salah satunya di Meikarta,” katanya saat ditemui wartawan usai pertemuan di Kementrian Hukum, Selasa malam (13/1/2026).
Ketika ditanya akan ada berapa unit rusun subsidi di Meikarta, Ara tidak menjawabnya secara lugas.
“Kita lihat kesiapannya, tapi salah satunya di Meikarta,” tutupnya seraya masuk ke dalam mobil.
Sementara itu, Dirjen Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryati mengungkapkan akan ada pertemuan lagi guna membahas aturan terkait rusun subsidi, termasuk dengan perbankan dan pengembang. Ketika ditanya mengenai lokasi rusun subsidi akan ada di Meikarta, ia tidak menjawab secara pasti.
“Itu kan nanti, kalau sekarang regulasinya dulu,” tuturnya kepada wartawan.
Sri menambahkan untuk aturan penyesuaian harga rusun subsidi akan segera dirampungkan yang tertuang dalam Keputusan Menteri PKP. Di dalamnya akan memuat terkait harga rusun subsidi, bunga, serta tenor.
“Segera. Insyaallah di bulan ini ya karena Permen-nya, Permen PKP Nomor 5 Tahun 2025, tadi sudah ditandatangan. Nanti tinggal mengurus perundangan. Tapi itu kan hanya mengatur terkait beberapa poin terus nanti ada Kepmen. Nah itu yang kita satu putaran (rapat) lagi,” jelasnya.
Dalam pertemuan itu turut hadir James Riady selaku bos Lippo Group, induk perusahaan dari pengembang Meikarta. Namun ia tidak menjawab pertanyaan secara lugas.
Sebagai informasi, James Riady sempat mengungkapkan akan ada rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Meikarta. Diperkirakan akan ada 50.000-100.000 unit rumah untuk MBR.
Ketika ditanya lebih lanjut ke James Riady, ia mengatakan saat ini masih berfokus untuk menyerahkan unit apartemen Meikarta yang ditargetkan selesai pada pertengahan 2026. Rencananya setelah itu baru akan dibangun rumah untuk MBR.
“Dan perencanaannya sedang dilakukan itu untuk mengembangkan, melewati, melampaui apa yang selama ini disebut Meikarta. Dan mungkin disana itu akan dibangun lagi 50.000-100.000 unit perumahan akan dimulai itu perencanaannya itu mungkin sesudah bulan Juli tahun depan,” ujar James di Kantor Kementerian PKP, Senin (10/11/2025).
James percaya perumahan untuk MBR ini merupakan pasar yang besar dan banyak developer kecil dan menengah yang bisa menggarap proyek tersebut.
“Dan kita percaya sekali ini mengenai perumahan untuk MBR justru ini pasar yang sangat besar dan pemain/developer itu banyak sekali yang kecil dan yang menengah dan kami bukan hanya akan masuk ke bidang sana tapi juga ingin membantu pemain-pemain atau developer-developer yang sekarang itu main di segmen seperti itu,” ujarnya.
(Sumber:Lokasi Rusun Subsidi Masih Dicari, Meikarta Jadi Opsi.)
