Jakarta (VLF) – Raksasa minyak dunia, seperti Chevron hingga perusahaan trading global Vitol dan Trafigura bersaing merebutkan kesepakatan dari pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk mengekspor minyak mentah dari Venezuela. Persaingan ini mencerminkan tingginya minat industri minyak global untuk mengakses stok dan produksi minyak mentah di Venezuela.
Seperti diketahui, Presiden AS Donald Trump menuntut akses penuh ke sektor minyak Venezuela, tak lama usai penangkapan Nicolas Maduro pada Sabtu pekan lalu. Kini, AS memegang kendali penuh atas penjualan dan pendapatan minyak dari Venezuela.
Dikutip dari Reuters, Jumat (9/1/2026) Pejabat AS menyebut Trump akan mengendalikan penjualan dan pendapatan minyak negara itu untuk jangka waktu yang tidak ditentukan. Di sisi lain, Vitol, Trafigura, Chevron, dan perusahaan minyak besar lainnya akan bergabung dalam pertemuan di Gedung Putih pada Jumat, membahas peran mereka dalam industri minyak Venezuela ke depannya.
Sebelumnya, perusahaan-perusahaan ini dilaporkan telah melakukan lobi intensif kepada pemerintah AS untuk mengamankan perjanjian ekspor minyak Venezuela yang diperkirakan sangat menguntungkan. Mereka memperebutkan kontrak awal hingga 50 juta barel minyak yang telah menumpuk di gudang penyimpanan milik perusahaan minyak negara, PDVSA. Penumpukan stok ini terjadi di tengah embargo minyak ketat yang juga melibatkan penyitaan empat kapal tanker.
Pihak PDVSA menyatakan bahwa negosiasi sedang berlangsung pada pekan ini, meski tidak memberikan detail lebih lanjut. Mitra ventura bersama utamanya, Chevron, berada di posisi yang sangat kuat untuk menegosiasikan perluasan izin operasinya. Mengingat Chevron adalah satu-satunya perusahaan minyak besar AS yang masih bertahan di Venezuela.
Menurut sumber, Chevron kemungkinan memperdagangkan sebagian produksi PDVSA. Pertama kalinya dalam bertahun-tahun, Chevron harus bersaing dengan perusahaan asing lainnya.
Di sisi lain, PDVSA berharap kesepakatan ini melibatkan mitra lama dan mantan pelanggan mereka. Tujuannya jelas agar Venezuela bisa melunasi utang, meningkatkan produksi yang sempat jeblok, dan mendapat harga yang adil di pasar dunia.
Departemen Energi AS sudah mulai bergerak. Mereka tengah menjalin komunikasi dengan para pemasar komoditas dan pihak perbankan untuk menyiapkan dukungan finansial bagi penjualan minyak mentah dan bahan bakar Venezuela.
