Jakarta (VLF) – Tim negosiasi pemerintah akan kembali ke Amerika Serikat (AS) untuk mematangkan kesepakatan tarif impor bagi Indonesia. Mensesneg Prasetyo Hadi berharap adanya finalisasi sehingga akhir bulan ini bisa diteken.
“Jadi sesuai dengan jadwal, tanggal 12 sampai tanggal 19 ini adalah penyusunan legal drafting,” kata Pras kepada wartawan di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).
“Nah, kita harapkan di dalam penyusunan legal drafting kesepakatan-kesepakatan tersebut sudah bisa dituangkan, dan harapannya di akhir bulan sudah bisa kita tanda tangan,” lanjutnya.
Pras menjelaskan dalam setiap proses yang dijalani, pihaknya terus berupaya melakukan berbagai negosiasi secara berkelanjutan. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam mencapai hasil yang terbaik.
“Tentunya dalam proses kita terus-menerus berusaha melakukan negosiasi-negosiasi untuk kepentingan kita,” ujarnya.
Sebelumnya, dilansir detikFinance, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan hal senada bahwa pertengahan bulan ini akan ada tim negosiasi yang berangkat ke AS untuk menyelesaikan tahap akhir perjanjian dagang. Dari situ jadwal persetujuan akhir perjanjian dagang akan terlihat.
“Nanti akan ada tim yang akan berangkat lagi tanggal 12 sampai 19. Nanti dari situ jadwalnya baru kita ketahui,” ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (5/1/2026).
Satu tahap lagi yang akan dilakukan tim negosiasi adalah legal scrubbing. Itu adalah proses penyelarasan akhir teks perjanjian internasional yang dilakukan secara rinci untuk memastikan kepastian hukum, kejelasan bahasa, dan keseragaman makna di semua bahasa resmi.
(Sumber:Tim Negosiasi Pemerintah Akan Kembali ke AS Matangkan Kesepakatan Tarif.)
